Rabu, 22 Mei 2019
  • Home
  • Hukum & Kriminal
  • Propam Masih Dalami Polisi Nongkrong dengan Petinggi Perusahaan Pembakar Hutan

Propam Masih Dalami Polisi Nongkrong dengan Petinggi Perusahaan Pembakar Hutan

Sabtu, 03 Sep 2016 05:53
BAGIKAN:
ist
Polisi (ilustrasi).

PEKANBARU (EKSPOSnews): Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Riau, AKBP Pitoyo Agung mengatakan masih mendalami foto pejabat polisi bersama dengan petinggi perusahaan perkebunan PT Andika Permata Sawit Lestari.

"Sekarang masih pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan). Belum bisa kasih keterangan," kata Pitoyo di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Jumat 2 September 2016.

Meski begitu, ia mengatakan pernyataan Direktur Kriminal Umum Kombes Pol Surawan terkait foto itu sudah jelas dan tidak ada kaitannya dengan pemilik PT APSL.

Surawan merupakan salah satu orang yang ada di dalam foto bersama Kombes Rivai Sinambela dan Kombes Tony Hermawan. Rivai merupakan Direktur Kriminal Khusus Polda Riau sementara Tony merupakan Kapolresta Pekanbaru.

Dalam foto yang disebarkan Badan Eksekutif Mahasiswa dan Bahana Mahasiswa Universitas Riau, Wahana Lingkungan Hidup, Jikalahari, Fitra, Lembaga Bantuan Hukum Pekanbaru, Riau Riset Center, dan Pakar Lingkungan Hidup Dr. Elvriadiberedar itu, terlihat ketiga penegak hukum tersebut bersama dengan sejumlah orang dengan salah satunya merupakan pimpinan perusahaan PT APSL.

Terdapat dua foto yang beredar. Foto pertama terlihat sejumlah minuman beralkohol di atas meja sementara foto lainnya terlihat Kapolresta Pekanbaru bersama Surawan sedang memegang gelas kecil.

Pitoyo mengatakan sejauh ini belum dapat menyimpulkan apakah ada atau tidaknya pelanggaran kode etik dalam foto itu.

Sementara itu, Kombes Pol Surawan telah membantah bahwa foto tersebut merupakan pertemuan yang disengaja untuk "kongkow". "Perlu diluruskan disini, bahwa itu tidak benar adanya," katanya.

Surawan mengatakan keberadaan foto tersebut telah menimbulkan persepsi buruk dan menjatuhkan citra kepolisian. Ia menuturkan bahwa foto itu diambil saat dirinya bersama dengan perwakilan Divisi Propam Mabes Polri sedang melakukan analisa dan evaluasi terkait peristiwa Meranti beberapa waktu lalu.

"Ditkrimum Polda Riau tergabung dengan Div Propam Mabes Polri untuk menangani perkara tersebut. Saat itu kita sedang Anev bersama Kombes Hendra (Jajaran Div Propam Mabes Polri)," jelasnya.

Menurutnya Surawan dan Hendra merupakan satu rekan akrab dan satu angkatan bersama Rivai Sinambela dan Tony Hermawan, mereka sepakat untuk berkumpul dan makan bersama. Keempatnya lalu berkumpul di lantai tujuh salah satu hotel berbintang di Kota Pekanbaru.

Pada saat duduk dan makan bersama, di meja seberang duduk pengelola hotel yang mereka kenal. "Melihat mereka duduk dan kita mengenal baik, kita berinisiatif untuk sambangi mereka. Lalu mereka minta foto bersama. Hanya itu. Tidak ada obrolan mengarah ke perusahaan atau lainnya," ujarnya.

Setelah foto bersama, ia mengatakan kembali duduk ke tempat asal. Hal senada disampaikan Kapolda Riau, Brigadir Jenderal Supriyanto terkait beredarnya foto tersebut. Dia mengatakan, Polda Riau secara serius terus menangani penegakan hukum perkara kebakaran hutan dan lahan.

"Kita serius menangani kebakaran hutan dan lahan. Info sekecil apapun, kita dalami. Saya sudah perintahkan kepada Kapolres untuk langsung mendalami lahan yang terbakar. Itu instruksi saya," tegasnya.

Sementara itu, terkait kebakaran di PT APSL, Polda Riau menegaskan terus melakukan pendalaman. Kasubdit IV Ditkrimsus Polda Riau, AKBP Hariwiyawan Harun mengatakan penyidik bersama Polres Rohul pada Jumat hari ini akan melakukan gelar perkara.

"Sejumlah saksi dari perusahaan dan masyarakat telah kita mintai keterangan. Hari ini kita gelar perkara. Lahan yang terbakar sekitar 800 hektar. Hasil penyelidikan sementara, lahan terbakar dari luar perusahaan atau milik masyarakat. Pemilik lahan berinisial TB sedang kita kejar," jelasnya.(ant)


  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Pembangunan di Kepulauan Riau Masih Timpang

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) menyoroti kinerja Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang belum terlalu maksimal dalam melakukan pemerataa

  • 3 minggu lalu

    KPK Tetapkan Tersangka Alihfungsi Hutan di Riau

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka terdiri dari perorangan dan korporasi terkait pemberian hadiah atau janji pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provi

  • 3 minggu lalu

    Propam Polri Akan Periksa AKBP Agung Setyo

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kapolres Halmahera Selatan AKBP Agung Setyo akan diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan Polri terkait demo ratusan personel yang meminta transparansi mengenai honor pengamanan p

  • 4 minggu lalu

    Riau Peringkat Lima Peredaran Narkoba

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Gubernur Riau, Syamsuar, prihatin karena daerah berjuluk “bumi lancang kuning” itu masuk urutan lima besar peredaran narkoba dari 34 provinsi di Indonesia.“Kalau bisa kit

  • 4 minggu lalu

    Sofyan Basir Punya Peran Sentral dalam Kasus Korupsi PLTU Riau-1

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan terdapat empat peran tersangka Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir (SFB) terkait proyek PLTU Riau-1."Sebelumnya sampai Jun

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99