Rabu, 13 Des 2017

Ketua Pengadilan Tinggi Sulut dan Anggota DPR Ditahan KPK

Oleh: marsot.
Minggu, 08 Okt 2017 05:48
BAGIKAN:
istimewa.
KPK.
JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ketua Pengadilan Tinggi Sulawsi Utara Sudiwardono dan anggota Komisi XI/Fraksi Partai Golkar DPR Aditya Anugrah Mohad di dua rumah tahanan yang berbeda.

Tersangka Aditya Anugrah Moha ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK di gedung KPK sedangkan Sudiwardono di rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur, kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu 8 Oktober 2017.

Saat keluar dari gedung KPK, Aditya mengaku bahwa ia hanya ingin memperjuangkan ibunya, mantan Bupati Bolaang Mongondow Marlina Moha Siahaan.

"Saya berusaha semaksimal mungkin, niat saya baik tapi mungkin cara yang belum terlalu tepat sehingga saya sering saya katakan, saya berjuang saya berusaha maksimal demi nama seorang ibu," kata Aditya sebelum masuk ke mobil tahanan.

Ia juga meminta maaf kepada para pendukungnya.

"Saya selaku pribadi dan tentu atas nama apa yang menjadi amanah dan kepercayaan, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan tentunya di dapil saya Sulut, khususnya di Bolaang Raya," tambah Aditya.

KPK menetapkan Sudiwardono dan Aditya Anugrah Moha sebagai tersangka dugaan suap terkait putusan banding perkara kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Bolaang Mongondow tahun 2010.

Sudiwarsono dan Aditya diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di hotel di daerah Pecenongan Jakarta Pusat pada Jumat (6/10) malam dengan barang bukti sebesar 64 ribu dolar Singapura dari total "commitment fee" sebesar Rp1 miliar dalam pecahan dolar Singapura.

Pemberian uang diduga untuk mempengaruhi putusan banding dalam perkara ibunda Aditya, Marlina Mona Siahaan selaku Bupati Bolaang Mongondow periode 2001-2006 dan 2006-2015 yang sudah divonis bersalah 5 tahun penjara dalam perkara korupsi TPAPD Bolaang Mongondow. Uang juga diberikan agar Marlina tidak perlu ditahan.

Pemberian uang sudah dilakukan sejak pertengahan Agustus 2017 yaitu sebesar 60 ribu dolar Singapura di Manado selanjutnya pada Jumat (6/10) kembali diserahkan 30 ribu dolar Singapura seusai penyerahan di pintu darurat salah satu hotel di Jakarta, dan masih ada 11 ribu dolar Singapura yang ada di mobil Aditya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Polisi Tangkap Isteri Pertama Anggota DPRD Bali

    DENPASAR (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Kota Denpasar menangkap Dewi Ratna, istri pertama Wakil Ketua DPRD Bali Jero Gede Komang Swastika yang juga menjadi buronan dalam kasus narkoba setelah kabur sa

  • 2 bulan lalu

    6 Kendaraan Dinas Belum Dipulangkan Anggota DPRD Rejang Lebong

    REJANG LEBONG (EKSPOSnews): Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan enam unit kendaraan dinas yang dipakai anggota dewan di daerah itu belum

  • 2 bulan lalu

    KPK Beraksi, Tangkap Ketua Pengadilan dan Anggota DPR

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap hakim dan anggota DPRD Kota Manado."Kami konfirmasi pada hari Jumat (6/10) tengah malam KPK mel

  • 3 bulan lalu

    Anggota DPRD Jadi Tersangka Perkelahian

    SARILAMAK (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), menetapkan tersangka baru kasus dugaan perkelahian di Nagari (desa adat) Taram pada Minggu (10/9), yakni anggota DPRD

  • 3 bulan lalu

    Anggota DPRD dari Partai Gerindra Otak Pelaku Pembakar Sekolah di Kalteng

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota DPRD Kalteng, Yansen Alison Binti menjadi tersangka pembakaran tujuh sekolah dasar di Palangka Raya, Kalimantan Tengah karena diduga menjadi dalang pembakaran tujuh SD te

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99