Senin, 26 Feb 2018

Mantan Direktur RSUD Djoelham Binjai Serahkan Diri

Oleh: marsot
Senin, 22 Jan 2018 12:04
BAGIKAN:
istimewa.
Serahkan diri (ilustrasi).
MEDAN (EKSPOSnews): Mantan Direktur RSUD Djoelham Binjai, Sumatera Utara yang menjadi tersangka kasus korupsi pengadaan alat kesehatan senilai Rp14 miliar pada 2012, MS, menyerahkan diri ke kejaksaan negeri setempat.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumut Sumanggar Siagian di Medan,  mengatakan penyerahan diri tersangka itu, didampingi tiga pengacaranya dan diterima Kepala Kejari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar.

Tersangka menyerahkan diri ke institusi hukum tersebut pada Jumat (19/1) sekitar pukul 10.30 WIB. Penyidik kemudian melakukan pemeriksaan terhadap dia, termasuk mengecek kesehatannya, untuk selanjutnya menahan tersangka itu di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Binjai.

Kejari Binjai telah beberapa kali melayangkan surat pemanggilan terhadap tersangka, namun MS tidak pernah hadir dan kooperatif.

Penyidik juga melakukan pencarian terhadap tersangka karena menghilang dan tidak pernah lagi masuk kerja di RSUD Djoelham Binjai.

"Penyidik juga menggeledah rumah tersangka yang berlokasi di Kelurahan Selayang I, Kota Medan," kata juru bicara Kejati Sumut itu, Senin 22 Januari 2018.

Kejari Binjai telah menahan empat tersangka dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan untuk selanjutnya dititipkan di Lapas Klas II-A Binjai.

Keempat tersangka itu, yakni CPT, mantan Kepala ULP RSUD Djoelham Binjai, SYA, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), SHD, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan Barang dan Jasa, serta TD, Direktur PT Masarinda Abadi.

Dua tersangka lainnya, yakni BA, Kepala Cabang Kimia Farma Medan pada 2012 dan FNC, Direktur PT Petan Daya. Keduanya tidak dilakukan penahanan karena kooperatif.

Kasus korupsi proyek pengadaan alat kesehatan RSUD Djolham Binjai itu, pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp14 miliar. Kerugian negara dalam kasus itu, sesuai hasil audit BPKP Sumut, mencapai Rp3,5 miliar .

Dalam kasus korupsi tersebut, para tersangka melakukan penggelembungan harga untuk pengadaan barang dan jasa yang dilakukan pihak RSUD Djoelham Binjai. Hal itu tidak sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 54 Tahun 2010.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Rumah Mantan Direktur RSUD Djoelham Binjai Digeledah

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Binjai menggeledah rumah mantan Direktur RSUD Djoelham Binjai berinisial MS di Kelurahan Selayang I, Kota Medan, terkait dengan penanganan kasus korupsi pengadaan

  • 3 bulan lalu

    KPK Minta Setya Novanto Serahkan Diri

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK meminta agar Ketua DPR Setya Novanto, tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi KTP-Elektronik dapat menyerahkan diri."Secara persuasif kami himbau SN (Setya Novanto) da

  • 11 bulan lalu

    Mantan Kadisnaker Bandarlampung Serahkan Diri

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Gumsoni, mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Bandarlampung menyerahkan diri ke polisi, setelah dua minggu melarikan diri usai ditemukan alat isap narkoba di

  • tahun lalu

    Ketua Koperasi Bongkar Muat Belawan Serahkan Diri

    MEDAN (EKSPOSnews):  Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Belawan Mafrizal menyerahkan diri ke Mako Satuan Brimob Polda Sumatera Utara terkait dugaan pemerasan dan penipuan bo

  • tahun lalu

    2 Lagi Koruptor Bank Sumut Diminta Menyerahkan Diri

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara meminta kepada dua orang tersangka dugaan korupsi Bank Sumatera Utara, pembelian 294 kendaraan dinas senilai Rp17 miliar tahun anggaran 2013, seg

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99