Kamis, 16 Agu 2018

Kejati Riau Dalami Korupsi pada Dinas Pemuda dan Olah Raga

Oleh: Jallus
Senin, 05 Feb 2018 19:40
BAGIKAN:
istimewa.
Korupsi.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau mendalami dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat.

Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Sugeng Riyanta di Pekanbaru,  mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih dalam tahap pengumpulan bukti dan keterangan.

Meski begitu, Sugeng belum bersedia mengungkapkan dugaan tindak pidana korupsi yang diselidiki tersebut.

"Belum bisa 'ngomong'. Yang jelas ada kegiatan pengumpulan bahan dan keterangan terkait dugaan TKP (tindak pidana korupsi) 2016," kata Sugeng, Senin 5 Februari 2018.

Meski belum bersedia mengungkapkan proses penyelidikan yang tengah dilangsungkan, Sugeng membenarkan bahwa saat ini pihaknya telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.

"Sudah banyak yang dipanggil. Kalau sudah jelas dan sudah saatnya, pasti dikabari," ujarnya.

Pada Senin sore, penyidik memanggil seorang pejabat yang tidak lain adalah Kepala Dispora Riau Doni Aprialdi. Doni datang ke gedung Aspidsus Kejati Riau menggunakan mobil plat merah didampingi sejumlah orang.

Dia terpantau masuk ke gedung Aspidsus sekitar pukul 15.30 WIB. Selang 20 menit kemudian, dia keluar dan bergegas langsung menuju ke mobilnya.

Tidak banyak yang disampaikan oleh Doni. Namun dia memastikan bahwa kedatangannya hanya sekadar bersilaturahmi dan berkoordinasi.

"Saya hanya bersilaturahmi," kata Doni terkait kedatangannya ke Kejati.

Seperti diketahui, Doni bukan kali ini saja memenuhi panggilan penyidik. Beberapa waktu lalu, dia pernah dipanggil. Saat disinggung terkait kedatangannya terdahulu, Doni tak menampiknya.

"Itu sudah lama. Sekarang saya bersilaturahmi dan menanyakan siapa saja yang dipanggil lagi, katanya sudah sampai kontraktor," ujarnya.

Penyidik diketahui telah memanggil sejumlah nama dalam rangka Pulbaket ini. Sedikitnya tujuh orang telah dimintai keterangan, termasuk mantan Kadispora Riau Edy Yusti.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Kejari Jambi Tahan Pelaku Korupsi Insentif Guru Honorer

    JAMBI (EKSPOSnews): Kejaksaan negeri (Kejari) Jambi menahan Hairiya tersangka kasus dugaan korupsi insentif guru honorer pendidikan anak usai dini (Paud) yang merugikan negara Rp1,68 miliar selama dua

  • satu minggu lalu

    KPK Periksa Saksi Kasus Korupsi Bupati Labuhanbatu

    RANTAUPRAPAT (EKSPOSnews): Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah saksi-saksi terkait suap Bupati Labuhanbatu nonaktif, Pangonal Harahap yang berlangsung di Aula Ya

  • satu minggu lalu

    Terindikasi Korupsi, Pembelian Komputer UNBK di Blitar

    BLITAR (EKSPOSnews): Pembelian komputer bernilai sekitar Rp3 miliar untuk mensukseskan program UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) di kabupaten Blitar, Jawa TImur disorot oleh Petir (Perkumpulan A

  • 2 minggu lalu

    Jaksa Tahan Mantan Dekan Korupsi

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Pekanbaru menahan mantan Pembantu Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pembangunan g

  • 2 minggu lalu

    Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tim Intelijen Kejaksaan Agung menangkap buronan penyimpangan pemberian fasilitas kredit modal kerja oleh PD BPR LPK Pancoran Mas sebesar Rp4 miliar."Tersangka Bunyamin diamankan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99