Selasa, 16 Okt 2018

Pembangunan Taman Raja Batu di Madina disoal

Oleh: Tawanli
Sabtu, 20 Jan 2018 10:53
BAGIKAN:
tawanli
Taman Raja Batu Madina.
MEDAN (EKSPOSnews): Indikasi Korupsi Pembangunan Taman Raja Batu dan Lokasi Taman Sirisiri Syariah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara mulai disoal.

Pasalnya biaya pembangunan lokasi rekreasi tersebut dinilai modus oknum para pejabat Madina untuk melakukan tindak pidana korupsi.K arena sumber dana pembangunan lokasi tersebut  tak jelas dan biayanya cukup fantastis sekira Rp4 miliar.

Berdasarkan sumber dari kota serambi mekkah ini, pembangunan taman Raja Batu dan Taman Sirisiri tidak terdaftar di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Madailing Natal, Sumatera Utara namun belakangan dilakukan pembayaran kepada rekanan.

"Tidak ada di APBD  tetapi  akhirnya ditemukan bukti pembayaran surat perintah pencairan dana (SP2D)," ujar sumber EKSPOSnews, Jumat 19 Januari 2018.

Tokoh masyarakat Madina ini, terus mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) supaya supremasi hukum ditegakkan demi keadilan sehingga indikasi korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Taman Sirisiri syariah segera terbongkar hingga aktor utamanya.

"Banyak pembangunan di Kabupaten Madinah tidak terdaftar di APBD, namun tetap berjalan tanpa halangan, inilah kita pertanyakan dari mana dana membangun itu. Jika ada para donatur tentu ada aturan mainnya,"cetusnya dan meminta namanya dirahasiakan untuk sementara ini.

Info tersebut diperkuat dengan diperiksanya empat pejabat Pemkab Madina oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jumat 19 Januari 2018.

"Pemeriksaan itu dilakukan terkait adanya dugaan korupsi proyek pembangunan Tapian Sirisiri Syariah dan Taman Raja Batu yang menghabiskan dana sebesar Rp8 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2015," ujar Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian

Lebih lanjut Sumanggar mengatakan, para pejabat yang sudah diperiksa itu masing-masing, Sy selaku mantan Kadis PU, RB selaku Kadis Perkim, RH selaku Kadis Pora dan AH selaku Kepala Bapeda.

"Sejauh ini kita masih pulbaket dan penyelidikan. Kita mintai dulu keterangan mereka. Nanti kita kembangkan dari hasil pemeriksaan tersebut," bebernya.

Disinggung apakah status yang diperiksa bisa berubah menjadi tersangka, Sumanggar mengatakan bukan tidak mungkin. "Ini kan berawal dari laporan masyarakat yang kita terima. Kalau di proyek pembangunan tersebut ditemukan adanya kerugian negara, maka yang terlibat pasti akan kita proses hukum," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya pembangunan Tapian Sirisiri Syariah terletak di pinggir Sungai Batang Gadis dan Daerah Aliran Sungai (DAS) serta berdekatan dengan lokasi Taman Raja Batu yang tidak jauh dari Komplek Perkantoran Bupati Madina dibangun tanpa prosedur yang jelas. 

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Pembangunan Musi IV Segera Rampung

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pembangunan Jembatan Musi IV diperkirakan rampung pada November 2018 karena pengerjaannya per September ini sudah mencapai 95 persen atau sesuai dengan target.Pejabat Pembuat K

  • 2 bulan lalu

    Pembangunan Ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Segera Rampung

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menargetkan pembangunan ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar segera selesai sehingga dapat beroperasi total untuk dilalu

  • 3 bulan lalu

    Kotrak Pembangunan Patimban Dimulai

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Perhubungan dan konsorsium menandatangani kontrak pembangunan proyek Pelabuhan Patimban Paket 1 senilai Rp6 triliun.Penandatanganan kontrak Paket 1 Pelabuhan Patimban

  • 6 bulan lalu

    Kejari Awasi Pembangunan Rumah Sakit Tapaktuan

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Kabupaten Aceh Selatan akan mengawasi dan memonitoring pembangunan proyek gedung rawat inap senilai Rp30 miliar sumber DAK tahun 2018 di Badan Layanan Umum Dae

  • 7 bulan lalu

    Kejati Sumut Usut Pembangunan Jalan di Nias Barat

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera mengusut dugaan kasus korupsi pembangunan proyek jalan di Kabubupaten Nias Barat yang bersumber dari Dana Alokasi Umum senilai Rp12 miliar, t

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99