Kamis, 19 Jul 2018

Mengapa Mau Beli Sabu-Sabu, Padahal Harganya Lebih Mahal dari Emas?

Oleh: marsot
Minggu, 15 Apr 2018 10:58
BAGIKAN:
istimewa.
Narkoba.
BANDUNG (EKSPOSnews): Deputi Pengembangan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Dunan Ismail mengatakan harga satu gram narkoba jenis sabu jauh lebih mahal dibandingkan harga satu gram emas atau logam mulia.

Irjen Pol Dunan Ismail di Bandung,  menyebutkan harga sabu Rp1,8 - Rp2 juta/gram sedangkan emas atau logam mulia Rp400-Rp600 ribu/gram.

"Dan kenapa narkoba banyak masuk ke Indonesia, itu karena pangsa pasarnya besar. Dan jangan salah harga sabu itu lebih mahal dibandingkan emas atau logam mulia per gramnya. Sabu satu gram bisa Rp1,8 - Rp2 juta sedangkan emas itu hanya Rp400 ribu hingga Rp600 ribu," kata Irjen Pol Dunan Ismail di Bandung, Minggu 15 April 2018.

Ditemui usai menjadi pembicara pada talk show kampanye bahaya narkoba yang diadakan oleh Citilink Indonesia-BNN, Irjen Pol Dunan mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh BNN dan UI angka prevalensi pengguna narkoba pada tahun 2017 mencapai 1,77 persen atau 3,3 juta penduduk Indonesia menjadi penyalahguna narkoba.

"Angka prevalensi di tahun 2014, kita masih di angka dua koma sekian, itu sampai lima juta. Tapi hasil penelitian terbaru itu menjadi 1,7 atau sekitar 3,3 juta jiwa. Kalau dari angka prevalensi itu sudah ada penurunan. Saya kira itu hasil kita bersama," kata dia.

Menurut dia, pemerintah sendiri berkomitmen untuk bisa menahan menurunkan jumlah pengguna narkoba di Indonesia setiap tahunnya.

"Itu dari Bappenas kita sudah ada parameter agar kita bisa menahan laju peningkatan prevelensi ini di angka 0,05. Makanya kita harus sudah tahun 2019 sudah bisa di angka 0,05," kata dia.

Hingga saat ini, lanjut dia, ada 71 jenis narkoba baru yang masuk ke Indonesia sehingga diperlukan kerja sama dari semua pihak untuk memerangi bahaya dari barang haram tersebut.

"Dan kita juga punya fungsi terkait rehabilitasi. Itu yang 3,3 juta pengguna narkoba itu harus kita selamatkan, kalau tidak mereka semua akan di bawa oleh bandar. Jadi Kalau ada yang terkena narkoba segera lapor ke BNN atau polisi, itu tidak akan kena hukum. Malah kalau ada pihak-pihak seperti di dalam keluarga ada yang kena narkoba tapi tidak lapor itu malah bisa kena sanksi hukum," kata dia.

Dia mengatakan BNN akan terus menggandeng semua komponen masyarakat seperti pihak maskapai penerbangan di Indonesia untuk ikut bergerak bersama-sama memerangi bahaya narkoba.

"Jadi BNN itu sebenarnya tidak hanya menggandeng maskapai saja tapi seluruh komponen masyarakat. Namun memang maskapai penerbangan itu kan salah satu komponen juga yang sangat penting, di situ jasa penerbangan yang digunakan masyarakat dan faktor keselamatan harus jadi nomor satu," kata dia.

"Salah satu yang penting adalah seluruh sumber daya manusia di maskapai penerbangan itu, harus betul-betul bersih dari narkoba karena ini terkait faktor keselamatan juga," lanjut dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Pelindo Ajak Pengusaha Aceh Gunakan Peti Kemas

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): PT Pelindo I selaku pengelola Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, mengajak pengusaha di Provinsi Aceh memanfaatkan jasa pengiriman barang dengan menggunakan peti ke

  • 7 hari lalu

    BC Dumai Musnahkan Sabu-Sabu

    DUMAI (EKSPOSnews): Narkotika jenis sabu sabu seberat 5,1 kilogram senilai Rp8 miliar hasil pengungkapan Bea Cukai Dumai di Terminal Fery Pelindo pada 8 Juni 2018, akhirnya dimusnahkan dengan direndam

  • 3 minggu lalu

    Petugas Bandara Sultan Syarif Kasim II Amankan Penumpang Bawa Sabu-Sabu

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Sultan Syarif Kasim II Kota Pekanbaru mengamankan dua calon penumpang yang membawa narkotika jenis sabu-sabu untuk selanjutnya diserah

  • satu bulan lalu

    Satgas Pamtas Amankan Sabu-Sabu dari Malaysia

    NUNUKAN (EKSPOSnews): Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Batalion 621/Mtg mengamankan satu kilogram narkotika jenis sabu-sabu yang diselundupkan dari negeri jiran Malaysia.Komandan Satgas Pam

  • satu bulan lalu

    Sertifikat ISPS Code Buat Terminal Peti Kemas Domestik Belawan

    MEDAN (EKSPOSnews): Terminal Petikemas Domestik Belawan (TPKDB) yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1, telah mendapat sertifikat International Ship and Port Security (ISPS) C

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99