Selasa, 16 Jul 2019

Sabu-Sabu yang Masuk Dari Aceh Banjiri Kota Medan

Rabu, 19 Okt 2016 19:47
BAGIKAN:
ist
Narkoba (ilustrasi).

MEDAN (EKSPOSnews): Badan Narkotika Nasional mengamankan 38 Kg sabu-sabu di Kota Medan, Selasa (18/10) malam sekitar pukul 19.00 WIB yang dibawa dari Provinsi Aceh.

Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Irjen Pol Arman Depari di Medan  mengatakan  tim yang melibatkan TNI dan bea cukai itu juga mengamankan 100.000 butir ekstasi, 50.000 butir happy five.

Narkoba jenis sabu-sabu- ekstasi, dan happy five itu dibawa tiga tersangka yakni Jum (49) warga Kabupetn Aceh Tamiang, IRL (33) warga Medan, dan ABN (51) warga Aceh.

Arman menjelaskan, pengungkapan kasus peredaran gelap narkoba itu merupakan pengembangan dari beberapa kasus yang berhasil diungkap di Kota Medan.

Pihaknya mendapatkan informasi jika sindikat pengedar narkoba antar provinsi tersebut kembali aktif sehingga BNN berupaya melakukan penyelidikan.

Setelah mengumpulkan berbagai informasi, diketahui ada sebuah mobil yang datang dari Provinsi Aceh dan membawa narkoba ke Kota Medan.

BNN mencurigai sebuah mobil berwarna hitam dengan nomor polisi BK 1845 ZT yang dibuntuti dari perbatasan Sumut-Aceh mulai Selasa sore sekitar pukul 14.00 WIB.

Setelah memastikan membawa narkoba, tim BNN memberhentikan mobil tersebut di Jalan TB Simatupang, Kecamatan Medan Sunggal pada Selasa malam.

Dalam kondisi hujan yang cukup lebat tersebut, ditemukan mobil yang berpenumpang tiga orang tersebut membawa narkoba jenis sabu-sabu-sabu, ekstasi, dan happy five.

Salah seorang pengedar narkoba berisial Jum melakukan perlawanan dan berupaya melepaskan diri sehingga BNN memberikan tembakan.

Warga Aceh tersebut sempat diberikan pertolongan dengan dibawa ke RS. "Namun di rumah sakit, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia," katanya, Rabu 19 Oktober 2016.

Selain 38 sabu-sabu, 100.000 butir ekstasi, 50.000 butir happy five, BNN juga mengamankan uang tuani sebanyak Rp12 juta, alat komunikasi, dan mobil berwarna hitam yang menjadi alat transportasi dalam peredaran narkoba tersebut.

BNN akan membawa dua tersangka yang masih hidup dan seluruh barang bukti ke Jakarta untuk pengembangan lebih lanjut.

BNN akan berupaya menyelidiki kemungkinan adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari praktik peredaran gelap narkoba tersebut.

Kedua tersangka akan dikenakan pelanggaran Pasal 112, 114, dan 123 UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancamannya hukuman mati," kata Arman Depari.(ant)


  Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Polisi Tangkap Kurir Sabu-Sabu dari Aceh

    STABAT (EKSPOSnews): Aparat satuan reserse narkoba Kepolisian Resor Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menggagalkan pengiriman 200 gram sabu-sabu tujuan Pangkal Pinang Kepulauan Riau dan mengamankan t

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99