Minggu, 15 Des 2019

Setya Novanto Tempati Ruang Napi Teroris

Oleh: Jallus
Minggu, 16 Jun 2019 05:14
BAGIKAN:
WA.
Setya Novanto (ilustrasi).
BOGOR (EKSPOSnews): Setelah tiba di Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada pukul 01.30 WIB, Sabtu 15 Juni 2019 narapidana kasus korupsi KTP-Elektronik, Setya Novanto langsung ditempatkan di Rumah Tahanan (Rutan) khusus narapidana teroris.

"Yang Rutan itu khusus teroris. Kalau yang Lapas kan umum, ada terorisnya, ada narkobanya, ada tipikornya," ujar Kepala Lapas Kelas III Gunung Sindur, Sopiana di Bogor, Sabtu 15 Juni 2019.

Menurutnya, Rutan khusus narapidana teroris ini sebagian kecilnya tetap dihuni oleh narapidana kasus lain. Jika dihitung, dari ratusan narapidana teroris, hanya sekitar 20 narapidana dengan kasus selain terorisme.

"Pidana narkotika ada juga di situ, yang berat-berat ada juga di situ. Lebih dominannya teroris, kalau yang umum ga begitu banyak kurang lebih sekitar 20," kata Sopiana.

Meski begitu, masing-masing narapidana di Rutan Gunung Sindur ini menurut Sopiana memiliki sel sendiri. Sehingga, Novanto tetap berbeda sel dengan para narapidana teroris di Rutan Gunung Sindur.

"Kalau untuk kamarnya berbeda, karena kan di sana one man one cell," kata Sopiana.

Seperti diketahui, Novanto tiba di Rutan Gunung Sindur tengah malam sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, Sabtu (15/6/2019), setelah dipindah dari Lapas Sukamiskin Bandung lantaran kepergok pelesiran.

Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat memindahkan Novanto karena kepergok berkeliaran di sebuah toko bangunan yang berada di Padalarang.

"Tindakan saya sebagai Kakanwil, malam ini juga Setnov akan saya pindah ke Lapas Gunung Sindur, setelah konferensi pers ini," kata Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat, Liberti Sitinjak di Lapas Sukamiskin Kota Bandung, Jumat malam.

Atas perbuatannya, kata Liberti, Setya Novanto dipindah ke Lapas Gunung Sindur yang memiliki pengamanan yang super ketat. Selanjutnya ia mengatakan akan melaporkan kejadian tersebut kepada Menteri Hukum dan HAM.

"Menurut hemat saya, ini perlu dilakukan untuk sementara sebelum saya bisa melaporkan ke Menteri, saya lakukan tindakan ini dulu," kata dia. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    2 Rumah di Bandarlampung Digeledah Densus 88

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Dua rumah di Kecamatan Enggal, Kota Bandarlampung, digeledah Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri dan Inafis Polresta Bandarlampung terkait dugaan terori

  • 2 bulan lalu

    Terduga Teroris Terbanyak dari Jawa Barat

    BANDUNG (EKSPOSnews): Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Syahrir mengaku prihatin dengan penangkapan 26 tersangka teroris oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri di sejumlah daerah dalam kurun waktu 10-15

  • 2 bulan lalu

    Korban Teroris Dapat Kompensasi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah mengabulkan kompensasi bagi tiga korban terorisme dengan terdakwa Suherman alias Herman alias Abu Zahra sebesar Rp413.986.258

  • 6 bulan lalu

    Densus 88 Tangkap Terduga Teroris

    PONOROGO (EKSPOSnews): Seorang terduga teroris berinisial BTK (42), warga asal Klaten, Jawa Tengah ditangkap tim Detasemen Khusus 88 saat perjalanan menuju Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Minggu 3

  • 6 bulan lalu

    Terduga Terorisne Dipindahkan ke Semarang

    SEMARANG (EKSPOSnews): Sebanyak 28 orang dewasa dan anak-anak yang diduga terkait dengan penanganan kasus tindak pidana terorisme, dipindahkan dari Kalimantan menuju Semarang, Jawa Tengah dengan mengg

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99