Minggu, 27 Mei 2018

Kejati Riau Dalami Korupsi pada Dinas Pemuda dan Olah Raga

Oleh: Jallus
Senin, 05 Feb 2018 19:40
BAGIKAN:
istimewa.
Korupsi.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau mendalami dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat.

Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Sugeng Riyanta di Pekanbaru,  mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahap pengumpulan bukti dan keterangan.

Meski begitu, Sugeng belum bersedia mengungkapkan dugaan tindak pidana korupsi yang diselidiki tersebut.

"Belum bisa 'ngomong'. Yang jelas ada kegiatan pengumpulan bahan dan keterangan terkait dugaan TKP (tindak pidana korupsi) 2016," kata Sugeng, Senin 5 Februari 2018.

Meski belum bersedia mengungkapkan proses penyelidikan yang tengah dilangsungkan, Sugeng membenarkan bahwa saat ini pihaknya telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.

"Sudah banyak yang dipanggil. Kalau sudah jelas dan sudah saatnya, pasti dikabari," ujarnya.

Pada Senin sore, penyidik memanggil seorang pejabat yang tidak lain adalah Kepala Dispora Riau Doni Aprialdi. Doni datang ke gedung Aspidsus Kejati Riau menggunakan mobil plat merah didampingi sejumlah orang.

Dia terpantau masuk ke gedung Aspidsus sekitar pukul 15.30 WIB. Selang 20 menit kemudian, dia keluar dan bergegas langsung menuju ke mobilnya.

Tidak banyak yang disampaikan oleh Doni. Namun dia memastikan bahwa kedatangannya hanya sekadar bersilaturahmi dan berkoordinasi.

"Saya hanya bersilaturahmi," kata Doni terkait kedatangannya ke Kejati.

Seperti diketahui, Doni bukan kali ini saja memenuhi panggilan penyidik. Beberapa waktu lalu, dia pernah dipanggil. Saat disinggung terkait kedatangannya terdahulu, Doni tak menampiknya.

"Itu sudah lama. Sekarang saya bersilaturahmi dan menanyakan siapa saja yang dipanggil lagi, katanya sudah sampai kontraktor," ujarnya.

Penyidik diketahui telah memanggil sejumlah nama dalam rangka Pulbaket ini. Sedikitnya tujuh orang telah dimintai keterangan, termasuk mantan Kadispora Riau Edy Yusti.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Kejaksaan Selidiki Korupsi Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Riau menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi pengadaan laboratorium bahasa pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti."Masih dalam penye

  • 5 hari lalu

    KPK Panggil Saksi Kasus Korupsi DPRD Sumut

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 22 saksi dalam penyidikan kasus tindak pidana korupsi suap kepada DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 dan 2014-2019."Hari i

  • 3 minggu lalu

    Kejaksaan Agung Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Pertamina

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung akan menetapkan tersangka baru dugaan korupsi investasi PT Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 yang merugikan keuangan negara Rp568 mi

  • satu bulan lalu

    Sihar Sitorus Lebih Kaya Dibandingkan Musa Rajekshah, Tak Mungkin Korupsi?

    MEDAN (EKSPOSnews):Sihar Sitorus, Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara tercatat sebagai calon dengan harta kekayaan terbanyak yakni sejumlah Rp350.887.340.551 dan disusul kedua terbesar Musa Rajekshah

  • satu bulan lalu

    Jaksa Agung Akan Tetapkan Tersangka Korupsi Pupuk Kaltim

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) segera menetapkan tersangka dugaan korupsi dalam pengelolaan Dana Pensiun PT Pupuk Kalimantan Timur tahun 2011 sampai

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99