Rabu, 22 Mei 2019

Pemilik Rumah Aborsi Itu Dikenal Sombong dan Tertutup

Kamis, 08 Sep 2016 21:29
BAGIKAN:
ist
Mobil ambulance (ilustrasi).

BEKASI (EKSPOSnews): Warga Jalan Ampera, Gang Dukuh RT4/RW6, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, mengenal pemilik rumah praktik aborsi sebagai pribadi yang tertutup dan sombong.

"Sejak orang tuanya meninggal dunia, dia tidak pernah lagi buka praktik. Saya gak tahu aktivitasnya apa karena orangnya juga tertutup dan rada sombong," kata istri dari ketua RT setempat, Sri (62), di Bekasi, Kamis.

Hal itu dikatakan Sri menyikapi pertanyaan wartawan seputar peristiwa penggerebekan rumah milik bidan berinisial DJ di RT04 RW6 Durenjaya karena diduga dimanfaatkan sebagai klinik aborsi ilegal, Rabu (7/9) malam.

Menurut dia, penggerebekan yang dilakukan petugas kepolisian dari Mapolsek Bekasi Timur sekira pukul 20.00 WIB sama sekali tidak diketahui warga sekitar.

"Kami semua tidak tahu pas malam tadi ada penggerebekan di rumah itu. Suami saya juga tak diberitahu waktu kejadian, dan baru paginya warga ramai membicarakan penggerebekan di rumah tersebut karena diduga membuka praktik aborsi," katanya.

Sri juga tidak mengetahui berapa banyak orang yang dibawa polisi dari dalam rumah tersebut.

"Yang saya tahu rumah itu dihuni sebanyak tiga orang pasangan suami istri dan anak-anaknya," katanya.

Pantauan di lokasi melaporkan, rumah seluas 200 meter persegi yang terdiri atas dua bangunan itu nampak sepi dan tak berpenghuni.

Polisi juga nampak tidak memasang garis polisi di lokasi kejadian pascapenggerebekan.

Rumah berlantai dua dengan warna cat hijau itu tidak nampak sebagai sebuah klinik karena tidak terpasang plang maupun papan nama.

Seluruh pintu rumah tertutup rapat dan ramai disaksikan oleh warga sekitar yang mendengar kabar penggerebekan itu melalui sejumlah media massa.

Diberikatakan sebelumnya, petugas kepolisian dari Polsek Bekasi Timur menggerebek rumah di Jalan Ampera, gang Dukuh RT4/RW6, Kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Polisi menduga rumah tersebut dimanfaatkan penghuninya sebagai tempat praktik aborsi.

Saat digerebek, polisi membawa bidan dan tiga orang lainnya yang sampai saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Bekasi Timur.(ant)


  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak

vipqiuqiu99 vipqiuqiu99