Senin, 17 Des 2018

Kejati Riau Tetapkan 5 Tersangka Kredit Fiktif

Oleh: alex
Selasa, 02 Okt 2018 19:38
BAGIKAN:
istimewa.
Uang.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau menetapkan lima tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi kredit fiktif di Bank Riau-Kepri Cabang Pembantu Dalu-Dalu, Kabupaten Rokan Hulu.

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, Subekhan di Pekanbaru, mengatakan, kelima tersangka tersebut masing-masing berinisial AA, Z, SY, AH dan terakhir MD.

"Para tersangka terdiri dari kepala cabang hingga staf analisis kredit," katanya, Selasa 2 Oktober 2018.

Subekhan secara rinci tidak menyebutkan jabatan para tersangka diatas satu persatu. Namun dia menjelaskan salah satu tersangka merupakan kepala cabang.

Satu dari lima tersangka, AA, merupakan sebagai kepala cabang pembantu BRK Dalu-Dalu yang beberapa kali sempat diperiksa penyidik.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan mengatakan, dalam perkara ini kerugian negara mencapai Rp32 miliar, dari total kredit fiktif sebesar Rp43 miliar tersebut.

Sejauh ini, pihaknya belum menerima uang pengembalian dari kerugian negara yang disebabkan dalam korupsi tersebut. "Dari perhitungan kerugian negara akibat kredit fiktif ini mencapai Rp32 miliar. Hingga sekarang belum ada yang mengembalikan kerugian negara," ujar Muspidauan.

Pascapenetapan tersangka, dia menuturkan penyidik terus berupaya mengumpulkan keterangan para aksi dan alat bukti lainnya, termasuk hasil pemeriksaan BPKP guna melengkapi berkas perkara.

Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau sejak beberapa waktu terakhir terus bekerja keras melakukan penyidikan perkara tersebut. Lebih 100 saksi, terutama kalangan debitur telah diperiksa.

Selain itu, penyidik juga telah mengajukan permohonan perhitungan kerugian negara.

Dugaan korupsi kredit fiktif itu terjadi dalam rentang waktu 2010 hingga 2014. Sebanyak 110 debitur disebut-sebut memperoleh bantuan dana dari Bank Riau-Kepri (BRK) sebesar Rp43 miliar.

Belakangan, dari pemeriksaan saksi terungkap bahwa para debitur itu dicatut namanya atau hanya dipinjam nama dengan meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

Selain itu, ada juga debitur yang dijanjikan plasma atau pola kerja sama dalam pembentukan kebun kelapa sawit. Hal itu dilakukan karena ada hubungan baik antara debitur dengan Pimpinan BRK Cabang Dalu-Dalu saat itu.

Kenyataannya para debitur tidak menerima pencairan kredit. Mereka hanya menerima sekitar Rp100 ribu hingga Rp500 ribu karena telah meminjamkan KTP dan KK guna pencairan kredit. Kuat dugaan ada oknum BRK yang menggunakan nama para debitur untuk pengajuan kredit.

Kasus itu mulai mencuat ketika kredit yang diberikan justru macet. Saat pihak bank melakukan penagihan, baru diketahui bahwa sebagian besar debitur tidak pernah mengajukan dan menerima pencairan kredit.

Selain itu, agunan kredit juga diketahui fiktif. Hal ini tentunya menambah pelik permasalahan ini. Hingga akhirnya, kredit mengalami kemacetan dan disidik Kejati Riau sejak akhir April 2018.

Kejati Riau sendiri menargetkan segera merampungkan kasus itu dalam waktu dekat, termasuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab dalam dugaan korupsi dengan nilai fantastis tersebut.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    KPK Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Bupati Pakpak Bharat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan satu tersangka kasus suap terkait proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pakpak Bharat

  • 4 hari lalu

    KPK Tetapkan Bupati Cianjur Tersangka Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi mengimbau Tubagus Cepy Sethiady yang merupakan kakak ipar dari Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar segera menyerahkan diri ke KPK.KPK telah menetapka

  • 6 hari lalu

    Kejati Riau Tahan Pengemplang Pajak

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Riau menahan seorang pengusaha yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka mengemplang pajak hingga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp700 juta oleh

  • 7 hari lalu

    Tersangka Korupsi Kredit Fiktif BRI Agroniaga Gunakan Identitas Palsu

    MEDAN (EKSPOSnews): Mulyono buronan tersangka kasus dugaan korupsi pengajuan kredit fiktif BRI Agroniaga Cabang Rantauprapat, Sumatera Utara sebesar Rp22.515.000.000 menggunakan identitas palsu dan me

  • satu minggu lalu

    KPK Tetapkan Dirut Perum Jasa Tirta II Sebagai Tersangka Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi dalam pengadaan pekerjaan jasa konsultansi di Perum Jasa Tirta II Tahun 2017.Dua tersangka itu ada

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99