Rabu, 26 Jun 2019

Polisi Didesak Ungkap Asal Usul Pengembalian Dana Kemah

Oleh: marsot
Kamis, 29 Nov 2018 02:18
BAGIKAN:
istimewa.
Polisi.
JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Polda Metro Jaya didesak mengungkap sumber pengembalian dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia sebesar Rp2 miliar dari panitia Pemuda Muhammadiyah kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Kenapa harus dikembalikan kalau memang tidak terlibat, tidak melakukan, tidak jadi bagian dari prasangka-prasangka yang terjadi?" kata mantan Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air Ade Irfan Pulungan di Jakarta, Rabu 28 November 2018.

Ade mempertanyakan asal uang yang dikembalikan Ketua Panitia Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia 2017 dari perwakilan Muhammadiyah Ahmad Fanani kepada Kemenpora itu.

Dikatakan Ade, masyarakat perlu mengetahui maksud dan sumber pengembalian uang kegiatan yang diiniasi Kemenpora itu sehingga polisi harus menelusuri.

Ade menuturkan seharusnya Ahmad Fanani dan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammdiyah Dahnil Anzar Simanjuntak tidak perlu mengembalikan uang dan harus mempertahankan argumentasi jika meyakini tidak terjadi tindak pidana korupsi kegiatan Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia.

Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu mengungkapkan pengembalian dana itu tidak menghilangkan dugaan tindak pidana korupsi yang dituduhkan.

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengaku telah melapor ke Menpora Imam Nahrawi mengenai pengembalian dana Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia dari perwakilan panitia Pemuda Muhammadiyah.

Gatot mengungkapkan Kemenpora menerima pengembalian dana Rp2 miliar dalam bentuk cek BNI yang langsung dikirim melalui surat langsung ke Menpora.

"Sehingga kami terpaksa membuka izin untuk membuka langsung. Untuk selanjutnya akan kami proses pengembalian ke kas negara sesuai ketentuan yang berlaku," tutur Gatot.

Sebelumnya, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melibatkan GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah menggelar Kemah dan Apel Pemuda Islam Indonesia di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah, 16-17 Desember 2017.

Berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan kepolisian dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), status kasus tersebut ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Penyidik Polda Metro Jaya telah memeriksa Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simajuntak, Ketua Pelaksana Ahmad Fanani, panitia dari Kemenpora Abdul Latif, dan panitia dari GP Ansor Safaruddin pada Senin (19/11).

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Polisi Razia Menjelang Putusan MK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Polda Metro Jaya dan jajaran akan merazia massa yang berasal dari luar Jakarta menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU)

  • 3 hari lalu

    Polisi Gerebek Pabrik Ekstasi Rumahan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat kembali menggerebek sebuah rumah yang dijadikan sebagai pabrik sabu-sabu di wilayah Jakarta Barat.Rumah yang jadikan pa

  • 3 hari lalu

    Polisi Tangkap Bos Pabrik Mancis yang Terbakar

    MEDAN (EKSPOSnews): Pemilik pabrik perakitan mancis yang terbakar di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat berinisial IDR akhirnya diringkus aparat Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Res

  • 2 minggu lalu

    Polisi Amankan Seorang Provokator di Sidang MK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Petugas kepolisian mengamankan seorang pria asal Batam saat aksi kawal sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK)."Iya tadi kami amankan pad

  • 2 minggu lalu

    Polisi Dalami Aliran Dana kepada Kivlan Zen

    JAKARTA (EKSPOSnews): Aparat kepolisian tengah mendalami aliran dana HM kepada mantan Kaskostrad Mayjen TNI (Purn) KZ untuk pembelian senjata api dalam rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99