Selasa, 12 Des 2017

Kejaksaan Periksa 11 Saksi Pembobolan Bank Mandiri

Oleh: alex
Kamis, 12 Okt 2017 06:02
BAGIKAN:
istimewa.
Bank Mandiri.
JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) sampai sekarang telah memeriksa 11 saksi dugaan pembobolan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Commercial Banking Center Cabang Bandung oleh PT Tirta Amarta Bottling Company (TAB).

"Penyidik telah memeriksa 11 saksi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum di Jakarta, Rabu 11 Oktober 2017.

Di antara yang diperiksa, Deru Widyarto yang mejabat Wholesale Credit Risk Head PT Bank Mandiri Cabang Bandung dan Ferisa Kawun, Senior Credit Risk Manager PT Bank Mandiri Cabang Bandung.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan pada Rabu (11/10), kedua saksi menyatakan restrukturisasi kredit macet PT Tirta Amarta Bottling yang mengalami kolektibilitas V sejak 21 Agustus 2016.

Kendati demikian, penyidik sampai sekarang belum menetapkan tersangka dalam kasus pembobolan Bank Mandiri Cabang Bandung tersebut. "Penyidikan kan untuk membuat terang sebuah kasus dugaan korupsi, penyidik masih mengumpulkan bukti-buktinya," katanya.

Kasus itu bermula pada 15 Juni 2015, berdasarkan Surat Nomor: 08/TABco/VI/205 Direktur PT TAB mengajukan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Commercial Banking Center Bandung.

Perpanjangan seluruh fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar Rp880,6 miliar, perpanjangan dan tambahan plafond LC sebesar Rp40 miliar sehingga total plafon LC menjadi Rp50 miliar. Serta fasilitas Kredit Investasi (KI) sebesar Rp250 miliar selama 72 bulan.

Dalam dokumen pendukung permohonan perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit terdapat data aset PT TAB yang tidak benar dengan cara dibesarkan dari aset yang nyata. Sehingga berdasarkan Nota Analisa pemutus kredit Nomor CMG.BD1/0110/2015 tanggal 30 Juni 2015 seolah-olah kondisi keuangan debitur menunjukkan perkembangan.

Akhirnya perusahaan itu bisa memperoleh perpanjangan dan tambahan fasilitas kredit pada 2015 sebesar Rp1,17 triliun.

Selain itu, debitur PT TAB juga telah menggunakan uang fasilitas kredit antara lain sebesar Rp73 miliar, yang semestinya hanya diperkenankan untuk kepentingan KI dan KMK, tetapi dipergunakan untuk keperluan yang dilarang untuk perjanjian kredit.

"Akibatnya telah merugikan keuangan negara Rp1,4 triliun yang terdiri dari pokok, bunga dan denda," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Kejaksaan Terima Berkas Jonru Ginting

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, menerima pelimpahan barang bukti dan tersangka Jonru Ginting dugaan menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian dari penyidik Polda Metr

  • 4 minggu lalu

    Kejaksaan Usut Penerbitan SKT di Lahan HGU PTPN II

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Deliserdang melakukan pengusutan kasus penerbitan Surat Keterangan Tanah yang diterbitkan oknum Kepala Desa Sampali, diatas lahan Hak Guna Usaha milik perkebunan P

  • 2 bulan lalu

    PTPN III Jalin Kerja sama Dengan Kejatisu

    MEDAN (EKSPOSnews0: Dalam rangka efektifitas penanganan dan penyelesaian masalah hukum bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) tandatangani nota kerjasama dengan K

  • 2 bulan lalu

    Bank Sumut Gandeng Kejaksaan Tinggi

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara siap membantu Bank Sumut dalam rangka mengawal transaksi bisnis maupun pemulihan hak tunggakan kredit terhadap debitur yang nakal.Hal tersebut dikat

  • 3 bulan lalu

    Kejaksaan Tangkap 20 Buronan Koruptor

    JAKARTA (EKSPOSnews): Bidang Intelijen Kejaksaan Agung berhasil menangkap sekitar 20 buronan tindak pidana korupsi selama Januari sampai Agustus 2017."Sekitar 20 buronan korupsi ditangkap," kata Jaksa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99