Minggu, 15 Des 2019

Lukman Saifuddin Perintahkan Terlibat dalam Pengaturan Pejabat di Kemenang

Oleh: Jallus
Kamis, 13 Jun 2019 04:00
BAGIKAN:
istimewa.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, disebut memerintahkan perubahan nilai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanudin, dalam seleksi calon pejabat tinggi di Kementerian Agama.

"Yang saya ingat pak menteri mengatakan 'Calon dari Jawa Timur saya hanya tahu Haris Hasanudin, saya tahu kompetensinya karena sudah jadi plt', saat saya sampaikan nilainya tidak sampai dan hanya menduduki posisi nomor empat, dan kami juga mengatakan ada surat dari KASN agar tidak dikasih nilai tinggi ke yang bersangkutan, jadi ditotal cuman dapat di peringkat empat, beliau (menteri) memerintahkan ke saya untuk dimasukkan ke tiga besar," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Nur Kholis, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 12 Juni 2019.

Ia menjadi saksi untuk dua terdakwa yaitu Hasanudin yang didakwa menyuap ketua umum DPP PPP non-aktif yang juga anggota DPR 2014-2019, Romahurmizy alias Rommy, dan Saifuddin senilai Rp325 juta dan kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muh Muafaq Wirahadi, yang didakwa menyuap Rommy Rp91,4 juta.

Hasanuddin seharusnya tidak dapat lolos dalam seleksi jabatan tinggi di Kementerian Agama karena Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) mengirim surat ke Saifuddin selaku pejabat pembina kepegawaian mengenai ketidaksesuaian persyaratan seleksi administrasi karena ada dua peserta yang lolos seleksi yaitu Hasanudin dan Anshori, ternyata pernah mendapat hukuman disiplin pada 2015 dan 2016 karena syarat untuk menjadi pejabat tinggi adalah tidak pernah dijatuhi sanski hukuman disiplin sedang atau berat selama lima tahun terakhir.

"Pak Menteri menyampaikan hal Itu sebelum sidang pleno 1 Februari 2019, pleno setelah isya di hotel Aryaduta," dia Kholis. Ia adalah ketua panitia seleksi (pansel) pejabat tinggi Kemenag bersama dengan tiga anggota lain panitia seleksi, yaitu Abdurrahman Mas'ud, Khasan Effendy, dan Sudwidjo Kuspriyomurdono.

"Karena tidak mungkin kami punya kebijakan berbeda dengan pimpinan lalu saya komunikasikan dengan 3 panitia lain. Ke Pak Rahman Mas'ud orang internal Kemenag dan Pak Kuspriyomurdono di kamar saya. Beliau menolak dengan tegas dan Pak Khasan Effendy juga belum bisa menerima," tambah Nur Kholis.

Namun akhirnya keempatnya sepakat untuk memasukkan nama Hasanuddin ke daftar tiga besar peringkat calon pejabat tinggi Kementerian Agama.

"Saya demi Allah mengatakn yang sebenarnya ketika ada perintah pimpinan agar Haris masuk 3 besar padahal nilainya belum mencapai maka Pak Khansan mengatakan 'Pak sekjen, saya anggota, anggota di bawah ketua, ketua di bawah pimpinan, kalau pimpinan mau memasukkan ke tiga besar ya kita bisa masukkan jadi dua orang saya dan Pak Khasan rela," ungkap Nur Kholis.

Saat itu pansel lalu mengubah skor wawancara Hasanuddin yang awalnya 68 jadi 95 dan nilai makalah men jadi 92.

"Lalu saya minta ke kepala biro kepegawaian diakomodir agar Haris bisa masuk. Saya kasih nilai makalah lebih tinggi dari yang lain dan penilaian lain diselesaikan di level panitia pelaksana," tambah Nur Kholis.

Perubahan skor itu yang menyebabkan Hasanuddin masuk ke urutan nomor tiga di bawah Khusnul Ridho dan Muhammad Amin Mahfud.

"Pak menteri mengatakan karena yang bersangkutan sudah pernah jadi plt, performa baik, ceramah bagus, ini persoalan pilihan karena penggunanya adalah saya, kata pak menteri," kata Nur Kholis.

Senada dengan Nur Kholis, Kepala Biro Kepegawaian Juni 2016- Mei 2019, Ahmadi, juga dipesani hal yang sama oleh Saifuddin. "Katanya Pak Haris dalam 2 tahun terakhir mendapat SKP (sasaran kinerja pegawai) yang nilainya baik," kata Ahmadi.

Saifuddin menyampaikan akan "pasang badan" untuk tetap mengangkat Hasanuddin di posisi itu. "Benar beliau (Menag) mengatakan seperti itu (pasang badan) padahal dampak dari ini kita akan berurusan dengan KASN dan paling buruk jabatan akan dibatalkan," kata Ahmadi.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 10 bulan lalu

    Joko Driyono Ditetapkan Jadi Tersangka Pengaturan Skor Sepak Bola

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Kombes Polisi Argo Yuwono membenarkan Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka dan dicekal ke luar Indones

  • 2 tahun lalu

    Kejaksaan Akan Telisik Keterlibatan Ahmad Bambang dalam Kasus Pertamina

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) akan mempelajari keterangan saksi persidangan dugaan korupsi pengadaan kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) tahun 2

  • 2 tahun lalu

    Keterlibatan Setia Novanto dalam Korupsi E-KTP Semakin Terang Benderang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat gambaran lebih jelas terkait indikasi transaksi keuangan pada proyek KTP-elektronik (KTP-e) dengan tersangka Setya Novanto.KPK memerik

  • 2 tahun lalu

    Dosen dan PNS yang Terlibat HTI Akan Diberhentikan

    MALANG (EKSPOSnews): Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir memberikan dua pilihan kepada dosen dan pegawai negeri sipil di lingkungan perguruan tinggi yang terlibat

  • 2 tahun lalu

    Guru Terlibat Pungli Akan Dimutasi

    GORONTALO (EKSPOSnews): Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memastikan akan langsung memutasi guru yang terbukti melakukan praktik pungutan terhadap siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.Langk

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99