Sabtu, 21 Apr 2018
  • Home
  • Hukum & Kriminal
  • Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Gerakan Pramuka di Tapanuli Tengah

Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi Dana Hibah Gerakan Pramuka di Tapanuli Tengah

Oleh: Jallus
Rabu, 11 Apr 2018 08:52
BAGIKAN:
marsot
Kejaksaan Tinggi Sumut.
MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara membentuk tim penyidik untuk mengusut kasus dugaan korupsi pengelolaan dana hibah senilai Rp850 juta pada Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Tapanuli Tengah periode 2011-2016.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Sumanggar Siagian di Medan, mengatakan penyidik masih bekerja mendalami kasus penyalahgunaan dana hibah tersebut melalui pengumpulan data dan keterangan (pulbaket).

Tim penyidik Kejati Sumut, menurut dia, tengah mempelajari laporan dugaan kasus korupsi dana Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Tapanuli Tengah (Tapteng) yang masuk ke institusi hukum tersebut.

"Kejati Sumut juga telah meminta keterangan terhadap beberapa pengurus Pramuka Tapteng yang mengetahui pengelolaan dana organisasi Pramuka itu," ujar Sumanggar, Rabu 11 April 2018.

Ia menyebutkan, klarifikasi tersebut telah dilakukan penyidik terhadap Ketua Kwarcab Pramuka Tapteng berinisial SJT di kantor Kejati Sumut, Selasa (20/3).

Orang pertama di Pramuka Tapteng itu, hanya baru dimintai penjelasan untuk pulbaket.

"Ini belum bisa dipublikasikan dan tunggu saja nantinya," ucap juru bicara Kejati Sumut itu.

Sebelumnya, kasus dugaan korupsi dana hibah senilai Rp850 juta pada Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Tapteng periode 2011-2016 telah dilaporkan Ketua Harian Prins Wales Tambunan ke Kejati Sumut.

Kasus dana organisasi Gerakan Pramuka Tapteng itu, diduga melibatkan Kakwarcab berinisial SJT, dan sekretaris berinisial MAS.

Selain itu, para pengurus Pramuka Tapteng tersebut, diduga tidak melaporkan pertanggung jawaban periode 2011-2016, dan juga tidak ada melakukan kegiatan.

Kemudian, dana bantuan hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng telah masuk ke rekening koran Pramuka di Bank Sumut senilai Rp850 juta.

Atas pengaduan tersebut, maka penyidik Kejati Sumut melakukan klarifikasi terhadap pengurus Pramuka Tapteng.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 10 jam lalu

    Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD, Korupsinya Juga Akan Gila-Gilaan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Almas Sjafrina berpendapat bahwa mengembalikan pemilihan kepala daerah ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah tidak akan mengeliminasi masala

  • 2 hari lalu

    Korupsi Bukan Masalah Gaji, tapi Mental yang sudah Bobrok

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meyakini maraknya korupsi yang melibatkan kepala daerah bukan karena kurangnya gaji, melainkan adanya permasalahan pada mental."Korupsi kepala

  • 6 hari lalu

    Kejati Sumut Limpahkan Kasus Korupsi Rigid Beton

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara telah melimpahkan berkas perkara 13 tersangka dan barang bukti, dugaan kasus korupsi proyek peningkatan jalan dari hotmix menjadi semen "rigid beton

  • 7 hari lalu

    KPK Tetapkan Nindya Karya Tersangka Korupsi Korporasi

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK menetapkan satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT Nindya Karya dan satu perusahaan swasata PT Tuah Sejati sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi."Setelah

  • satu minggu lalu

    KPK Tetapkan Bupati Bandung Barat Abu Bakar jadi Tersangka Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Bupati Bandung Barat Abu Bakar, yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tiba di gedung KPK Jakarta, Rabu (11/4) malam pascamenjalani pengobatan di Rumah Sakit Borromeus Bandung,

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99