Kamis, 22 Agu 2019

Penggarap di Lahan Kavlingan USU Semakin Brutal karena Mengusir Pemilik

Minggu, 28 Agu 2016 19:04
BAGIKAN:
marsot
Penggarap setiap hari kumpul di Posko pemilik lahan kavlingan USU.

MEDAN (MM): Sejumlah pemilik lahan yang sudah memiliki sertifikat resmi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Deli Serdang, Sumut diusir penggarap dari lokasi ketika mau memberdayakan lahannya untuk menanam sejumlah pohon produktif.

Ketika pemilik lahan memasuki kavlingan yang sudah dipatok, sejumlah ibu-ibu yang dikoordinir Rembah Keliat mendatangi pemilik lahan dan meminta agar jangan ditanami dulu karena perselisihan lahan itu sedang dimediasi.

Sabtu kemarin, sedikitnya tiga pemilik lahan terpaksa pulang dengan rasa kesal dan kecewa karena tak bisa mengoptimalkan lahan yang sudah dibeli pada 2008-2010 lalu itu. Salah seorang pemilik tanah yang diusir sabtu lalu lalu adalah Lely Sembiring yang mau menanam tiga kavlingannya yang saling berdekatan miliknya.

Debat antara penggarap dan pemilik lahan berlangsung panas. Rembah Keliat, Koordinator penggarap, berkukuh lahan tersebut tak boleh dimanfaatkan pemilik menunggu mediasi yang dilakukan. Entah siapa yang melakukan mediasi juga tak jelas. Tapi kelakuan penggarap di lapangan  sudah tak mencerminkan peradaban karena sering mempertontonkan hal-hal yang kurang sopan.

Seperti bangunan gubuk penggarap, langsung menempel di rumah Forum Pemilik Lahan USU yang sudah dibangun 2015 lalu. Para ibu-ibu yang banyak dari desa lain ikut mengklaim lokasi seluas 25 hektare menjadi miliknya. Entah apa dasarnya mereka menggarap areal perumahan keluarga besar USU itu sejak 2015 dengan menanam ubi dan jagung. Para penggarap sedang melakukan pemanenan ubi di lapangan dan menanam ulang lagi lokasi lahan tersebut.

Padahal, areal lahan keluarga besar USU itu sudah memiliki sertifikat sah dari BPN Kabupaten Deli Serdang, Sumut dan para pemilik lahan juga sudah membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta mendapatkan surat ijin mendirikan bangunan (SIMB) dari Pemkab Deli Serdang.

Para pemilik lahan kavlingan USU sudah pernah melaporkan penyerobotan lahan ini ke Polresta Medan. Entah kenapa sampai saat ini tak ada tindakan kepada penggarap yang semakin membabi buta. Para pemilik lahanpun berupaya menghindari bentrok fisik di lapangan dengan para penggarap. "Dalam waktu dekat kami akan melaporkan masalah ini ke Polda Sumut agar menangkap otak penggarap ini," ujar seorang pemilik lahan. (em)


  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Polisi Ringkus Pemilik Sabu-Sabu

    KENDARI (EKSPOSnews): Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Tenggara meringkus dua tersangka atas tuduhan kepemilikan 932,74 gram bruto narkotika jenis sabu-sabu.Kasubbid Penmas Polda Sul

  • 3 bulan lalu

    Ketika Pemilik Warung yang Dijarah Massa Ketemu Presiden

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ismail (68), pemilik warung kopi dan mie rebus di Perempatan Sabang, Jakarta Pusat, yang menjadi korban penjarahan saat aksi ricuh 22 Mei, mengaku tak menyangka bisa bertemu Pres

  • 4 bulan lalu

    Pemilik Sabu-Sabu Dicampur Arang Ditangkap di Pekanbaru

    JAKARTA (EKSPOSnews): Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil membekuk pemilik narkotika jenis sabu-sabu yang diselundupkan dengan truk kontainer melalui tol Bakauheni, Lampung, Sen

  • 10 bulan lalu

    Pemilik Pabrik Minuman Keras Oplosan Divonis 20 Tahun Penjara

    BANDUNG (EKSPOSnews): Pemilik pabrik minuman keras oplosan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sansudin Simbolon, divonis hukuman 20 tahun penjara karena terbukti bersalah telah meracik dan menjual mira

  • 11 bulan lalu

    Pemilik Tambang Jadi Tersangka

    SUNGAILIAT (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Bangka, Polda Kepulauan Bangka Belitung menetapkan pemilik tambang sebagai tersangka karena aktivitas tambang menewaskan dua orang pekerja."Efendi selaku pemi

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99