Selasa, 23 Jan 2018

Selain Korupsi Juga Menggagalkan Program Stragetis

Oleh: Jallus
Sabtu, 11 Nov 2017 07:17
BAGIKAN:
istimewa.
Korupsi.
JAKARTA (EKSPOSnews): Jaksa Agung M Prasetyo menyatakan kasus Kepala BKKBN, Surya Candra Surapaty bukan sekadar merugikan keuangan negara atau korupsi, namun juga menggagalkan program keluarga berencana.

Terkait tindakannya dalam dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter tahun anggaran 2014-2015.

"Tentunya kita harus tahu bahwa program KB merupakan proyek strategis nasional untuk membatasi kelahiran. Kalau justru dalam pengadaan alat kontrasepsi dimainkan, bukan sekadar mendatangkan kerugian negara tapi bisa menggagalkan program KB," katanya di Jakarta, Jumat 10 November 2017.

Ia menyebutkan pihaknya akan menelusuri dan mengiventarisir aset-aset terkait dugaan korupsi tersebut.

"Nanti kami akan melakukan penelusuran. Kalau terbukti bersalah harus bayar uang pengganti. Makanya kami akan menelusuri dan inventarisir aset-asetnya," katanya.

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), telah menahan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Candra Surapaty tersangka dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter tahun anggaran 2014-2015.

Penahanan yang bersangkutan terhitung sampai 20 hari ke depan dari 8 November 2017 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejagung.

Terkait adanya permohonan penangguhan penahanan terhadap yang bersangkutan, ia menyatakan dirinya belum mengetahui hal itu. "Saya malah belum tahu," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Surya Candra Surapaty, menyatakan kliennya mengajukan permohonan penangguhan/pengalihan jenis tahanan.

"Penangguhan penahanan itu mengingat jabatan yang bersangkutan adalah pejabat negara dengan tugas-tugas negara di bidang kependudukan yang sifatnya tidak bisa ditinggalkan," katanya.

Dikatakan, bahwa tersangka tidak perlu dikhawatirkan akan melarikan diri dengan adanya jaminan dari istri tersangka.

Kasus itu bermula saat Satuan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melaksanakan kegiatan pengadaan Susuk KB II/ Implant Batang Tiga Tahunan Plus Inserter, dengan pagu anggaran sebesar Rp191.340.325.000 yang bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN.

Kemudian, pada saat proses pelelangan berlangsung, adanya penawaran harga yang dimasukkan oleh para peserta lelang adalah berada dalam satu perusahaan, yakni PT. Djaya Bima Agung yang juga sebagai peserta lelang, sehingga harga-harga tersebut adalah harga yang tidak wajar dan menyebabkan rendahnya tingkat kompetensi.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 15 jam lalu

    Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad Jadi Tersangka Korupsi

    KEBUMEN (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi.Mohammad Yahya di Kebumen, Jawa Tengah, 

  • 5 hari lalu

    Tersangka Korupsi Pembangunan Tower Bank Jabar Ditahan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung menahan tersangka dugaan korupsi pembangunan Tower Bank Jabar di Jalan Gatot Subroto Kaveling 93 Jakarta Selatan, Tri Wiyasa, ke Rumah Tahanan Negara Salemba Caba

  • 6 hari lalu

    Tersangka Baru Korupsi Pengadaan KB II

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter Tahun Anggaran 2014-2015 yang merugikan keuangan negara Rp38 miliar.Ter

  • 6 hari lalu

    Mahar Politik Pilkada, Membuat Korupsi Marak di Daerah

    KUPANG (EKSPOSnews): Bupati Kupang Ayub Titu Eki mengaku pernah diminta mahar Rp10 miliar oleh partai politik sebagai syarat menjadi calon Gubernur Nusa Tenggara Timur pada Pilkada 2018."Saya dimintai

  • satu minggu lalu

    Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar Ngesot

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi telah memeriksa 23 saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99