Sabtu, 16 Des 2017

Penegak Hukum Diminta Periksa Dinas Perkim Medan

Oleh: Tawanli
Jumat, 11 Agu 2017 13:55
BAGIKAN:
Tawanli
Pintu salah satu kepala bagian Perkim Medan.
MEDAN (EKSPOSnews): Biaya senilai Rp4 miliar rupiah diduga dikorup oknum KPA dan PPTK Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) kota Medan.

Pasalnya biaya yang dikeluarkan dari APBD Kota Medan itu tidak dilaksanakan sesuai perencanaan,  bahkan diduga  fiktif.

Lihat saja jalan Selamat Ujung, pekerjaan pengecoran jalan di Jalan Inspeksi (Jl. Selamat Ujung) Kelurahan Sitirejo III Kecamatan Medan Amplas dimana dalam LPSE kota Medan sudah ditenderkan dengan Nilai pagu Rp4.298. 700.000,00 namun dilapangan fisiknya tak ada alias nihil.

Kecurigaan itupun muncul dari masyarakat sekitar, bahwa proyek yang bernilai miliaran rupiah itu, dimenangkan PT. Adrishta Pratama Saktie tidak dikerjakan sebagaimana tercantum dalam LPSE sebagi dokumen elektronik resmi pemkot Medan.

Osril Limbong, sebagai direktur Sumut Institute kepada Eksposnews Jumat 11 Agustus 2017 menyebutkan supaya indikasi korupsi yang dilakukan oknum PPTK ini, segera ditanggapi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pengak hukum lainnya."Medan ini sangat rawan penyimpangan dan sarat korup. Jadi diminta agar penegak hukum serius dalam menanggapi setiap informasi yang diberikan masyarakat," tuturnya.

Dana yang bersumber dari pembayaran pajak warga Medan itu, kata dia, harus tepat penggunaannya dan tepat sasaran. "Jangan hanya berorientasi proyek yang membesarkan kantong oknum tertentu," tuturnya.

"KPK perlu masuk ke Medan untuk melakukan penyelidikan dan OTT [operasi tangkap tangan]. Sudah keterlaluan para pejabat di Medan ini."

Dia mencontohkan jalan-jalan di Medan ini belum setahun sudah  kopak kapik. Banjir dimana mana-mana. Padahal, tuturnya, tahun lalu Pemkot Medan menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk memperbaiki drainase. "Perbaikan drainase sangat kental dan berbau KKN [korupsi, kolusi, dan nepotisme].".

Rahmad selaku PPTK saat berulangkali ditemui dikantor  Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Medan tidak pernah berada di ruangannya. Ketika dihubungi melalui telepon genggamnya , dia membantah proyek tersebut fiktif.

"Proyek itu dialihkan, ke tempat lain yakni pencoran jalan dengan Panjang 700 M dan lebar 3 meter" tutur Rahmad.
 
Begitu juga Rawaludin Siregar, yang disebut-sebut selaku Kuasa Pengguna Anggaran Dinas Perkim pada saat itu, ketika dicari di ruangannya untuk keperluan konfirmasi tak pernah berada ditempat.
 

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Penegak Hukum Diminta Telusuri Indikasi Korupsi Dana PNPM Kacang Garing Sibulbulon

    DOLOK SANGGUL (EKSPOSnews): Indikasi korupsi kini sudah merambah hingga ke pelosok tanah air, tidak terkecuali di Desa tertinggal, budaya korupsi sudah menjadi perilaku yang sulit dicegah.Misalnya di

  • 5 bulan lalu

    Langkah Penegak Hukum Dibidang Pangan Mendapat Respon Positif

    JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Haeron memuji langkah penegakan hukum terhadap perusahaan di bidang pangan yang diduga melakukan pelanggaran pangan pada komoditas beras."Pene

  • 8 bulan lalu

    DPR Kurang Kerjaan. Campuri Urusan Penegak Hukum

    JAKARTA (EKSPOSnews): Masyarakat Peduli Pemberantasan Korupsi meminta DPR-RI menahan diri dan tidak mencampuri kewenangan penegakan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi terkait usulan pengajuan hak a

  • 9 bulan lalu

    Regenerasi Penegak Hukum Perlu Dipercepat dengan Memangkas Usia Pensiun

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Yudisial (KY) menanggapi pernyataan Mahkamah Agung (MA) yang menilai bahwa RUU Jabatan Hakim memangkas jabatan hakim dan bertentangan dengan upaya MA untuk menambah jumlah

  • tahun lalu

    Jangan Gunakan Massa untuk Menekan Penegak Hukum

    SHEFFIELD (EKSPOSnews): Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti meminta masyarakat memercayakan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur nonaktif DKI Jakart

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99