Rabu, 14 Nov 2018

Kejati Riau Tahan Koruptor Pembangunan Tugu Anti Korupsi

Oleh: alex
Senin, 20 Nov 2017 20:55
BAGIKAN:
istimewa.
Ditahan.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Riau menahan satu dari 18 tersangka dugaan korupsi pembangunan Ruang Terbuka Hijau Tunjuk Ajar yang di dalamnya ada Tugu Integritas Anti-Korupsi di Jalan Ahmad Yani, Pekanbaru.

"Penyidik melakukan penahanan terhadap satu tersangka yang diduga melakukan tindak pidana korupsi pembangunan RTH berinisial RM. Kita lakukan penahanan 20 hari sejak hari ini," kata Asisten Pidsus Kejati Riau, Sugeng Riyanta di Pekanbaru, Senin 20 November 2017.

Tersangka RM adalah selaku Konsultan Pengawas proyek senilai Rp8 miliar tahun 2016 itu. Penyidik, kata Sugeng berwenang melakukan penahanan selama empat bulan karena ancaman terhadap tersangka tipikor minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun.

"Pertimbangannya karena penyidik memastikan perkara ini dapat berjalan lancar dan secepatnya dapat diberkas untuk dilimpahkan ke pengadilan. Juga memastikan agar setiap rintangan, gangguan terhadap penyidikan sejak dini diantisipasi dan diminimalisir," ungkapnya.

Tersangka dalam hal ini diduga melakukan tipikor secara bersama-sama dengan 17 yang lainnya. 18 Tersangka terdiri dari 13 Aparatur Negeri Sipil ketika itu di Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air dan Unit Layanan Pengadaaan Pemerintah Provinsi Riau serta lima lagi dari pihak swasta pemenang proyek.

Ada delapan orang dari Dinas Ciptada Riau yang sekarang bernama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Tersangka utamanya adalah kepala dinas saat itu yakni Dwi Agus Sumarno yang juga merupakan Menantu Mantan Gubernur Riau, Annas Maamun sebagai pengguna angggaran.

Lalu bawahannya Pejabat Pembuat Komitmen berinisial Z dan Kuasa Pengguna Anggaran berinisial HR lima tersangka lain adalah tim penerima hasil pekerjaan di Dinas Ciptada Riau masing-masing inisialnya A, S, A, R, dan ET. Sementara itu dari ULP Riau yakni Ketua Kelompok Kerja Tender IS beserta empat anggotanya DIR, RM, H, dan H.

Dari pihak swasta adalah pemenang tender Direktur PT Bumi Riau Lestari berinisial K yang ternyata meminjamkan bendera perusahaannya ke seorang perempuan ZJB. Tiga tersangka swasta lainnya adalah konsultan pengawas proyek RZ yang juga meminjamkan bendera perusahaanya ke RM yang ditahan Senin (20/11) ini, lalu satu lagi yang menjadi pengawas proyek di lapangan AA.

Sementara itu, Pengacara RM, Eritha Indah Fauziyane merasa penahanan terhadap kliennya tidak adil. Dirinya mengaku ada dapat kabar tersangka lain yang sudah diperiksa, tapi tidak ditahan.

"Kita sudah lakukan penolakan penahanan, kita tidak menandatangani surat penahanan," ujarnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Kejari Banda Aceh Tahan Koruptor Pembangunan Kemenag Aceh

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh menahan seorang tersangka korupsi perencanaan pembangunan Kantor Wilayah Kementerian Aceh Provinsi Aceh.Kepala Kejari Banda Aceh Erwin Des

  • satu bulan lalu

    Kejati Riau Tetapkan 5 Tersangka Kredit Fiktif

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau menetapkan lima tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi kredit fiktif di Bank Riau-Kepri Cabang Pembantu Dalu-Dalu, Kabupaten Rokan

  • 2 bulan lalu

    Kejati Riau Tetapkan Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau menetapkan tersangka dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kredit fiktif pada Bank Riau Kepri (BRK) Cabang Pembantu Dalu-Dalu, Kab

  • 2 bulan lalu

    Buronan Kejati Riau Itu Sempat Menyamar Jadi Dosen di Medan

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengungkapkan Iskandar (52), buron terpidana dalam kasus korupsi pemungutan biaya vaksin meningitis terhadap calon jemaah umrah di Pekanbaru pada ta

  • 3 bulan lalu

    KPK Tahan 3 Koruptor dari Sumut

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK menahan tiga orang anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 Richard Eddy Marsaut, Restu Kurniawan Sarumaha dan Syafrida Fitrie sebagai tersangka suap pada DPRD Sumatera Utara (Su

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99