Kamis, 19 Jul 2018
  • Home
  • Hukum & Kriminal
  • Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Gerakan Pramuka di Tapanuli Tengah

Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Gerakan Pramuka di Tapanuli Tengah

Oleh: Jallus
Rabu, 11 Apr 2018 08:52
BAGIKAN:
marsot
Kejaksaan Tinggi Sumut.
MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara membentuk tim penyidik untuk mengusut kasus dugaan korupsi pengelolaan dana hibah senilai Rp850 juta pada Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Tapanuli Tengah periode 2011-2016.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Sumanggar Siagian di Medan, mengatakan penyidik masih bekerja mendalami kasus penyalahgunaan dana hibah tersebut melalui pengumpulan data dan keterangan (pulbaket).

Tim penyidik Kejati Sumut, menurut dia, tengah mempelajari laporan dugaan kasus korupsi dana Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Tapanuli Tengah (Tapteng) yang masuk ke institusi hukum tersebut.

"Kejati Sumut juga telah meminta keterangan terhadap beberapa pengurus Pramuka Tapteng yang mengetahui pengelolaan dana organisasi Pramuka itu," ujar Sumanggar, Rabu 11 April 2018.

Ia menyebutkan, klarifikasi tersebut telah dilakukan penyidik terhadap Ketua Kwarcab Pramuka Tapteng berinisial SJT di kantor Kejati Sumut, Selasa (20/3).

Orang pertama di Pramuka Tapteng itu, hanya baru dimintai penjelasan untuk pulbaket.

"Ini belum bisa dipublikasikan dan tunggu saja nantinya," ucap juru bicara Kejati Sumut itu.

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi dana hibah senilai Rp850 juta pada Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Tapteng periode 2011-2016 telah dilaporkan Ketua Harian Prins Wales Tambunan ke Kejati Sumut.

Kasus dana organisasi Gerakan Pramuka Tapteng itu, diduga melibatkan Kakwarcab berinisial SJT, dan sekretaris berinisial MAS.

Selain itu, para pengurus Pramuka Tapteng tersebut, diduga tidak melaporkan pertanggung jawaban periode 2011-2016, dan juga tidak ada melakukan kegiatan.

Kemudian, dana bantuan hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng telah masuk ke rekening koran Pramuka di Bank Sumut senilai Rp850 juta.

Atas pengaduan tersebut, maka penyidik Kejati Sumut melakukan klarifikasi terhadap pengurus Pramuka Tapteng.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 jam lalu

    Modus Korupsi Bupati Labuhanbatu Libatkan Pegawai Bank Sumut

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK mengungkap modus baru pemberian suap kepada Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait pr

  • 11 jam lalu

    Korupsi di Indonesia Semakin Parah

    MEDAN (EKSPOSnews): Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Bambang Sugeng Rukmono, mengatakan, praktik korupsi di Indonesia hingga saat ini sudah dalam tingkat mengkhawatirkan."Berbagai upaya represif

  • 6 hari lalu

    Kejati Sumut Kembalikan Berkas Kasus Kapal Tenggelam

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengembalikan berkas perkara empat tersangka kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Tiga Ras, Kabupaten Simalungun kepada penyid

  • satu minggu lalu

    Membongkar Korupsi Dana Otsus Aceh

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami komunikasi-komunikasi yang terjadi terkait dengan kasus suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) pada tahun

  • 2 minggu lalu

    Berjasa untuk Aceh, Bisa Bebas Korupsi?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang juga mantan juru runding Gerakan Aceh Merdeka (GAM) membeberkan jasa- jasanya kepada Pemerintah Indonesia saat proses perdamaian dengan GAM beber

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99