Kamis, 18 Apr 2019

Mantan Wakil Gubernur Aceh Diduga Kecipratan Uang Korupsi

Oleh: marsot
Senin, 25 Feb 2019 20:26
BAGIKAN:
istimewa.
Korupsi.
JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Aceh periode 2007 hingga 2012 Muhammad Nazar disebut mendapat Rp700 juta dari proyek pembangunan Dermaga Sabang Aceh yang dibiayai APBN.

"Ada untuk Wakil Gubernur Rp700 juta Pak Muhammad Nazar selaku NAD 2," kata Board of Management (BOM) Nindya Sejati Joint Operation (JO) Bayu Ardhianto dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin 25 Februari 2019.

Bayu bersaksi untuk terdakwa Irwandi Yusuf yang didakwa melakukan tiga perbuatan, yaitu pertama menerima suap sebesar Rp1,05 miliar terkait dengan proyek-proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018.

Kedua, menerima gratifikasi sepanjang menjadi Gubernur Aceh periode 2017 s.d. 2022 sebesar Rp8,717 miliar, dan ketiga gratifikasi saat menjabat Gubernur Aceh 2007 s.d. 2012 sebesar Rp32,454 miliar sehingga seluruhnya mencapai Rp42,221 miliar.

Proyek pembangunan Dermaga Sabang dikerjakan oleh Joint Operation (JO) Nindya Karya dan Tuah Sejati terbukti ada korupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp116 miliar dalam periode 2006 s.d. 2011 dengan anggaran sekitar Rp760 miliar.

Dalam proyek itu, sudah ada beberapa orang yang divonis penjara, yaitu kuasa Nindya Sejati JO Heru Sulaksono yang divonis 9 tahun penjara, pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek Ramadhani Ismy divonis 6 tahun penjara, dan mantan Gubernur Bener Meriah Ruslan Abdul Gani divonis 5 tahun penjara.

Uang untuk Wakil Gubernur Muhammad Nazar itu disebut Bayu diminta oleh mantan Panglima GAM Sabang Izil Azhar yang juga orang dekat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

"Ada untuk NAD 1 (Gubernur Aceh), ada untuk NAD 2 Pak Muhammad Nazar, ada catatannya," ungkap Bayu.

Bayu mengaku menyerahkan uang tersebut kepada Izil Azhar secara tunai.

"Prosedunya permintaan Izil Azhar disampaikan kepada Pak Taufik (Muhammad Taufik Reza)," tambah Bayu.

Bekas Bupati Bener Meriah sekaligus mantan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Ruslan Abdul Gani mengaku ada pengeluaran teknis maupun nonteknis saat pengerjaan Dermaga Sabang.

"Teknis karena fisik di lapangan harus aman, sedangkan non teknis yaitu ada kombatan GAM mengaku-ngaku mengambil sesuatu atau menghambat pekerjaan dan yang paling piawai adalah Izil Azhar karena bisa mengamankan jadi kegiatan bisa aman sesuai dengan arahan Gubernur," kata Ruslan.

Nonteknis yang dimaksud Ruslan, khususnya sejumlah permintaan dari para mantan kombatan GAM.

"Pandai-pandai kami saja sesuai dengan kondisi di lapangan karena saat itu 2011 sedang masa transisi, ya, biasalah teman-teman kami biasa tidak makan, sekadar minta ongkos pulang itu yang kami sebut nonteknis," ungkap Ruslan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Uang Korupsi yang Sudah Dikembalikan DPRD Sumut Baru Rp7,15 miliar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara telah mengembalikan uang yang pernah mereka terima dengan total Rp7,15 miliar terkait dengan kasus suap kepada DPRD Sumut.Juru Bicar

  • tahun lalu

    Kejagung Sita Uang Korupsi di BKKBN

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) menyita uang sebesar Rp6 miliar dari tersangka dugaan korupsi di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (B

  • 2 tahun lalu

    Duta Graha Kembalikan Sebagian Uang Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Duta Graha Indah (DGI) yang sudah berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Tbk. sudah mengembalikan Rp15 miliar kepada KPK terkait penetapan korporasi tersebut

  • 2 tahun lalu

    Pantastis...Pengembalian Uang Korupsi E-KTP Ratusan Miliar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pengembalian uang dari proyek pengadaan KTP-Elektronik setidaknya sudah berjumlah Rp236,93 miliar; 1,399 juta dolar AS dan 368 dolar Singapura.Pengembalian uang itu berdasarkan s

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99