Senin, 20 Nov 2017

Selain Korupsi Juga Menggagalkan Program Stragetis

Oleh: Jallus
Sabtu, 11 Nov 2017 07:17
BAGIKAN:
istimewa.
Korupsi.
JAKARTA (EKSPOSnews): Jaksa Agung M Prasetyo menyatakan kasus Kepala BKKBN, Surya Candra Surapaty bukan sekadar merugikan keuangan negara atau korupsi, namun juga menggagalkan program keluarga berencana.

Terkait tindakannya dalam dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter tahun anggaran 2014-2015.

"Tentunya kita harus tahu bahwa program KB merupakan proyek strategis nasional untuk membatasi kelahiran. Kalau justru dalam pengadaan alat kontrasepsi dimainkan, bukan sekadar mendatangkan kerugian negara tapi bisa menggagalkan program KB," katanya di Jakarta, Jumat 10 November 2017.

Ia menyebutkan pihaknya akan menelusuri dan mengiventarisir aset-aset terkait dugaan korupsi tersebut.

"Nanti kami akan melakukan penelusuran. Kalau terbukti bersalah harus bayar uang pengganti. Makanya kami akan menelusuri dan inventarisir aset-asetnya," katanya.

Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus), telah menahan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Surya Candra Surapaty tersangka dugaan korupsi pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter tahun anggaran 2014-2015.

Penahanan yang bersangkutan terhitung sampai 20 hari ke depan dari 8 November 2017 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejagung.

Terkait adanya permohonan penangguhan penahanan terhadap yang bersangkutan, ia menyatakan dirinya belum mengetahui hal itu. "Saya malah belum tahu," katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Surya Candra Surapaty, menyatakan kliennya mengajukan permohonan penangguhan/pengalihan jenis tahanan.

"Penangguhan penahanan itu mengingat jabatan yang bersangkutan adalah pejabat negara dengan tugas-tugas negara di bidang kependudukan yang sifatnya tidak bisa ditinggalkan," katanya.

Dikatakan, bahwa tersangka tidak perlu dikhawatirkan akan melarikan diri dengan adanya jaminan dari istri tersangka.

Kasus itu bermula saat Satuan Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) pada Direktorat Jalur Pemerintah BKKBN Pusat melaksanakan kegiatan pengadaan Susuk KB II/ Implant Batang Tiga Tahunan Plus Inserter, dengan pagu anggaran sebesar Rp191.340.325.000 yang bersumber dari APBN sesuai DIPA BKKBN.

Kemudian, pada saat proses pelelangan berlangsung, adanya penawaran harga yang dimasukkan oleh para peserta lelang adalah berada dalam satu perusahaan, yakni PT. Djaya Bima Agung yang juga sebagai peserta lelang, sehingga harga-harga tersebut adalah harga yang tidak wajar dan menyebabkan rendahnya tingkat kompetensi.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Kejagung Sita Uang Korupsi di BKKBN

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) menyita uang sebesar Rp6 miliar dari tersangka dugaan korupsi di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (B

  • 3 hari lalu

    Kejati Bengkulu Tetapkan 7 Tersangka Korupsi

    BENGKULU (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Provinsi Bengkulu menetapkan tujuh orang tersangka dugaan korupsi pembangunan irigasi di Kabupaten Lebong tahun anggaran 2015.Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) B

  • 6 hari lalu

    Kejati Bengkulu Tetapkan Tersangka Korupsi Jalan Pulau Enggano

    BENGKULU (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Bengkulu menetapkan enam tersangka dugaan korupsi pembangunan jalan pulau terluar Provinsi Bengkulu yaitu Pulau Enggano di Kabupaten Bengkulu Utara.Asisten Pida

  • satu minggu lalu

    KPK Resmi Tetapkan Setya Novanto Tersangka Korupsi E-KTP

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK kembali menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaaan korupsi KTP elektronik (KTP-E)."KPK menerbitkan surat perintah penyidikan pada tanggal 31 Oktober 2

  • satu minggu lalu

    KPK Akan Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Korupsi E-KTP

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengumumkan tersangka baru kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kepend

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99