Senin, 17 Des 2018

PSI Nilai Fahri Hamzah Terlalu Menyederhanan Kasus Ratna Sarumpaet

Oleh: Jallus
Jumat, 12 Okt 2018 04:25
BAGIKAN:
istimewa.
Fahri Hamzah.
JAKARTA (EKSPOSnews): DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengingatkan kepada semua pihak yang dilaporkan ke kepolisian terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet untuk tidak melulu memainkan kasus hukum ini di ranah opini politik.

"Melontarkan pembenaran-pembenaran, melemparkan tuduhan-tuduhan pengalihan isu, dan lain-lain," kata Juru bicara PSI, Dedek Prayudi dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis 11 Oktober 2018.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah sebelumnya meminta pihak kepolisian untuk segera menghentikan kasus kebohongan Ratna Sarumpaet karena dianggapnya masuk ranah pribadi.

Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini menilai Fahri Hamzah tidak memahami demokrasi karena mengindahkan kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Ia menjelaskan bahwa dalam demokrasi yang maju, substansi dan metode penyampaian pendapat dan berita memiliki pengaruh sangat sentral dalam tumbuhkembangnya peradaban.

Cara berdemokrasi, lanjut dia, menentukan kemana arah peradaban bangsa, apakah kemajuan atau kehancuran.

Terkait dengan berita bohong yang disertai tuduhan, baik itu secara eksplisit maupun implisit, mengarahkan peradaban demokrasi Indonesia menjadi demokrasi yang penuh kebohongan dan merupakan akar dari pecah belah. Hal serupa pernah dilakukan oleh penjajah Belanda hingga ISIS.

"Pak Fahri mungkin tidak memahami ini, sehingga beberapa kali mengeluarkan statemen yang terkesan mengentengkan bahaya berita bohong dan tuduhan bohong. Beliau di beberapa kesempatan menganggap bahwa kasus ini sebaiknya berhenti sampai permohonan maaf," kata Dedek.

Fahri memandang, kasus kebohongan Ratna Sarumpaet merupakan kasus pribadinya, sehingga tak perlu dikembangkan dengan menyeret orang lain. Fahri juga menyarankan tak perlu lagi aparat kepolisian menanggapi laporan-laporan yang masuk terkait kasus tersebut.

Namun Dedek berpandangan, bahwa Fahri Hamzah merasa paling benar soal kasus Ratna Sarumpaet. Ia berpendapat, kasus tersebut harus dituntaskan dan tak berhenti dengan permintaan maaf.

"Kalau memang sudah pernah mengaku salah, maka bersikaplah seperti orang yang salah. Kami menangkap kesan bahwa pak Fahri justru merasa paling benar, karena sudah pernah mengaku salah," ujar Dedek.

Permintaan maaf memang harus dimaafkan, sebagai makhluk Tuhan, tetapi proses hukum harus tetap berjalan, sebagai bentuk implementasi kenegaraan. Namun, kasus ini harus dikupas habis demi peradaban demokrasi bangsa, katanya. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 22 jam lalu

    Gunung Api Soputan Erupsi, Status Siaga

    JAKARTA (EKSPOSnews): Gunung Soputan di Sulawesi Utara mengalami erupsi pada Minggu pukul 03.09 WITA dengan tinggi kolom abu teramati 3.000 meter di atas puncak ( 4.809 meter di atas permukaan laut) m

  • 4 hari lalu

    KPK Tetapkan Bupati Cianjur Tersangka Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi mengimbau Tubagus Cepy Sethiady yang merupakan kakak ipar dari Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar segera menyerahkan diri ke KPK.KPK telah menetapka

  • 6 hari lalu

    KPK Limpahkan Kasus Korupsi Anthony Liando

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas dan dakwaan Anthony Liando (AL), terdakwa suap kepada Kepala Kantor Pajak (KPP) Pratama Ambon,Maluku terkait wajib pajak ora

  • satu bulan lalu

    Kejari Binjai Tangkap Buronan Korupsi

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Binjai menangkap tersangka bernisial DS (56) dalam kasus dugaan korupsi pembayaran gaji dan pencarian dana asuransi kematian senilai Rp600 juta.Kasi Penkum Kejaksa

  • 2 bulan lalu

    Ribuan PNS yang Terlibat Korupsi Akan Diberhentikan

    KEDIRI (EKSPOSnews): Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri mencatat selama 2018 terdapat 2.357 pegawai negeri sipil (PNS) sedang diproses pemberhentiannya dengan tidak hormat karena terlibat k

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99