Jumat, 16 Nov 2018

Penipuan Apartemen Sipoa Group

Oleh: marsot
Kamis, 13 Sep 2018 02:39
BAGIKAN:
istimewa.
Apartemen.
SURABAYA (EKSPOSnews): Puluhan konsumen yang menjadi korban kasus penipuan dari pembelian perumahan dan apartemen milik pengembang "Sipoa Group" meminta pengacara Yusril Ihza Mahendra untuk bertindak sebagai kuasa hukum.

Mereka menghadang pengacara kondang itu di pintu masuk Pengadilan Negeri Surabaya saat akan mendampingi klien pada persidangan kasus lainnya.

"Kami ingin Pak Yusril mendampingi kami dalam proses hukum kasus Sipoa," kata Muhammad Aldo, salah satu korban penipuan perumahan Sipoa Group, Rabu 12 September 2018.

Dia mengatakan para korban merasa tidak puas dengan pendampingan kuasa hukum lain pada proses persidangan yang sejak beberapa waktu lalu sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Surabaya.

"Semoga dengan dikawal Pak Yusril, kasus ini bisa selesai dengan memuaskan dan uang kami bisa kembali," ujarnya.

Yusril dalam kesempatan itu menyatakan siap menjadi kuasa hukum korban dalam kasus penipuan oleh pengembang Sipoa Group ini.

"Pembicaraan lebih lanjut terkait proses persetujuan dari para korban dengan saya untuk menjadi kuasa hukumnya nanti bisa diselesaikan di kantor," katanya.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang itu mengaku sebelumnya juga telah mengikuti perjalanan kasus ini melalui pemberitaan.

Dia menilai kasus hukumnya masih belum menyentuh sampai kepada jajaran pemilik perusahaan Sipoa Group.

"Proses hukumnya saat ini masih menyentuh jajaran manajemen dan direksi, bosnya belum tersentuh," ucapnya.

Konsumen yang merasa menjadi korban kasus penipuan dari pembelian perumahan dan apartemen Sipoa Group telah membentuk Paguyuban Pembeli Proyek Sipoa (P3S), yang beranggotakan 73 orang.

Menurut Aldo, korban yang belum tergabung di P3S jumlahnya lebih banyak lagi dan diyakini mencapai ratusan konsumen.

Dia menjelaskan ratusan konsumen ini telah membayar cicilan rumah maupun apartemen seharga Rp185 juta, Rp190 juta sampai Rp210 juta di wilayah Tambak Oso, serta proyek perumahan Royal Mutiara Residence 3 dan Royal Afatar World di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Perumahan dan apartemen tersebut semestinya diserahterimakan pada 2016 lalu namun hingga kini justru dilaporkan tidak pernah dibangun.

Proses persidangan kasus ini yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri Surabaya menindaklanjuti laporan P3S yang secara resmi dilayangkan ke Kepolisian Daerah Jawa Timur pada 18 Desember tahun lalu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Pengadilan Lepaskan Isteri Pilot dari Tuduhan Penipuan

    SEMARANG (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Semarang melepaskan MAS, istri pilot, dari segala tuntutan terkait dengan dugaan tindak pidana penipuan dalam investasi bisnis telepon seluler yang kerugiannya

  • satu bulan lalu

    Penjualan Apartemen di Jakarta Stagnan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa apartemen pada saat ini belum menjadi pilihan utama bagi warga Jakarta, begitu juga dengan penjualan apartemen yang saa

  • 2 bulan lalu

    Penipuan Perumahan Sipoa Group

    SURABAYA (EKSPOSnews): Pengacara Yusril Ihsa Mahendra mengincar otak kasus dugaan penipuan dari penjualan perumahan dan apartemen milik pengembang "Sipoa Group", setelah resmi menandatangani surat kua

  • 2 bulan lalu

    Penipuan Properti di Bandung

    BANDUNG (EKSPOSnews): Polrestabes Bandung selidiki kasus penipuan pembangunan perumahan di Bandung yang mengakibatkan sebanyak 135 orang diduga menjadi korban penipuan berkedok properti yang dilakukan

  • 3 bulan lalu

    Meikarta Serah Terima Apartemen

    CIKARANG (EKSPOSnews): Meikarta melaksanakan serah terima sebanyak 863 unit hunian di dua tower apartemen, dari rencana pengembangan 84 tower apartemen berlokasi di CBD Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jaw

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99