Selasa, 20 Agu 2019

Polisi Diminta Bertindak Tegas Terhadap Perusuh di Tebing Tinggi

Oleh: alex
Minggu, 03 Mar 2019 15:15
BAGIKAN:
istimewa.
Demo minta FPI dibubarkan.
LAMPUNG (EKSPOSnews): Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mendorong aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kericuhan yang dibuat Front Pembela Islam (FPI) dalam acara Harlah Nahdlatul Ulama (NU) di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Rabu (27/2) lalu.

"Mereka-mereka yang biasa menggunakan kekerasan, intimidasi, polisi jangan ragu-ragu menegakkan hukum itu. Kami mengutuk berbagai bentuk kekerasan, dan kami lebih percaya kepada NU. Karena selama ini terbukti loyalitasnya, dedikasinya bagi bangsa negara, bagi kemaslahatan umat," kata Hasto di sela-sela Safari Kebangsaan IX di Lampung, Sabtu 2 Maret 2019.

Hasto pun meminta semua pihak untuk tidak menguji kesabaran NU.

"NU itu yang selama ini banyak mengalah. Jangan kemudian dilakukan upaya untuk provokasi. NU itu punya semangat hubbul wathan minal iman, di mana pada 22 Oktober 1945 ke luar Resolusi Jihad," kata Hasto Hasto melanjutkan, nahdliyin telah banyak berkeringat dalam mempertahankan keutuhan NKRI. Karena itu, seharusnya semua pihak menghormati ormas terbesar di Indonesia itu. "Jangan uji kesabaran dari NU. Kalau mereka sudah betul-betul tersinggung, aduh, Inggris saja kalang kabut saat itu," kata Hasto.

Yang dimaksud Hasto dengan Inggris adalah peristiwa perang 10 Nopember 1945 di Surabaya, dimana para santri NU berperang mengusir pasukan Inggris yang memboncengi pasukan Belanda saat itu.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf itu menambahkan, NU sejauh ini juga banyak berperan mempersatukan anak bangsa. "Karena itulah kepada pihak mana pun, terlebih yang baru datang, yang tidak ikut berkeringat di dalam perjuangan kemerdekaan, jangan uji kesabaran NU. Selama ini NU sangat sabar, dan menjaga norma-norma tertib dalam masyarakat kita," jelasnya. Sementara itu, Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia Zuhairi Misrawi menambahkan, meski polisi sudah menetapkan sebelas tersangka dalam peristiwa itu, polisi harus mengungkap kasusnya ke publik. Cendikiawan NU ini mengatakan organisasinya selama ini sangat mengedepankan keberadaban dan menjunjung tinggi supremasi hukum. Dia mengatakan, NU sangat mencintai kedamaian.

"Kami berterima kasih kepada aparat penegak hukum, karena dengan tegas menegakkan hukum kepada siapa pun yang menebarkan kekerasan, menebarkan konflik di antara masyarakat. Jadi NU selalu damai, dan NU percaya bahwa negara bisa melindungi segenap kelompok, suku, agama dari kelompok-kelompok intoleran," ujar pria yang akrab disapa Gus Mis itu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Pelaku Pencabulan Anak Melalui Medsos Ditangkap Polisi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Subdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap seorang pria berinisial TR (25 tahun) yang menjadi pelaku kasus eksploitasi dan kekerasan seksual terha

  • satu bulan lalu

    Polisi Tangkap Polisi Pemeras

    MEDAN (EKSPOSnews): Petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan menangkap empat anggota Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Area, yang diduga melakukan pemerasan.Kasat Reskrim Polr

  • satu bulan lalu

    Polisi Tangkap Ayah Tak Bermoral

    REJANG LEBONG (EKSPOSnews): Petugas Kepolisian Resor Rejang Lebong, Polda Bengkulu, menangkap SA (60) warga Kecamatan Curup yang diduga mencabuli anak kandung sendiri berulang kali.Kapolres Rejang Leb

  • 2 bulan lalu

    Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Ditangkap Polisi

    KUALA KAPUAS (EKSPOSnews): Pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur, Taufik Riansyah (34) yang bekerja sebagai sekutiriti atau petugas keamanan di salah satu perusahaan besar swasta (PBS) di daera

  • 2 bulan lalu

    Polisi Tangkap Penyebar Foto Mesum

    JAMBI (EKSPOSnews): Anggota Satreskrim Polresta Jambi berhasil menangkap seorang pemuda DS (22) yang nekad menyebarkan foto mesum kekasihnya ke dunia maya atau medsos akibat tidak terima diajak putus

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99