Senin, 23 Okt 2017

Oknum TNI AU Penganiaya Wartawan Diadili

Oleh: Jallus
Selasa, 20 Jun 2017 04:18
BAGIKAN:
istimewa
TNI (ilustrasi).
MEDAN (EKSPOSnews): Oknum TNI AU Lanud Soewondo berinisial RPS, penganiaya wartawan Array Argus dan rekannya Teddy Akbari diadili di Pengadilan Militer 1-02 Medan.

Oditur Militer Darwin Hutahaen dalam dakwaannya di Pengadilan Militer I-02 Medan,  menyebutkan, peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada 15 Agustus 2016.

Saat itu, menurut Darwin, situasi di Kelurahan Sari Rejo semakin memanas mengenai sengketa tanah yang terjadi antara warga dengan TNI AU.

Kemudian, Array dan Teddy berangkat melaksanakan tugas jurnalistik dengan menggunakan sepeda motor ke lokasi kejadian di Sari Rejo.

Ketika berada di lokasi, Array dan Teddy didatangi rombongan prajurit TNI AU dan salah seorang diantaranya adalah oknum RPS yang menanyakan alasan k3dus wartawan itu berada di lokasi tersebut.

Dalam surat dakwaan itu disebutkan, bahwa RPS berbuat nekad dan menghajar Array karena saksi mencoba menepis tangan terdakwa.

"Tak terima tangannya ditepis, RPS kemudian menendang perut Array hingga terpental ke lokasi yang banyak terdapat bebatuan," kata Oditur Militer itu, Senin 19 Juni 2017.

Ia menyebutkan, Array berusaha menyelamatkan diri, dan bersembunyi di belakang rumah warga.

Namun nahas, saksi korban tersebut tidak bisa melarikan diri dari amukan RPS, karena bagian samping rumah warga itu tertutup dengan seng bekas.

Saksi Array akhirya menjadi bulan-bulan dan dihajar oleh oknum anggota TNI AU Lanud Soewondo.

Terdakwa RPS dijerat melanggar Pasal 170 juntoo Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. Terdakwa tidak dikenakan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers karena menghalangi wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistik.

Usai mendengarkan dakwaan, penasihat hukum terdakwa RPS, Andrie G akan menyampaikan eksepsi pada Selasa (4/7).

LBH sesalkan dakwaan Sementara itu, pengurus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Aidil Aditya, usai sidang, menyesalkan dakwaan Oditur Militer pada persidangan dugaan penganiayaan wartawan yang dilakukan oknum TNI AU Lanud Soewondo, RPS.

Dalam dakwaan tersebut, tidak benar saksi korban Array wartawan Tribun Medan menepis tangannya RPS, saat memberikan instruksi untuk meninggalkan lokasi pada kerusuhan di Sari Rejo.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Array tidak ada menjelaskan bahwa kasus penganiayaan itu, karena adanya tepisan tangan dari terdakwa.

Oleh karena itu, LBH Medan mempertanyakan munculnya tepisan tangan dalam dakwaan Oditur Militer tersebut.

"Kami mendampingi Array sewaktu di-BAP, tidak ada mengatakan menepis tangan oknum TNI AU pada saat kejadian tersebut," ujar Aidil.

Ia menyebutkan, pelanggaran yang disangkakan terhadap RPS, hanya dikenakan Pasal 170 junto Pasal 351 KUH Pidana, dan tidak ada dicantumkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Kenapa Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dihilangkan, padahal Array sedang menjalankan tugasnya sebagai jurnalis namun dihalangi oleh RPS," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Ridwan Mukti Mulai Diadili

    BENGKULU (EKSPOSnews): Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti beserta istri Lily Martiani Maddari menjalani sidang perdana pada di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Kota Bengkulu."Agenda sidang

  • satu bulan lalu

    14 Taruna Akpol Mulai Diadili

    SEMARANG (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah, mengadili 14 taruna Akademi Kepolisian yang melakukan penganiayaan terhadap juniornya.Sidang yang digelar di PN Semarang,  terbagi

  • 4 bulan lalu

    Eddy Syahputra Salim, Tukang Pungli Mulai Diadili

    MEDAN (EKSPOSnews): Terdakwa Eddy Syahputra Salim, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Sumatera Utara diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, dalam kasus pungutan liar

  • 6 bulan lalu

    Satu Lagi Mantan Pejabat Bank Sumut yang Korupsi Diadili

    MEDAN (EKSPOSnews): Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan mengadili terdakwa Zulkarnain, mantan Pelaksana Pejabat Pembuat Komitmen Bank Sumut dalam kasus dugaan korupsi pembelian 294 kendaraan dinas

  • 7 bulan lalu

    Iwan Pulungan Mantan Kabag di Bank Sumut Mulai Diadili

    MEDAN (EKSPOSnews): Terdakwa Iwan Pulungan, mantan Kepala Divisi Bank Sumut, diadili dalam kasus dugaan korupsi pembelian 294 kendaraan dinas senilai Rp17 miliar tahun anggaran 2013 di Pengadilan Tind

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99