Kamis, 17 Agu 2017

Satu Keluarga Dihabisi karena Utang Sabu-Sabu! Kurang Masuk Akal!

Oleh: Marsot
Kamis, 20 Apr 2017 04:12
BAGIKAN:
istimewa
Mayat (ilustrasi).
MEDAN (EKSPOSnews): Keluarga Riyanto, korban pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli membantah jika korban memiliki utang pembelian narkoba kepada tersangka Andi Lala.

"Tudingan tersebut adalah fitnah yang sangat keji dan mengada-ngada yang sengaja dibuat oleh tersangka pembunuh yang sangat sadis itu. Itu hanya untuk menyudutkan Riyanto," ujar Wagiman, orang tua Riyanto saat ditemui di Medan.

Selain itu, keluarga juga membantah jika tersangka Andi Lala sempat mengajak Riyanto untuk mengonsumsi sabu-sabu sebelum dibunuh.

"Segala tuduhan yang disampaikan pelaku pembunuhan itu, adalah bohong dan tidak dapat dipercaya," kata Wagiman, Rabu 19 April 2017.

Ia menyebutkan, Andi Lala yang bertempat tinggal di Lubuk Pakam itu, adalah tipikal orang yang tidak bisa dipercaya, memiliki temepramen keras, serta tidak manusiawi.

"Padahal, Riyanto selama ini merupakan teman baik Andi Lala, bahkan mereka sering sama-sama pergi kalau ada acara pesta perkawinan.

Wagiman menambahkan, anaknya kesayangannya itu tidak mungkin terlibat dalam bisnis jual beli narkoba dengan tersangka.

Sebab, Riyanto selama ini adalah anak yang rajin shalat, baik, patuh, dan selalu berbakti kepada kedua orang tuanya.

"Jadi, tidak mungkin Riyanto mau melakukan pekerjaan yang haram, melanggar hukum, dan dilarang dalam ajaran agama Islam. Ini hanya hanya strategi Andi Lala untuk mengalihkan penyidikan kasus pembunuhan yang sedang ditangani Polda Sumut," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, pihak penyidik diharapkan tidak terlalu mudah percaya dengan berbagai alasan yang disampaikan Andi Lala yang terlibat dua kali dalam pembunuhan berencana tersebut.

Pihak keluarga juga mengharapkan Polda Sumut tetap menerapkan pasal hukuman mati terhadap pelaku pembunuhan satu keluarga tersebut.

Sebelumnya, Polda Sumut menemukan motif dendam dalam peristiwa pembunuhan terhadap Riyanto dan keluarganya di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.

Dalam paparan di Mapolda Sumut di Medan, Senin (17/4) Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menjelaskan, dendam merupakan motif utama dalam pembunuhan yang dilakukan Andi Lala tersebut.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, Andi Lala mengaku bahwa Riyanto memiliki utang pembelian sabu-sabu sebanyak Rp5 juta yang belum dibayarkan.

Pada malam pembunuhan tersebut, Andi Lala mengaku sempat mengajak Riyanto untuk mengonsumsi sabu-sabu untuk membuat korban menjadi lengah.

"Keterangan tersangka, korban diajak (mengonsumsi) sabu-sabu sebelum dieksekusi," ungkapnya.

Warga Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli dikagetkan karena adanya lima warga yang ditemukan tewas pada Minggu (9/4) pagi.

Kelima korban yang tewas diketahui Riyanto (40) dan isterinya Riyani (35), dua anaknya Syafa Fadillah Hinaya (15) dan Gilang Laksono (11) dan mertuanya bernama Marni (60).

Selain itu, puteri bungsu korban bernama Kinara (4) ditemukan dalam kritis dan dibawa untuk menjalani perawatan di RS Bhayangkara Medan.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Ryanto Sekeluarga Dihabisi Andi Lala karena Utang Sabu-Sabu

    MEDAN (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Sumatera Utara menemukan motif dendam dalam peristiwa pembunuhan terhadap Riyanto dan keluarganya di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli.Dalam paparan di Mapold

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak