Minggu, 24 Jun 2018

Selain Korupsi Juga Menggagalkan Program Stragetis

Oleh: Jallus
Sabtu, 11 Nov 2017 07:17
BAGIKAN:
istimewa.
Korupsi.
JAKARTA (EKSPOSnews): Jaksa Agung M Prasetyo menyatakan kasus Kepala BKKBN, Surya Candra Surapaty bukan sekadar merugikan keuangan negara atau korupsi, namun juga menggagalkan program keluarga berencana.

Terkait tindakannya dalam dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter tahun anggaran 2014-2015.

"Tentunya kita harus tahu bahwa program KB merupakan proyek strategis nasional untuk membatasi kelahiran. Kalau justru dalam pengadaan alat kontrasepsi dimainkan, bukan sekadar mendatangkan kerugian negara tapi bisa menggagalkan program KB," katanya di Jakarta, Jumat 10 November 2017.

Ia menyebutkan pihaknya akan menelusuri dan mengiventarisir aset-aset terkait dugaan korupsi tersebut.

"Nanti kami akan melakukan penelusuran. Kalau terbukti bersalah harus bayar uang pengganti. Makanya kami akan menelusuri dan inventarisir aset-asetnya," katanya.

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), telah menahan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Candra Surapaty tersangka dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter tahun anggaran 2014-2015.

Penahanan yang bersangkutan terhitung sampai 20 hari ke depan dari 8 November 2017 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejagung.

Terkait adanya permohonan penangguhan penahanan terhadap yang bersangkutan, ia menyatakan dirinya belum mengetahui hal itu. "Saya malah belum tahu," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Surya Candra Surapaty, menyatakan kliennya mengajukan permohonan penangguhan/pengalihan jenis tahanan.

"Penangguhan penahanan itu mengingat jabatan yang bersangkutan adalah pejabat negara dengan tugas-tugas negara di bidang kependudukan yang sifatnya tidak bisa ditinggalkan," katanya.

Dikatakan, bahwa tersangka tidak perlu dikhawatirkan akan melarikan diri dengan adanya jaminan dari istri tersangka.

Kasus itu bermula saat Satuan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melaksanakan kegiatan pengadaan Susuk KB II/ Implant Batang Tiga Tahunan Plus Inserter, dengan pagu anggaran sebesar Rp191.340.325.000 yang bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN.

Kemudian, pada saat proses pelelangan berlangsung, adanya penawaran harga yang dimasukkan oleh para peserta lelang adalah berada dalam satu perusahaan, yakni PT. Djaya Bima Agung yang juga sebagai peserta lelang, sehingga harga-harga tersebut adalah harga yang tidak wajar dan menyebabkan rendahnya tingkat kompetensi.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Sebagian Anggota DPRD Sumut Sudah Kembalikan Uang Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK menerima total Rp5,47 miliar yang dikembalikan oleh anggota DPRD Sumatera Utara terkait penyidikan dugaan tindak pidana korupsi suap kepada DPRD Sumut periode 2009 - 2014 dan

  • 3 minggu lalu

    Bupati Purbalingga Jadi Tersangka Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Purbalingga periode 2016-2021 Tasdi bersama empat orang lainnya sebagai tersangka tindak pidana korupsi menerima hadiah

  • satu bulan lalu

    Kejaksaan Selidiki Korupsi Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Riau menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi pengadaan laboratorium bahasa pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti."Masih dalam penye

  • satu bulan lalu

    KPK Panggil Saksi Kasus Korupsi DPRD Sumut

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 22 saksi dalam penyidikan kasus tindak pidana korupsi suap kepada DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 dan 2014-2019."Hari i

  • 2 bulan lalu

    Kejaksaan Agung Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Pertamina

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung akan menetapkan tersangka baru dugaan korupsi investasi PT Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 yang merugikan keuangan negara Rp568 mi

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99