Selasa, 19 Jun 2018

MK Tolak Ketentuan Uji Praperadilan

Oleh: Jallus.
Rabu, 11 Okt 2017 04:36
BAGIKAN:
istimewa.
Mahkamah Konstitusi (MK).
JAKARTA (EKSPOSnews): Amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan menolak permohonan uji materi Pasal 83 Ayat (1) KUHAP terkait dengan upaya banding dalam proses praperadilan.

"Amar putusan Mahkamah mengadili, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya," ujar Ketua Majelis Hakim Konstitusi Arief Hidayat membacakan amar putusan MK di Gedung MK Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Mahkamah menilai tidak ada persoalan konstitusionalitas terhadap rumusan norma Pasal 83 Ayat (1) KUHAP sehingga dalil Anthony Chandra Kartawiria selaku pemohon dalam perkara ini dinyatakan Mahkamah tidak beralasan menurut hukum.

Anthony adalah tersangka kasus restitusi pajak PT Mobile 8 yang mengajukan permohonan praperadilan dan dikabulkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 29 November 2016.

Akan tetapi, penyidik kemudian kembali menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) yang dinilai pemohon hanya dengan memodifikasi sedikit materi dugaan tindak pidana.

Pemohon kemudian khawatir adanya potensi penyidik dapat menerbitkan sprindik dan menetapkan pemohon sebagai tersangka atas subjek hukum yang sama dengan menggunakan alat bukti yang sama berulang-ulang.

"Persoalan yang dikhawatirkan oleh pemohon menurut Mahkamah bukanlan persoalan konstitusionalitas norma Pasal 83 Ayat (1) KUHAP, melainkan merupakan permasalahan implementasi," ujar Hakim Konstitusi Manahan Sitompul membacakan pertimbangan Mahkamah.

Menurut Mahkamah, kekhawatiran pemohon tidak perlu terjadi bila penyidik berpedoman pada putusan Mahkamah ini, terutama di dalam menggunakan alat bukti sebagai dasar penyidikan kembali adalah alat bukti yang sudah disempurnakan secara substansial dan tidak bersifat formalitas belaka.

"Dengan demikian, akan diperoleh adanya kepastian hukum tidak saja bagi tersangka, tetapi juga bagi penegak hukum yang tidak akan dengan mudah melepaskan seseorang dari jerat pidana," tegas Manahan.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Mahasiswa UMK Kembangkan Kap Lampu Bertema Kebangsaan dan Pluralisme

    KUDUS (EKSPOSnews): Menginternalisasikan nilai-nilai kebangsaan dan pluralisme kepada warga negara, khususnya kepada generasi muda bangsa, bisa dilakukan dengan beragam cara dan beragam media.Tiga mah

  • 3 minggu lalu

    Pemkot Gunungsitoli Beli Tanah untuk Perkantoran

    GUNUNGSITOLI (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, keluarkan anggaran Rp 3,2 miliar lebih untuk membeli tanah di Desa Dahana Tabaloho, Kecamatan Gunungsitoli, guna pembangunan pe

  • 3 minggu lalu

    Jamkrindo Bagikan Paket Sembako

    JAKARTA (EKSPOSnews): Perum Jamkrindo membagikan 4.800 paket sembako dan menyantuni 3.470 anak yatim piatu pada Ramadhan 1439 Hijriah sekaligus untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 pada 1 Ju

  • 3 minggu lalu

    MK Tolak Uji Materi UU BUMN

    JAKARTA (EKSPOSnews): Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi UU BUMN terkait dengan privatisasi BUMN yang diajukan oleh beberapa pegawai BUMN PT. PLN (Persero)."Amar putusan mengadili,

  • 3 minggu lalu

    Pemkab Simalungun Bentuk 20 Tim Safari Ramadhan

    SIMALUNGUN (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, membentuk 20 tim Safari Ramadhan 1439 Hijriyah dengan sasaran kunjungan 100 masjid selama lima hari.Koordinator tim Ramadhani

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99