Selasa, 12 Des 2017

Tersangka Korupsi Alkes Binjai Dicekal

Oleh: marsot
Rabu, 22 Nov 2017 10:14
BAGIKAN:
istimewa.
Tersangka (ilustrasi).
MEDAN (EKSPOSnews): Mantan Kepala Unit Layanan dan Pengadaan (ULP) RSUD Djoelham Binjai, berinisil CPT, tersangka dugan korupsi pengadaan alat kesehatan senilai Rp3,5 miliar dari dana APBN Tahun Anggaran 2012, dicekal dan tidak bisa pergi ke luar negeri Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, di Medan, mengatakan pihak Kejaksaan Negeri Binjai telah mengajukan permohonan pencekalan tersangka, kepada Dirjen Keimigrasian melalui Kejaksaan Tinggi Sumut dan kemudian diteruskan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Menurut dia, pihak Kejagung nantinya yang akan membuat surat pencekalan tersebut kepada Dirjen Keimigrasian.

"Dengan adanya pencekalan tersebut, tersangka CPT tidak bisa lagi berangkat ke luar negeri," ujar Sumanggar, Rabu 22 November 2017.

Ia mengatakan, selama ini tersangka tersebut menghilang dari rumah dan tidak diketahui dimana berada.

Selain itu, tersangka juga tidak pernah lagi masuk bekerja ke RSUD Djoelham Binjai "Tersangka juga dua kaki mangkir dari pemanggilan Kejaksaan Negeri Binjai," ucapnya.

Sumanggar menambahkan, Kejari Binjai telah melayangkan pemanggilan yang ketiga terhadap tersangka CPT, untuk hadir di institusi hukum tersebut.

Penyidik Kejari Binjai berharap kepada tersangka kooperatif dan bersedia menghadiri pemanggilan tersebut.

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Binjai juga telah melakukan penggeledahan ke rumah tersangka di Jalan Diponegoro, Kelurahan Rambung, Binjai Selatan, Senin (13/11) terkait kasus korupsi alat-alat kesehatan RSUD Dzoelham Binjai senilai Rp3,5 miliar Tahun Anggaran 2012.

"Penyidik Kejari Binja terus melakukan penyelidikan kasus korupsi tersebut," kata kata juru bicara Kejati Sumut.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Binjai, Sumatera Utara, Senin (6/11) telah menetapkan tujuh tersangka kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di RSUD Djoelham Kota Binjai senilai Rp3,5 miliar bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2012.

Ketujuh tersangka itu, yakni berinisial MS, mantan Direktur Utama RSUD Dzoelham Kota Binjai.

Selain itu, SYA, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), CPT, mantan Kepala ULP RSUD Djoelham Binjai, SHD, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa, BA, Kepala Cabang Kimia Farma Medan pada 2012, TD, Direktur PT Mesarinda Abadi, dan FNC, Direktur PT Petan Daya.

Kasus korupsi proyek pengadaan alkes yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp14 miliar, sedangkan kasus itu merugikan keuangan negara Rp3,5 miliar sesuai hasil audit BPKP Sumut.

Dalam kasus korupsi tersebut, para tersangka melakukan penggelembungan harga pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pihak RSUD Djoelham Binjai serta tidak sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 54 Tahun 2010.

Penetapan tujuh tersangka itu, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik pidana khusus di depan pimpinan Kejari Binjai pada awal November 2017.

Para tersangka belum dilakukan penahanan oleh Kejari Binjai dan masih terus dilakukan penyidikan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Buronan Korupsi Bank Sumut Dicekal

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera utara melakukan cegah tangkal (cekal) terhadap tersangka buronan Haltatif, dugaan korupsi pembelian 294 unit kendaraan dinas Bank Sumut senilai Rp17 milia

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99