Minggu, 23 Feb 2020

Lucas dan Eddy Sindoro dalam Pusaran Korupsi Meikarta

Oleh: alex
Jumat, 01 Mar 2019 03:48
BAGIKAN:
istimewa.
Lucas.
JAKARTA (EKSPOSnews): Pengacara Lucas membantah adanya percakapan antara dirinya dan bekas petinggi Lippo Group Eddy Lippo Group Eddy Sindoro.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, menggelar lanjutan sidang dengan agenda pemeriksaan Lucas yang didakwa membantu pelarian Eddy Sindoro. "Saya tidak tahu percakapan antara siapa dengan siapa," ucap Lucas, Kamis 28 Februari 2019.

Eddy Sindoro merupakan terdakwa tindak pidana korupsi memberi hadiah kepada panitera PN Jakarta Pusat terkait pengurusan perkara di PN Jakarta Pusat, yang sejak 2016 sempat kabur ke luar negeri, sebelum menyerahkan diri. Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan itu memutar rekaman sadapan telepon yang diduga suara Lucas dan Eddy Sindoro. Percakapan telepon itu diduga dilakukan pada 4 Desember 2016.

Sebelumnya, JPU KPK Abdul Basir menanyakan kepada terdakwa Lucas apakah pernah berkomunikasi dengan Eddy Sindoro yang masih berada di luar negeri saat itu.

Eddy Sindoro saat itu sudah menjadi tersangka dalam kasus memberi hadiah kepada panitera PN Jakarta Pusat. "Saya tidak berhubungan dengan Eddy Sindoro," kata Lucas.

Dalam rekaman yang diputar itu, terdapat percakapan yang membahas soal pelarian Eddy Sindoro itu.

Berikut petikan isi percakapan diduga suara Lucas dan Eddy Sindoro tersebut.

Lucas: Itu kan ada cara .. Saya lagi (suara tidak jelas) dalamin dulu. Kan kita cari beberapa, yah satu dua tiga. Kan lagi negara lain juga, yang paling gampang itu dicari yang paling gampang gitu lho. Ada you di brit Brtitish island gitu loh di apa nah.

Eddy Sindoro: Apa apa, apa island? Lucas: Di-di BVI juga ada. Eddy Sindoro: Oh. Iya. Iya. Iya.

Lucas: Iya. Ini yang paling gampang lah. Kalo saya bisa kasih you gitu loh. Tanpa pergi, dan (suara tidak jelas) satu daerah Amerika Latin juga ada satu. Besok baru sa-saya dapat intuk-nya.

Eddy Sindoro: he-eh. Lucas: Kalo sudah dapat bukan berarti tinggal di situ, ya kalo sudah ada warga negara itu kan you lepas warga negara Indonesia. Nah, ini berarti kan you gak bisa diburu lagi, gitu loh, selesai. Lu bisa pergi ke seluruh dunia, mau di mana-mana saja. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Neneng Hassanah Yasin Terima Rp10 miliar dari Kasus Meikarta

    BANDUNG (EKSPOSnews): Terdakwa yang juga Bupati Bekasi non aktif, Neneng Hassanah Yasin menjalani sidang perdana terkait perkara suap perizinan proyek Meikarta di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung.Dal

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99