Rabu, 16 Jan 2019

OTT di BPN Siak

Oleh: Jallus
Jumat, 27 Jul 2018 04:24
BAGIKAN:
istimewa.
Pungli.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Riau membenarkan telah menggelar operasi tangkap tangan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak yang sebelumnya santer terdengar beberapa waktu terakhir.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto di Pekanbaru, menjelaskan operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) tersebut dilakukan pada Rabu (25/7) sore.

"Dua terduga pelaku diamankan dari operasi tersebut," katanya, Kamis 26 Juli 2018.

Kedua terduga pelaku yang masih menjalani pemeriksaan tersebut merupakan seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) dan honorer. Terduga yang seluruhnya wanita itu berinisial SD alias DI (33) dan IR (37).

Sunarto menuturkan OTT itu dilakukan tim Saber Pungli di Kantor BPN, tepatnya komplek perkantoran Pemda Sungai Betung, Kabupaten Siak.

Operasi berawal ketika Tim Saber Pungli yang dipimpin Kombes Sumadi mendatangi Polres Siak pada hari kejadian berlangsung. Tim kemudian mendatangi kantor BPN Siak untuk melakukan penggeledahan.

Dengan berbekal surat perintah tugas, tim menggeledah ruangan Seksi Hukum Pertanahan. Di ruang tersebut, ditemukan uang senilai Rp2,9 juta yang belakangan dijadikan salah satu barang bukti.

Uang tersebut diduga untuk memperlancar proses peralihan hak serta pengurusan tanah.

Dari pemeriksaan sementara, Sunarto menyebut kedua terduga pelaku memiliki peran masing-masing untuk merumuskan besaran pungli dalam mengurus surat peralihan hak serta penerima uang dari korban.

"SD diduga berperan sebagai penerima uang, kemudian YH alias IR diduga sebagai perumus besaran pungli," tuturnya.

Dari OTT tersebut, selain menyita Rp2,9 juta sebagai barang bukti, petugas juga menyita dokumen catatan masyarakat yang melakukan pengurusan tanah, rekaman kamera pengintai CCTV, arsip pengurusan tanah dan dua unit ponsel.

Kasus ini sendiri masih terus didalami kepolisian. Meski begitu, keduanya terancam Pasal 12 Huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Setan Merah Tundukkan Tottenham

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pelatih interim Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menyebut para pemainnya sukses menjalankan taktik yang diarahkannya hingga berhasil mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0 dal

  • 7 hari lalu

    Tottenham Hotspur Gasak Chelsea

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tottenham Hotspur berhasil mengalahkan Chelsea dengan skor 1-0 dalam laga semifinal pertama Piala Liga Inggris di Stadion Wembley, London, Inggris, Rabu pagi WIB.Kemenangan Totte

  • 4 minggu lalu

    Kronologi OTT Staf Kemenpora

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan kronologi tangkap tangan kasus korupsi penyaluran bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepad

  • 4 minggu lalu

    KPK Catat Rekor Terbanyak OTT. Jajaran Kepolisian Belum Disentuh!

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia mencatat operasi tangkap tangan terbanyak sejak institusi penegak hukum itu berdiri pada 2003 adalah pada tahun ini sebanyak 28 ka

  • 4 minggu lalu

    OTT di Kemenpora Terkait Dana Hibah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan bahwa operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan terhadap sejumlah pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kem

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99