Minggu, 23 Sep 2018

Ketua Pengadilan Tinggi Sulut dan Anggota DPR Ditahan KPK

Oleh: marsot.
Minggu, 08 Okt 2017 05:48
BAGIKAN:
istimewa.
KPK.
JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ketua Pengadilan Tinggi Sulawsi Utara Sudiwardono dan anggota Komisi XI/Fraksi Partai Golkar DPR Aditya Anugrah Mohad di dua rumah tahanan yang berbeda.

Tersangka Aditya Anugrah Moha ditahan di Rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK di gedung KPK sedangkan Sudiwardono di rutan Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur, kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu 8 Oktober 2017.

Saat keluar dari gedung KPK, Aditya mengaku bahwa ia hanya ingin memperjuangkan ibunya, mantan Bupati Bolaang Mongondow Marlina Moha Siahaan.

"Saya berusaha semaksimal mungkin, niat saya baik tapi mungkin cara yang belum terlalu tepat sehingga saya sering saya katakan, saya berjuang saya berusaha maksimal demi nama seorang ibu," kata Aditya sebelum masuk ke mobil tahanan.

Ia juga meminta maaf kepada para pendukungnya.

"Saya selaku pribadi dan tentu atas nama apa yang menjadi amanah dan kepercayaan, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan tentunya di dapil saya Sulut, khususnya di Bolaang Raya," tambah Aditya.

KPK menetapkan Sudiwardono dan Aditya Anugrah Moha sebagai tersangka dugaan suap terkait putusan banding perkara kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Bolaang Mongondow tahun 2010.

Sudiwarsono dan Aditya diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di hotel di daerah Pecenongan Jakarta Pusat pada Jumat (6/10) malam dengan barang bukti sebesar 64 ribu dolar Singapura dari total "commitment fee" sebesar Rp1 miliar dalam pecahan dolar Singapura.

Pemberian uang diduga untuk mempengaruhi putusan banding dalam perkara ibunda Aditya, Marlina Mona Siahaan selaku Bupati Bolaang Mongondow periode 2001-2006 dan 2006-2015 yang sudah divonis bersalah 5 tahun penjara dalam perkara korupsi TPAPD Bolaang Mongondow. Uang juga diberikan agar Marlina tidak perlu ditahan.

Pemberian uang sudah dilakukan sejak pertengahan Agustus 2017 yaitu sebesar 60 ribu dolar Singapura di Manado selanjutnya pada Jumat (6/10) kembali diserahkan 30 ribu dolar Singapura seusai penyerahan di pintu darurat salah satu hotel di Jakarta, dan masih ada 11 ribu dolar Singapura yang ada di mobil Aditya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    40 Anggota DPRD Kota Malang Dilantik

    MALANG (EKSPOSnews): Sebanyak 40 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Jatim dilantik pada Senin yang merupakan hasil dari proses percepatan Pergantian Antarwaktu (PAW) yang

  • 2 minggu lalu

    BNN Telusuri Aliran Dana dari Anggota DPRD Langkat yang Jadi Bandar Narkoba

    JAKARTA (EKSPOSnews): Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional, Irjen Pol Arman Depari, mengatakan pihaknya terus menelusuri ada atau tidaknya aliran dana ke partai dari tersangka kasus narkoba a

  • 3 minggu lalu

    Memalukan! 41 Anggota DPRD Malang Ditahan KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga 41 anggota yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK menerima total Rp700 juta untuk kasus suap dan Rp5,8 miliar untuk dugaan gratifik

  • 4 minggu lalu

    Anggota DPRD Maluku Tengah Diduga Selingkuh

    AMBON (EKSPOSnews): Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Maluku menyikapi laporan dugaan perselingkuhan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tengah berinisial AT dengan membentuk tim investigasi."Untuk kasus

  • satu bulan lalu

    5 Anggota DPRD Sumut Mangkir dari Panggilan KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Lima orang anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 tidak memenuhi panggilan KPK saat dipanggil sebagai tersangka."Hari ini, 21 Agustus 2018 diagendakan pemeri

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99