Senin, 11 Des 2017

Pembobol Bank Mandiri Segera Disidang

Oleh: marsot
Rabu, 22 Nov 2017 10:15
BAGIKAN:
istimewa.
Bank Mandiri.
JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung menyatakan tersangka pembobolan kredit PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp201,098 miliar, MS alias HP atau Aping dan EWL, segera disidangkan di pengadilan.

Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M Rum di Jakarta,  persidangan bisa dimulai menyusul pelimpahan tahap dua dari penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) kepada penuntut umum pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.

"Tim Penyidik Pidsus Kejaksaan Agung melakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap dua) kepada penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat atas nama tersangka MS alias HP atau Aping, pekerjaan karyawan swasta dan tersangka EWL jabatan Direktur Utama PT Central Stell Indonesia," katanya, Selasa 21 November 2017.

Selanjutnya, tersangka Aping ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejagung selama 20 hari ke depan dari 20 November 2017 sampai 9 Desember 2017. Kemudian Tersangka EWS ditahan di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur.

Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus tersebut bermula saat PT Central Steel Indonesia (CSI) adalah perusahaan yang bergerak di bidang peleburan dari besi bekas menjadi besi beton dan besi ulir untuk bahan bangunan yang didirikan pada 2005, mendapatkan fasilitas kredit dari Bank Mandiri selama 2011-2014.

Kemudian diketahui PT CSI dalam mengajukan permohonan kredit kepada Bank Mandiri dilakukan dengan mengajukan data dan laporan keuangan tidak akurat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan karena menyajikan laporan keuangan keuangan tidak secara seutuhnya.

Serta tidak menyajikan neraca keuangan dengan sebenarnya, yakni berupa arus kas, besaran utang kepada pemegang saham serta adanya informasi pembayaran dividen dan pembayaran utang kepada pemegang saham.

Hingga negara mengalami kerugian keuangan negara sebesar Rp201,098 miliar, kata Kapuspenkum.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Kejaksaan Periksa 11 Saksi Pembobolan Bank Mandiri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) sampai sekarang telah memeriksa 11 saksi dugaan pembobolan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Commercial Banking Center Cab

  • 6 bulan lalu

    Miryam S Hariani Segera Disidang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan dalam waktu dekat Miryam S Haryani segera disidangkan dalam kasus memberikan keterangan tidak benar dalam persidangan kasus KTP-e.Ju

  • 8 bulan lalu

    Kasus Korupsi Disdik Dairi Segera Disidangkan

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi pengadaan komputer di Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi senilai Rp2 miliar tahun anggaran 2011 ke Pe

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99