Selasa, 07 Jul 2020

Pinjam Bendera Pada Kasus Korupsi Bupati Batubara

Oleh: marsot.
Jumat, 13 Okt 2017 05:02
BAGIKAN:
istimewa.
OK Arya Zulkarnaen.
JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi menduga ada praktik "pinjam bendera" dalam kasus tindak pidana suap terkait dengan pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017.

"Hari ini penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap 14 saksi dari unsur swasta, sejumlah perusahaan dan PNS di bagian pengadaan di Pemkab Batubata," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Selama empat hari melakukan pemeriksaan di Mako Brimob Polda Sumut telah diperiksa sekitar 40 orang saksi.

Dalam pemeriksaan itu, kata Febri, didalami alur dan transaksi keuangan yang mengalir pada tersangka.

"Diduga ada praktik 'pinjam bendera' sejumlah perusahaan dalam proses pengadaan dengan indikasi aliran dana pada tersangka," kata Febri Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus itu.

Diduga sebagai pihak penerima, yaitu Bupati Batubara nonaktif OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Pemkab Batubara Helman Herdady dan pemilik dealer mobil Sujendi Tarsono alias Ayen.

Kemudian diduga sebagai pihak pemberi, yakni dua kontraktor masing-masing Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar.

Dalam OTT terkait kasus itu, total KPK mengamankan uang tunai senilai Rp346 juta.

Uang tersebut diduga bagian dari "fee" proyek senilai total Rp4,4 miliar yang diduga diterima oleh Bupati Batubara melalui para perantara terkait beberapa pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara Tahun Anggaran 2017.

Dari pemeriksaan oleh penyidik, dari total "fee" Rp4,4 miliar terdapat sisa "fee" Rp1,6 miliar yang dikuasai oleh tersangka Sujendi Tarsono, pemilik dealer mobil.

"Jadi semua dana disetorkan ke Sujendi Tarsono. Pada saat tertentu OK Arya Zulkarnain butuh nanti diberikan oleh Sujendi Tarsono. Itu pada OTT tanggal 13 September 2017 modusnya begitu. Jadi OK Arya Zulkarnain tidak megang uangnya sendiri, yang megang Sujendi Tarsono," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat konferensi di gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Pertama, dari kontraktor Maringan Situmorang diduga pemberian "fee" sebesar Rp4 miliar terkait dua proyek, yaitu pembangunan Jembatan Sentang senilai Rp32 miliar yang dimenangkan oleh PT Gunung Mega Jaya dan proyek pembangunan Jembatan Sei Magung senilai Rp12 miliar yang dimenangkan oleh PT Tombang.

Barang bukti Rp346 juta dalam OTT ini diduga merupakan bagian dari "fee" terkait dua proyek itu.

Kedua, dari kontraktor Syaiful Azhar diduga pemberian "fee" sebesar Rp400 juta terkait dengan proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp3,2 miliar.

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan sebagai pihak yang diduga penerima, OK Arya Zulkarnain, Sujendi Tarsono dan Helman Herdady disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 65 KUHP.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Pengusaha Diler Mobil Terlibat Korupsi Bupati Batubara Nonaktif Mulai Diadili

    MEDAN (EKSPOSnews): Seorang pengusaha diler mobil ST, diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, karena telibat kasus dugaan suap proyek infrastruktur yang diduga dilakukan Bupati Batubara Non

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99