Kamis, 27 Feb 2020

Riau Peringkat Lima Peredaran Narkoba

Oleh: Jallus
Sabtu, 27 Apr 2019 05:46
BAGIKAN:
istimewa.
Sabu-sabu.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Gubernur Riau, Syamsuar, prihatin karena daerah berjuluk “bumi lancang kuning” itu masuk urutan lima besar peredaran narkoba dari 34 provinsi di Indonesia.

“Kalau bisa kita (Riau) tak masuk urutan 10 besar, karena ini bukan menaikan citra Riau tapi ini tantangan kita untuk bekerja bersama-sama memberantas narkoba,” kata Syamsuar, ketika mengadiri acara konfrensi pers di kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, di Pekanbaru, Jumat 26 April 2019.

Syamsuar yang baru menjabat sebagai gubernur Riau sejak Februari 2019 ini mengatakan, pemerintahannya berkomitmen kuat untuk memberantas narkoba. Ia menilai narkoba menjadi perusak generasi muda Riau, padahal daerah membutuhkan banyak generasi penerus yang produktif dan sehat.

“Apalagi kita ketahui bersama, Riau ini dikenal dengan masyarakatnya yang agamis. Harapan kami dalam kasus narkoba Riau tidak naik lagilah rangkingnya karena menurut laporan kepala BNNP Riau bisa saja naik rangkingnya. Semua ini bisa kita minimalisir kalau kita bisa bersatu padu dengan semua ‘stakeholder’ yang ada disini,’’ kata dia.

Dalam kesempatan itu, pemerintah Provinsi Riau juga menyerahkan penghargaan kepada tujuh petugas BNNP Riau sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah. Mereka adalah AKBP Haldun SH MH (Kabid Pemberantasan BNNP Riau), Kompol Khodirin (Kasi Penyidikan), Bripka Ika Setiawan (Katim II), Bripka Andika Saputra, Bripka Erik Hadi Farista, Brigadir Suyandri Rosman, dan Rio Nagrino.

Sita 30 Kilogram Sabu

Berdasarkan data BNNP Riau, sejak Januari hingga April 2019 instansi tersebut telah berhasil menyita narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 29.445.07 gram atau hampir 30 kilogram. Selain sabu BNN Riau juga menyita 25.164 butir pil ekstasi dan berhasil meringkus sembilan orang pria terkait kasus peredaran narkoba di Riau.

Kepala BNN Provinsi Riau, Brigjen Untung Subagyo mengatakan peredaran narkoba di Riau diduga dikendalikan oleh bandar jaringan internasional. Narkoba disusupkan ke Riau dari Malaysia melewati jalur selat Malaka, lalu masuk melalui pelabuhan ilegal di Kota Dumai dan disekitar Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis.

“Dari sana kemudian dibawa melalui jalan darat menuju Kota Pekanbaru untuk diedarkan kembali kesejumlah tempat, termasuk ke provinsi lain,” katanya.

Ia menjelaskan operasi penangkapan yang dilakukan sejak 12 April secara beruntutan hingga 21 April 2019, berhasil menangkap sembilan orang dari jaringan yang berbeda. Ditangkap di sejumlah wilayah di Riau secara beruntutan.

“Peran sembilan orang tersangka itu berbeda-beda, ada sebagai kurir hingga pengedar, mereka ditangkap setelah tim pemberantasan BNNP Riau membuntuti gerak-geriknya,” ujar Untung.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Polda Riau Tetapkan Tersangka Pembakaran Hutan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menaikkan status perkara menjadi penyidikan dan segera menetapkan tersangka terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di k

  • 7 bulan lalu

    KPK Periksa Sejumlah Pejabat Provinsi Kepulauan Riau

    BATAM (EKSPOSnews): Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus perizinan reklamasi yang melibatkan Gubernur Kepri nonaktif Nurdin

  • 8 bulan lalu

    Kredit Fiktif di Bank RiauKepri

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Empat terdakwa dugaan korupsi kredit fiktif Bank Riau-Kepulauan (BRK) Cabang Pembantu Dalu-Dalu, Kabupaten Rokan Hulu, disebut telah merugikan keuangan negara hingga Rp32,4 mil

  • 8 bulan lalu

    Konflik Gajah Sumatera di Riau Melonjak

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Konflik gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) liar di Provinsi Riau dengan manusia menunjukkan kenaikan dua kali lipat pada tahun ini.“Dari data saat ini dalam periode

  • 8 bulan lalu

    Menambah Helikopter Pengebom Air ke Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengirim satu helikopter pengebom air guna mengatasi meningkatnya jumlah titik api yang mengindikasikan kebakaran hutan dan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99