Kamis, 28 Mei 2020

Pengadilan Lepaskan Isteri Pilot dari Tuduhan Penipuan

Oleh: Jallus
Selasa, 09 Okt 2018 04:50
BAGIKAN:
istimewa.
Vonis.
SEMARANG (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Semarang melepaskan MAS, istri pilot, dari segala tuntutan terkait dengan dugaan tindak pidana penipuan dalam investasi bisnis telepon seluler yang kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah.

Dalam sidang di Semarang, Hakim Ketua Manungku Prasetya menyatakan perbuatan yang dilakukan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum. Akan tetapi, tidak dapat dijatuhi hukuman karena perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana.

Hakim menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Namun, perbuatan terdakwa bukan merupakan tindak pidana.

Jaksa sendiri menuntut terdakwa dengan hukuman 1,5 tahun penjara.

MAS didakwa telah melakukan tindak penipuan dalam bisnis telepon seluler yang diduga telah merugikan korban Siti Kholifah sebesar Rp229 juta.

"Hubungan antara terdakwa dan korban merupakan hubungan transaksional yang diawali dengan kesepakatan lisan," katanya.

Dalam fakta sidang, lanjut dia, diketahui terdakwa mampu menunjukkan bukti pembayaran berupa rekening koran tentang transfer sejumlah uang kepada korban.

Selain itu, terdakwa juga telah menyerahkan sekitar 28 telepon seluler berbagai jenis yang nilainya mencapai Rp300 juta.

Atas fakta yang terungkap, hakim melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum dan memerintahkan agar dibebaskan.

Atas putusan tersebut, jaksa penuntut umum Supinto Priyanto menyatakan akan mengajukan kasasi.

"Kasasi, kami tunggu dahulu salinan putusannya," katanya.

Adapun penasihat hukum MAS, Jhonson Hasibuan, mengaku bersyukur kliennya dilepaskan dari segala tuntutan.

Putusan itu, menurut dia, sesuai dengan fakta persidangan.

"Untuk selanjutnya kami mempertimbangkan untuk melaporkan korban ke polisi," katanya.

Menurut dia, saksi korban Siti Kholifah telah memberi keterangan bohong di muka pengadilan.

Ia menjelaskan bahwa korban mengaku tidak pernah menerima transferan sejumlah uang, termasuk menerima barang berupa telepon seluler dari terdakwa.

Hal tersebut, lanjut dia, sudah terbukti di persidangan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Kasus Kerusakan Lingkungan di Kepulauan Riau Naik ke Pengadilan

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memastikan kasus kerusakan lingkungan akibat pertambangan bauksit di pulau-pulau di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan R

  • tahun lalu

    Mantan Bupati Tapteng Berperan dalam Kasus Penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil

    SIBOLGA (EKSPOSnews): Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syahrul Effendi Harahap menjelaskan peran Raja Bonaran Situmeang mantan Bupati Tapanuli Tengah, dalam kasus penipuan terhadap delapan calon pegawai nege

  • tahun lalu

    Putusan Pangadilan Tak Dijalankan, Lapor ke Bareskrim

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur PT Bangun Megah Semesta (BMS) Conti Chandra melalui kuasa hukumnya Alfonso F.P. Napitupulu melaporkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam Dedie Tri Hariyadi ke Baresk

  • 2 tahun lalu

    Penipuan Perumahan Sipoa Group

    SURABAYA (EKSPOSnews): Pengacara Yusril Ihsa Mahendra mengincar otak kasus dugaan penipuan dari penjualan perumahan dan apartemen milik pengembang "Sipoa Group", setelah resmi menandatangani surat kua

  • 2 tahun lalu

    Penipuan Properti di Bandung

    BANDUNG (EKSPOSnews): Polrestabes Bandung selidiki kasus penipuan pembangunan perumahan di Bandung yang mengakibatkan sebanyak 135 orang diduga menjadi korban penipuan berkedok properti yang dilakukan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99