Rabu, 15 Agu 2018

Narkoba Asal Tiongkok Beredar di Indonesia

Oleh: marsot
Kamis, 09 Agu 2018 09:24
BAGIKAN:
istimewa.
Naarkotika.
MEDAN (EKSPOSnews): Gerakan Nasional Anti Narkotika Sumatera Utara mensinyalemen narkoba yang banyak beredar di Indonesia berasal dari Tiongkok.

Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumut, Hamdani Harahap, di Medan,  mengatakan penyelundupan narkoba tersebut, harus secepatanya dihentikan sehingga tidak merusak generasi muda harapan bangsa dan merugikan masyarakat.

Sebab selama ini, menurut dia, narkotika yang berhasil disita aparat keamanan yang ada di Tanah Air ini, berasal dari Negeri Tirai Bambu itu.

"Diduga sindikat narkotika dari luar negeri itu, banyak yang masuk ke Indonesia untuk menjalankan bisnis haram yang ilegal, dan dilarang oleh Pemerintah," ujar Hamdani, Kamis 9 Augustus 2018.

Ia mengatakan, Pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, Bea dan Cukai, serta instansi terkait lainnya dapat bekerja sama dengan Komisi Nasional Pengendalian Narkotika (National Narcotics Control Commission of China/NNCC) Tiongkok, dalam memberantas peredaran narkoba.

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan penyelundupan narkoba ke Indonesia dapat dicegah, dan semakin berkurang.

"Jadi, Indonesia harus diselamatkan dari ancaman narkoba yang tidak hanya merusak rakyat, tetapi juga dapat membahayakan negara," ucap dia.

Hamdani menyebutkan, narkoba yang sering masuk ke Indonesia, juga diduga dari Thailand, Malaysia dan beberapa negara lainnya.

Bahkan, narkoba tersebut masuk ke Indonesia ini, melalui perbatasan dari ke dua negara dan melalui jalur laut.

Wilayah perairan tersebut, harus lebih ditingkatkan pengamanannya untuk mengantisipasi agar narkotika itu tidak masuk ke Indonesia.

"Pemerintah Indonesia dan aparat keamanan agar lebih tegas dalam pemberantasan narkotika dan menghukum berat bandar narkoba sehingga membuat efek jera," kata Direktur Citra Keadilan itu.

Sebelumnya, Direktorat Narkoba Polda Sumatera Utara, Selasa (31/7) memusnahkan seberat 49,38 kilogram narkoba jenis sabu, 74 kilogram ganja, dan 300 butir pil ekstasi, merupakan hasil tangkapan jaringan sindikat Malaysia - Aceh - Medan.

Narkoba tersebut, dimusnahkan dengan cara dibakar ditungku dan direbus melalui air mendidih.

Narkoba itu, merupakan hasil tangkapan petugas di Belawan, Kabupaten Asahan, Kabupaten Langkat dan beberapa lokasi lainnya di Kota Medan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Buku Penerbit Yang Diblacklist Pemerintah Beredar di Bondowoso, Pasuruan, dan Tuban

    BONDOWOSO (EKSPOSnews): Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Jawa Timur (Jatim) mengungkap beredarnya buku2 dari penerbit yang diblacklist pemerintah di kabupaten Bondowoso, Pasuruan dan Tuban."Ironisnya

  • 5 bulan lalu

    Barang Beredar Banyak Tak Sesuai SNI

    JAMBI (EKSPOSnews): Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLKI) Perwakilan Provinsi Jambi, menyayangkan banyaknya barang-barang yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan Standar Nasional Indones

  • 8 bulan lalu

    Awas...Mie Kedaluarsa

    PADANG (EKSPOSnews): Wali Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta pihak kepolisian menindak tegas pelaku yang mengemas ulang mie kedaluwarsa yang diungkap Polda Sumbar pada

  • tahun lalu

    Awas Beras Oplosan

    MEDAN (EKSPOSnews): Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sumatera Utara minta kepada masyarakat agar tetap mewaspadai beras oplosan yang kemungkinan masih banyak beredar di super market, pasar t

  • tahun lalu

    Uang Palsu Beredar di Langkat

    STABAT (EKSPOSnews): Polisi Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, meringkus pemilik uang palsu berikut menyita barang buktinya dari salah satu kedai di Dusun 12 Bukit Pelita Desa Bukit Selamat

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99