Rabu, 22 Mei 2019

Pelaku Teror Bom di Medan Harus Dihukum Berat

Senin, 29 Agu 2016 04:37
BAGIKAN:
ist
Gereja Santo Yosef Medan dibom.

MEDAN (EKSPOSnews): Pemuda yang diduga menjadi pelaku teror bom dan berniat membunuh pastor di Gereja Katolik Stasi Santo Yosef di Jalan Dr Mansyur Medan harus dijatuhi hukuman berat.

"Pelaku yang cukup nekat itu dijatuhi dengan hukuman maksimal dan juga diperberat, sehingga dapat membuat efek jera," kata Pakar Hukum Pidana Universitas Sumatera Utara (USU) Syafaruddin, di Medan, Minggu 28 Agustus 2016.

Perbuatan yang dilakukan pemuda itu, menurut dia, kemungkinan telah direncanakan terlebih dulu, karena adanya barang bukti berupa pisau dan tas diduga berisi bom.

Itu diperkirakan telah diatur cukup rapi oleh pelaku yang berisial IAH (18), apalagi dengan berpura-pura sebagai jemaat di gereja tersebut.

Ia mengatakan, penyerangan terhadap pastor tersebut diduga bisa saja masalah dendam pribadi pelaku.

Namun, pihak kepolisian sampai saat ini masih terus mendalami kasus yang dilakukan oknum pemuda tersebut.

"Biarkanlah penyidik melakukan pengusutan terhadap kasus yang terjadi di gereja Katolik itu," ucap Guru Besar Fakultas Hukum USU tersebut.

Syafaruddin menambahkan, kasus tersebut dinilai cukup berat karena perbuatan itu dilakukan disebuah gereja.

Selain itu, pelaku juga membawa senjata tajam berupa pisau dan juga tas diduga berisi bom.

Kemudian, pelaku berencana akan membunuh seorang pastor yang akan memberikan kotbah disebuah gereja.

"Seluruh pelanggaran dan perbuatan yang dilakukan pelaku cukup berat dan sangat membahayakan masyarakat, wajar diberikan sanksi yang tegas," katanya.

Sebelumnya, seorang pemuda menyerang pastor di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan dr Mansyur Medan dengan sebuah pisau sambil membawa tas yang diduga berisi bom.

Direktur Reskrim Umum Polda Sumut Kombes Pol Nur Falah mengatakan, pelaku berinisial IAH (18) masuk dan berpura-pura mengikuti misa di gereja tersebut.

Ketika pastor Albret S. Pandiangan akan memberikan kotbah, pelaku mengejarnya hingga ke altar gereja.

Pelaku berupaya melukai pastor tersebut dengan pisau yang dibawanya, tetapi hanya mengenai bagian tangan.

Pelaku juga membawa sebuah tas yang berisi benda yang diduga bom, tetapi tidak meledak. Tas tersebut hanya mengeluarkan api dan asap.(ant)


  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Pelaku Pengeroyokan Polisi di Pekanbaru Diduga Geng Motor

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Satuan reserse kriminal kepolisian resort Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menangkap dua pelaku yang menganiaya disertai penusukan tiga personel polisi hingga mengalami luka tusuk

  • 2 bulan lalu

    Pelaku Pencabulan Anak Ditangkap di Papua

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Tim Khusus Polda Sulawesi Selatan bersama Tim Khusus Polres Pangkajene Kepulauan berhasil mengamankan dua pelaku pencabulan anak di bawah umur yang kabur hingga ke Provinsi Papu

  • 2 bulan lalu

    Hukum Berat Pembunuh Pendeta di Sumatera Selatan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Aktivis Pusat Pembelaan Hak-hak Perempuan, Women's Crisis Center Palembang, meminta penyidik Reskrimum Polda Sumatera Selatan menghukum berat dua tersangka pembunuh calon

  • 3 bulan lalu

    Polisi Tahan Pelaku Kerusuhan di Tebing Tinggi

    MEDAN (EKSPOSnews): Polres Tebing Tinggi telah menetapkan 11 tersangka pelaku kericuhan saat berlangsungnya acara peringatan Harlah NU ke-93 di Lapangan Merdeka Tebing Tinggi, Provinsi Sumatera Utara,

  • 3 bulan lalu

    Pelaku Kekerasan Seksual Harus Dihukum Berat

    KUPANG (EKSPOSnews): Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Veronika Ata mengatakan, aparat penegak hukum harus berani menjatuhkan hukuman berat bagi para pelaku kekerasan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99