Minggu, 28 Mei 2017

Korupsi Pengadaan Mobil di Bank Sumut Tanggung Jawab Direksi

Oleh: Jallus
Selasa, 16 Mei 2017 05:40
BAGIKAN:
istimewa
Direksi Bank Sumut.
MEDAN (EKSPOSnews): Komisaris PT Bank Sumut dinilai tidak berwenang mencampuri operasional bank tersebut, termasuk dalam pembelian 294 kendaraan dinas yang menelan biaya Rp17 miliar tahun anggaran 2013.

Keterangan itu disampaikan mantan Komisaris Utama Dzaili Azwar priode 2009-2015 sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, atas kasus dugaan korupsi terdakwa Iwan Pulungan, mantan Kepala Divisi Umum Bank Sumut dan Zulkarnain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Dzaili menyebutkan, komisaris hanya bertugas mengawasi kinerja direksi untuk mengetahii program yang dijalankan telah sesuai dengan ketentuan.

Selain itu, komisaris juga meminta laporan per triwulan kepada direksi mengenai perkembangan Bank Sumut mengenai kebijakan yang telah dilakukan.

"Jadi, mengenai pembelian mobil dinas ratusan unit di Bank Sumut, tidak diketahui oleh komisaris dan hal tersebut merupakan tanggung jawab direksi," kata Dzaili, Senin 15 Mei 2017.

Sementara itu, dua saksi komisaris lainnya, Riza Pahlevi dan Brata Kesuma mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pembelian 294 mobil dinas Bank Sumut.

Pembelian mobil dinas tersebut merupakan kewenangan bagian operasional di Bank Sumut, jelas Riza dan Kesuma, dalam keteranganya kepada majelis hakim.

Ketika hakim menanyakan kepada Komisaris menerima mobil dinas tersebut, Dzaili mengaku ada menerimanya dan penyerahannya dilakukan kepada supir, dan bukan langsung kepada anggota Komisaris Bank Sumut.

Namun, jelas Komisaris itu, mobil dinas yanga diberikan tersebut tidak kelihatan yang baru.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumut Netty Silaen, dalam dakwaannya di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (3/4) menyebutkan, terdakwa Iwan Pulungan, mantan Kepala Divisi Umum Bank Sumut terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa pengadaan kendaraan operasional Bank Sumut.

Sebanyak 294 unit yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013.Terdakwa merupakan orang yang menentukan Harga Perhitungan Sementara (HPS).

Namun, HPS yang dibuat dari rekanan yakni CV Surya Pratama disetujui oleh Direksi Bank Sumut.

Padahal, kata JPU, dalam perjanjian kontrak, rekanan CV Surya Pratama di dalam persyaratan administrasinya hanya mampu Rp12 miliar.

Sedangkan untuk proyek kegiatan pengadaaan operasional sewa menyewa tersebut sebesar Rp17 miliar, dan kemampuan Bank Sumut tidak memadai untuk pengadaan 294 unit mobil.

Bank Sumut akhirnya mengalami kerugian negara kurang lebih sebesar Rp10 miliar, kata JPU.

Terdakwa juga dipersalahkan melanggar Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHPidana, kata Netty.

Sidang perkara korupsi yang dipimpin majelis hakim diketuai Sayuti dilanjutkan Senin (22/5) untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi lainnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Satu Lagi Mantan Pejabat Bank Sumut yang Korupsi Diadili

    MEDAN (EKSPOSnews): Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan mengadili terdakwa Zulkarnain, mantan Pelaksana Pejabat Pembuat Komitmen Bank Sumut dalam kasus dugaan korupsi pembelian 294 kendaraan dinas

  • 2 bulan lalu

    Iwan Pulungan Mantan Kabag di Bank Sumut Mulai Diadili

    MEDAN (EKSPOSnews): Terdakwa Iwan Pulungan, mantan Kepala Divisi Bank Sumut, diadili dalam kasus dugaan korupsi pembelian 294 kendaraan dinas senilai Rp17 miliar tahun anggaran 2013 di Pengadilan Tind

  • 3 bulan lalu

    Bank Sumut Promosikan UMKM Binaan ke Malaysia

    MEDAN (EKSPOSnews): Bank Sumut mempromosikan produk UMKM binaannya hingga ke luar negeri seperti Malaysia sebagai bukti komitmen dukungan terhadap usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM."Bank Sumut

  • 3 bulan lalu

    Kejati Sumut Banding Vonis Koruptor Bank Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengajukan upaya hukum banding kepada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, dalam perkara korupsi mantan Direktur Operasional Bank Sumut, M Yahya

  • 3 bulan lalu

    Pengadilan Tipikor Medan Terima Kasus Korupsi Bank Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan, telah menerima berkas perkara Iwan Pulungan, mantan Kepala Divisi Bank Sumut yang menjadi tersangka dugaan korupsi pembelian 294 kendaraan d

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak