Kamis, 27 Jun 2019

Kejati Riau Tetapkan 5 Tersangka Kredit Fiktif

Oleh: alex
Selasa, 02 Okt 2018 19:38
BAGIKAN:
istimewa.
Uang.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau menetapkan lima tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi kredit fiktif di Bank Riau-Kepri Cabang Pembantu Dalu-Dalu, Kabupaten Rokan Hulu.

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, Subekhan di Pekanbaru, mengatakan, kelima tersangka tersebut masing-masing berinisial AA, Z, SY, AH dan terakhir MD.

"Para tersangka terdiri dari kepala cabang hingga staf analisis kredit," katanya, Selasa 2 Oktober 2018.

Subekhan secara rinci tidak menyebutkan jabatan para tersangka diatas satu persatu. Namun dia menjelaskan salah satu tersangka merupakan kepala cabang.

Satu dari lima tersangka, AA, merupakan sebagai kepala cabang pembantu BRK Dalu-Dalu yang beberapa kali sempat diperiksa penyidik.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan mengatakan, dalam perkara ini kerugian negara mencapai Rp32 miliar, dari total kredit fiktif sebesar Rp43 miliar tersebut.

Sejauh ini, pihaknya belum menerima uang pengembalian dari kerugian negara yang disebabkan dalam korupsi tersebut. "Dari perhitungan kerugian negara akibat kredit fiktif ini mencapai Rp32 miliar. Hingga sekarang belum ada yang mengembalikan kerugian negara," ujar Muspidauan.

Pascapenetapan tersangka, dia menuturkan penyidik terus berupaya mengumpulkan keterangan para aksi dan alat bukti lainnya, termasuk hasil pemeriksaan BPKP guna melengkapi berkas perkara.

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau sejak beberapa waktu terakhir terus bekerja keras melakukan penyidikan perkara tersebut. Lebih 100 saksi, terutama kalangan debitur telah diperiksa.

Selain itu, penyidik juga telah mengajukan permohonan perhitungan kerugian negara.

Dugaan korupsi kredit fiktif itu terjadi dalam rentang waktu 2010 hingga 2014. Sebanyak 110 debitur disebut-sebut memperoleh bantuan dana dari Bank Riau-Kepri (BRK) sebesar Rp43 miliar.

Belakangan, dari pemeriksaan saksi terungkap bahwa para debitur itu dicatut namanya atau hanya dipinjam nama dengan meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Selain itu, ada juga debitur yang dijanjikan plasma atau pola kerja sama dalam pembentukan kebun kelapa sawit. Hal itu dilakukan karena ada hubungan baik antara debitur dengan Pimpinan BRK Cabang Dalu-Dalu saat itu.

Kenyataannya para debitur tidak menerima pencairan kredit. Mereka hanya menerima sekitar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu karena telah meminjamkan KTP dan KK guna pencairan kredit. Kuat dugaan ada oknum BRK yang menggunakan nama para debitur untuk pengajuan kredit.

Kasus itu mulai mencuat ketika kredit yang diberikan justru macet. Saat pihak bank melakukan penagihan, baru diketahui bahwa sebagian besar debitur tidak pernah mengajukan dan menerima pencairan kredit.

Selain itu, agunan kredit juga diketahui fiktif. Hal ini tentunya menambah pelik permasalahan ini. Hingga akhirnya, kredit mengalami kemacetan dan disidik Kejati Riau sejak akhir April 2018.

Kejati Riau sendiri menargetkan segera merampungkan kasus itu dalam waktu dekat, termasuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab dalam dugaan korupsi dengan nilai fantastis tersebut.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Tersangka Konflik Buton Dijerat Pasal Berlapis

    KENDARI (EKSPOSnews): Penyidik kepolisian menjerat pasal berlapis para tersangka dugaan pelaku pembakaran rumah saat konflik warga antar Desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siontapina, Pro

  • 2 minggu lalu

    Kerusuhan di Buton, Polisi Tetapkan 32 Orang Tersangka

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 36 dari 82 orang yang sudah ditangkap dalam kasus bentrok antara warga Desa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, telah ditetapkan sebagai

  • 4 minggu lalu

    Polda Sumatera Utara Tangguhkan Penahanan 2 Tersangka Makar

    MEDAN (EKSPOSnews): Polda Sumatera Utara mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) RFL dan Sekretaris GNPF, ZLK atas dugaan kasus tindak pidana ma

  • 4 minggu lalu

    Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen Ditetapkan jadi Tersangka Makar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Mabes Polri menetapkan tersangka terhadap mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen terkait kasus dugaan penyebaran berit

  • 2 bulan lalu

    KPK Tetapkan Tersangka Alihfungsi Hutan di Riau

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka terdiri dari perorangan dan korporasi terkait pemberian hadiah atau janji pengajuan revisi alih fungsi hutan di Provi

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99