Senin, 23 Okt 2017

Kejaksaan Turunkan Jaksa Senior Tangani Saracen

Oleh: marsot.
Rabu, 20 Sep 2017 05:58
BAGIKAN:
istimewa.
Kejaksaan Agung.
JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung menurunkan jaksa-jaksa senior dalam menangani sindikat penyebar berita bohong dan isu SARA atau Saracen.

"Saya akan turunkan jaksa-jaksa senior untuk menangani perkara itu," kata Jaksa Agung M Prasetyo di sela-sela acara HUT Rumah Sakit Adhyaksa ke-3, Ceger, Jakarta Timur, Selasa 19 September 2017.

Ia menilai kasus Saracen merupakan sebagai kasus yang sangat serius dan harus ditangani dengan serius pula. "Tidak boleh main-main karena yang kita tahu ternyata apa yang dilakukan kelompok Saracen ini berbahaya bagi Bangsa Indonesia," katanya.

"Kalau tidak (ketahuan) bisa menghancurkan Bangsa Indonesia," tegasnya.

Di bagian lain, ia menyebutkan pihaknya sudah menerima pelimpahan berkas tersangka kasus pengelola grup yang berisi konten ujaran kebencian di jejaring soal Facebook, Saracen, Sri Rahayu menyusul berkasnya dinyatakan sudah lengkap.

"Ada satu perempuan dari Cianjur sudah dilimpahkan ke kejaksaan," katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menyatakan berkas tersangka kasus penghina Presiden Joko Widodo di jejaring sosial Facebook, Sri Rahayu Ningsih lengkap.

"Infonya demikian," kata Kepala Unit V Subdit Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri AKBP Purnomo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Menurut dia pihaknya akan segera menyerahkan barang bukti dan tersangka kepada Kejaksaan Agung atau pelimpahan tahap dua. Selanjutnya tersangka Sri akan menjalani sidang perdananya.

"Nanti kami segera limpahkan ke kejaksaan untuk tahap dua, agar sesegera mungkin disidangkan," kata Purnomo.

Sri Rahayu Ningsih menjadi tersangka dalam dua kasus yakni kasus berkas tersangka kasus penghina Presiden Joko Widodo di jejaring sosial Facebook, dan kasus pengelola grup yang berisi konten ujaran kebencian di jejaring sosial Facebook, Saracen.

Sri ditangkap oleh Satgas Siber Bareskrim Polri di Cianjur, Jawa Barat pada 5 Agustus 2017.

Sementara dalam kasus Saracen, selain Sri, polisi telah menangkap tiga tersangka lainnya yakni Jasriadi (Jas), Muhammad Faizal Tonong (MFT) dan Muhammad Abdullah Harsono (MAH). Mereka adalah pengelola Saracen.

Grup Saracen diketahui membuat sejumlah akun Facebook, di antaranya Saracen News, Saracen Cyber Team dan Saracennewscom.

Kelompok Saracen diduga kerap menawarkan jasa untuk menyebarkan ujaran kebencian bernuansa SARA di media sosial.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    PTPN III Jalin Kerja sama Dengan Kejatisu

    MEDAN (EKSPOSnews0: Dalam rangka efektifitas penanganan dan penyelesaian masalah hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) tandatangani nota kerjasama dengan K

  • satu minggu lalu

    Bank Sumut Gandeng Kejaksaan Tinggi

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara siap membantu Bank Sumut dalam rangka mengawal transaksi bisnis maupun pemulihan hak tunggakan kredit terhadap debitur yang nakal.Hal tersebut dikat

  • 2 minggu lalu

    Kejaksaan Periksa 11 Saksi Pembobolan Bank Mandiri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) sampai sekarang telah memeriksa 11 saksi dugaan pembobolan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Commercial Banking Center Cab

  • satu bulan lalu

    Kejaksaan Tangkap 20 Buronan Koruptor

    JAKARTA (EKSPOSnews): Bidang Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap sekitar 20 buronan tindak pidana korupsi selama Januari sampai Agustus 2017."Sekitar 20 buronan korupsi ditangkap," kata Jaksa

  • satu bulan lalu

    Siapa Dibalik Saracen Semakin Terang Benderang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah menyerahkan laporan hasil analisis (LHA) 14 rekening milik para tersangka kelompok Saracen, ke penyidik Bareskrim Po

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99