Minggu, 21 Okt 2018

PSI Nilai Fahri Hamzah Terlalu Menyederhanan Kasus Ratna Sarumpaet

Oleh: Jallus
Jumat, 12 Okt 2018 04:25
BAGIKAN:
istimewa.
Fahri Hamzah.
JAKARTA (EKSPOSnews): DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengingatkan kepada semua pihak yang dilaporkan ke kepolisian terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet untuk tidak melulu memainkan kasus hukum ini di ranah opini politik.

"Melontarkan pembenaran-pembenaran, melemparkan tuduhan-tuduhan pengalihan isu, dan lain-lain," kata Juru bicara PSI, Dedek Prayudi dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah sebelumnya meminta pihak kepolisian untuk segera menghentikan kasus kebohongan Ratna Sarumpaet karena dianggapnya masuk ranah pribadi.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini menilai Fahri Hamzah tidak memahami demokrasi karena mengindahkan kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Ia menjelaskan bahwa dalam demokrasi yang maju, substansi dan metode penyampaian pendapat dan berita memiliki pengaruh sangat sentral dalam tumbuhkembangnya peradaban.

Cara berdemokrasi, lanjut dia, menentukan kemana arah peradaban bangsa, apakah kemajuan atau kehancuran.

Terkait dengan berita bohong yang disertai tuduhan, baik itu secara eksplisit maupun implisit, mengarahkan peradaban demokrasi Indonesia menjadi demokrasi yang penuh kebohongan dan merupakan akar dari pecah belah. Hal serupa pernah dilakukan oleh penjajah Belanda hingga ISIS.

"Pak Fahri mungkin tidak memahami ini, sehingga beberapa kali mengeluarkan statemen yang terkesan mengentengkan bahaya berita bohong dan tuduhan bohong. Beliau di beberapa kesempatan menganggap bahwa kasus ini sebaiknya berhenti sampai permohonan maaf," kata Dedek.

Fahri memandang, kasus kebohongan Ratna Sarumpaet merupakan kasus pribadinya, sehingga tak perlu dikembangkan dengan menyeret orang lain. Fahri juga menyarankan tak perlu lagi aparat kepolisian menanggapi laporan-laporan yang masuk terkait kasus tersebut.

Namun Dedek berpandangan, bahwa Fahri Hamzah merasa paling benar soal kasus Ratna Sarumpaet. Ia berpendapat, kasus tersebut harus dituntaskan dan tak berhenti dengan permintaan maaf.

"Kalau memang sudah pernah mengaku salah, maka bersikaplah seperti orang yang salah. Kami menangkap kesan bahwa pak Fahri justru merasa paling benar, karena sudah pernah mengaku salah," ujar Dedek.

Permintaan maaf memang harus dimaafkan, sebagai makhluk Tuhan, tetapi proses hukum harus tetap berjalan, sebagai bentuk implementasi kenegaraan. Namun, kasus ini harus dikupas habis demi peradaban demokrasi bangsa, katanya. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Kejati Jambi Tahan 4 Pelaku Korupsi

    JAMBI (EKSPOSnews): Penyidik Kejati Jambi kembali menetapkan dan langsung menahan empat tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana pipanisasi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun anggaran 2009-

  • satu minggu lalu

    Polisi Sita Rekam Medis Ratna Sarumpaet

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Polda Metro Jaya menyita rekam medis bedah plastik tersangka ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet di Rumah Sakit Bina Estetika Menteng Jakarta Pusat."Petugas ambil rekam me

  • 2 minggu lalu

    Buronan Korupsi Ditangkap di Kantor Polisi

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Banda Aceh menangkap seorang terpidana korupsi pengadaan obat di Rumah Sakit Ibu dan Anak Aceh yang selama empat tahun masuk daftar pencarian orang (DPO) di k

  • 2 minggu lalu

    Pelapor Korupsi Dapat Uang dari Pemerintah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan

  • 2 minggu lalu

    Ratna Sarumpaet Dijerat Pasal Berlapis

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ratna Sarumpaet akan dijerat pasal berlapis setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya, Kamis malam. Pasal berlapis itu ialah pasal 14 UU Nomor 1/1946 te

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99