Senin, 26 Feb 2018

Pembangunan Taman Raja Batu di Madina disoal

Oleh: Tawanli
Sabtu, 20 Jan 2018 10:53
BAGIKAN:
tawanli
Taman Raja Batu Madina.
MEDAN (EKSPOSnews): Indikasi Korupsi Pembangunan Taman Raja Batu dan Lokasi Taman Sirisiri Syariah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara mulai disoal.

Pasalnya biaya pembangunan lokasi rekreasi tersebut dinilai modus oknum para pejabat Madina untuk melakukan tindak pidana korupsi.K arena sumber dana pembangunan lokasi tersebut  tak jelas dan biayanya cukup fantastis sekira Rp4 miliar.

Berdasarkan sumber dari kota serambi mekkah ini, pembangunan taman Raja Batu dan Taman Sirisiri tidak terdaftar di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Madailing Natal, Sumatera Utara namun belakangan dilakukan pembayaran kepada rekanan.

"Tidak ada di APBD  tetapi  akhirnya ditemukan bukti pembayaran surat perintah pencairan dana (SP2D)," ujar sumber EKSPOSnews, Jumat 19 Januari 2018.

Tokoh masyarakat Madina ini, terus mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) supaya supremasi hukum ditegakkan demi keadilan sehingga indikasi korupsi pembangunan Taman Raja Batu dan Taman Sirisiri syariah segera terbongkar hingga aktor utamanya.

"Banyak pembangunan di Kabupaten Madinah tidak terdaftar di APBD, namun tetap berjalan tanpa halangan, inilah kita pertanyakan dari mana dana membangun itu. Jika ada para donatur tentu ada aturan mainnya,"cetusnya dan meminta namanya dirahasiakan untuk sementara ini.

Info tersebut diperkuat dengan diperiksanya empat pejabat Pemkab Madina oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jumat 19 Januari 2018.

"Pemeriksaan itu dilakukan terkait adanya dugaan korupsi proyek pembangunan Tapian Sirisiri Syariah dan Taman Raja Batu yang menghabiskan dana sebesar Rp8 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2015," ujar Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian

Lebih lanjut Sumanggar mengatakan, para pejabat yang sudah diperiksa itu masing-masing, Sy selaku mantan Kadis PU, RB selaku Kadis Perkim, RH selaku Kadis Pora dan AH selaku Kepala Bapeda.

"Sejauh ini kita masih pulbaket dan penyelidikan. Kita mintai dulu keterangan mereka. Nanti kita kembangkan dari hasil pemeriksaan tersebut," bebernya.

Disinggung apakah status yang diperiksa bisa berubah menjadi tersangka, Sumanggar mengatakan bukan tidak mungkin. "Ini kan berawal dari laporan masyarakat yang kita terima. Kalau di proyek pembangunan tersebut ditemukan adanya kerugian negara, maka yang terlibat pasti akan kita proses hukum," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya pembangunan Tapian Sirisiri Syariah terletak di pinggir Sungai Batang Gadis dan Daerah Aliran Sungai (DAS) serta berdekatan dengan lokasi Taman Raja Batu yang tidak jauh dari Komplek Perkantoran Bupati Madina dibangun tanpa prosedur yang jelas. 

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Penugasan Pembangunan Infrastruktur kepada BUMN Terlalu Banyak

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai penugasan proyek-proyek infrastruktur baru kepada BUMN Karya sudah terlalu banyak sehingga menjadi salah satu penyebab beruntu

  • 7 hari lalu

    PTPN III Bantu Pembangunan Open Stage Toga Sinaga

    MEDAN (EKSPOSnews): Senior Executive Vice Presiden Bidang SDM & Umum PTPN III Ahmad Gusmar Harahap resmikan Open Stage Toga Sinaga dimana Open Stage ini merupakan bantuan Program BinaLingkungan PTPN I

  • 4 minggu lalu

    Pembangunan Toba Samosir Masih Lambat

    BALIGE (EKSPOSnews): Capaian pembangunan di Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara dinilai belum maksimal akibat kurangnya perhatian dari para pemangku kepentingan di daerah yang terletak di pinggiran

  • satu bulan lalu

    Biaya Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung Membengkak

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) memperkirakan pembiayaan proyek Pelabuhan Kuala Tanjung tahap pertama di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, akan membengkak menjadi Rp4 triliun

  • satu bulan lalu

    Tersangka Korupsi Pembangunan Tower Bank Jabar Ditahan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung menahan tersangka dugaan korupsi pembangunan Tower Bank Jabar di Jalan Gatot Subroto Kaveling 93 Jakarta Selatan, Tri Wiyasa, ke Rumah Tahanan Negara Salemba Caba

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99