Minggu, 22 Okt 2017

Sumut Peringkat Satu Pungutan Liar, Penindakan Minim

Oleh: Marsot
Jumat, 11 Agu 2017 05:10
BAGIKAN:
istimewa
Pungli.
MEDAN (EKSPOSnews): Sumatera Utara tercatat sebagai salah satu provinsi yang dilaporkan terbanyak melakukan pungutan liar atau pungli sehingga diperlukan komitmen kuat dari pemerintah daerah itu untuk memberantasnya.

Ketua Tim Rekomendasi Kelompok Kerja Pencegahan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kemenko Polhukam, E Agustian di Medan, mengatakan Sumut berada di urutan keempat setelah Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Timur yang banyak dilaporkan masyarakat melakukan pungli.

Dia mengatakan itu saat bertemu Pelaksana Tugas Sekda Provinsi Sumut Ibnu Hutomo untuk membicarakan rencana sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar yang direncanakan dilangsungkan di Medan, 16 Agustus.

Menurut Agustian, setelah Sumut adalah Lampung dan Banten yang tercatat banyak dilaporkan masyarakatnya melakukan pungli.

"Laporan pungli oleh masyarakat itu diterima Saber Pungli melalui berbagai media komunikasi seperti pesan singkat, email hingga sambungan telepon,"kata Agustian, Kamis 10 Augustus 2017.

Melihat tingginya laporan Pungli di Sumut, maka komitmen kuat dari Pemprov Sumut untuk menekan pungli dinilai sangat penting.

Sosialisasi tentang Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar dinilai sebagai salah satu untuk memperkuat komitmen tersebut.

Plt Sekda Provinsi Sumut, Ibnu Hutomo mengatakan, adanya data yang menujukkan bahwa di Sumut banyak pungli menjadi perhatian serius dan dinilai perlu dievaluasi.

"Pemprov Sumut siap mendukung pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan berharap laporan pungli nantinya menurun,"katanya.

Ibnu menegaskan, Pemprov Sumut sendiri dewasa ini sedang gencar memperbaiki pelayanan publik dan memberantas pungli.

Untuk memaksimalkan layanan publik dan bisa memberantas pungli, ujar Ibnu, selain perlu langkah para inspektorat di daerah meningkatkan pengawasan di daerah masing-masing, juga diperlukan dukungan masyarakat dengan ikut mengawasi, menolak dan melaporkan tindakan pungli tersebut.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99