Kamis, 19 Sep 2019

Pelaku Pengeroyokan Polisi di Pekanbaru Diduga Geng Motor

Oleh: Jallus
Selasa, 23 Apr 2019 04:06
BAGIKAN:
istimewa.
Polisi.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Satuan reserse kriminal kepolisian resort Kota Pekanbaru, Provinsi Riau menangkap dua pelaku yang menganiaya disertai penusukan tiga personel polisi hingga mengalami luka tusuk senjata tajam dan harus mendapat perawatan intensif.

"Dua ditangkap dan dua lagi masih DPO (daftar pencarian orang)," kata Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto kepada Antara di Pekanbaru, Senin 22 April 2019.

Dia mengatakan kedua tersangka tersebut masing-masing berinisial AA (22) dan F (19). Keduanya diduga bersama-sama terlibat melakukan penganiayaan terhadap tiga personel polisi Bripda Firli Novendri, Bripda Joss Hapison Jaluhu dan Bripda Riko Samuel D. Butar Butar dan mengalami luka tusuk pada bagian tangan dan kaki.

Sementara dua pelaku lainnya AAN dan Ren ditetapkan sebagai DPO.

Santo menyebut kedua pelaku yang ditangkap merupakan pimpinan kelompok yang memerintahkan melakukan penyerangan terhadap polisi.

Selain menangkap dua pelaku, Polisi juga menangkap tiga pelaku lainnya yang melakukan pengrusakan fasilitas Rumah Sakit Syafira Pekanbaru.

Pengrusakan itu sendiri masih erat kaitannya dengan aksi penganiayaan anggota polisi tersebut. Pasalnya, setelah diserang hingga mengalami luka-luka, ketiganya sempat dilarikan ke Rumah Sakit Syafira untuk mendapat pertolongan pertama sebelum dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

Ketiga tersangka tersebut adalah GM dan BI serta F yang sebelumnya diduga turut melakukan penganiayaan Polisi.


Anggota Geng Motor.

Kombes Pol Susanto mengatakan para pelaku merupakan bagian dari kelompok geng motor yang menjuluki nama mereka sebagai L2N atau Lanang-Lanang Nekat. Lanang adalah bahasa Jawa dengan arti laki-laki.

"Mereka adalah kelompok geng motor. Kita tidak akan berikan ruang kepada kelompok geng motor yang mengganggu ketertiban masyarakat," katanya.

Aksi pengeroyokan dan penganiayaan hingga mengakibatkan tiga personel Direktorat Sabhara Polda Riau mengalami luka-luka terjadi pada Minggu dinihari (21/4) sekitar pukul 02.00 WIB kemarin.

Aksi tersebut terjadi di depan Gelanggang Olahraga Remaja, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Santo mengatakan insiden itu dipicu akibat kesalahpahaman antara anggota polisi dan geng motor yang kumpul di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Kesalahpahaman itu kemudian memuncak hingga berujung pada penganiayaan hingga menyebabkan jatuhnya korban luka.

Selain empat tersangka, Santo juga mengatakan sejumlah personel polisi turut dimintai keterangan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polda Riau. Diduga sejumlah personel polisi turut ke TKP dengan berpakaian preman saat insiden penganiayaan terjadi.

"Apakah ini melibatkan adanya anggota berpakaian preman ini sedang ditangani propram Polda Riau. Terhadap pelaku sipil ditangani pidana umum bersama dengan Krimum Polda Riau," jelasnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    PTPN V Tawarkan Bantuan kepada Pemkot Pekanbaru

    PEKANBARU (EKSPOSnews): PT Perkebunan Nusantara V menawarkan bantuan kepada Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengatasi banjir yang kerap melanda Ibu Kota Provinsi Riau tersebut saat diguyur hujan.Direk

  • 6 bulan lalu

    Trase Jalan Tol Padangpariaman-Pekanbaru Tak Bisa Digeser

    PADANG (EKSPOSnews): Trase Jalan Tol Padangpariaman-Pekanbaru kilometer 0-30 kilometer yang dipertanyakan masyarakat setempat, tidak bisa lagi digeser karena telah melalui berbagai pertimbangan."Trase

  • 8 bulan lalu

    Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Jangan Kejar Target

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Pengerjaan konstruksi proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai baru mencapai 40 persen hingga Januari 2019, tapi kontraktor dan Pemprov Riau optimistis proyek strategis nasional itu se

  • 8 bulan lalu

    BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru Berikan Rapor Merah

    PEKANBARU (EKSPOSnews): BPJS Kesehatan Cabang Pekanbaru, mencatat sebanyak 92 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) mendapat "rapor merah" dan kini mengalami penyesuaian kapitasi periode Januari-

  • 9 bulan lalu

    Perang Tarif Hotel di Pekanbaru

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Provinsi Riau mengungkapkan ada perang tarif hotel di Kota Pekanbaru akibat jumlah kamar terus bertambah.Pihak hotel berupaya menjaga keb

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99