Kamis, 16 Agu 2018

Kejaksaan Akan Telisik Keterlibatan Ahmad Bambang dalam Kasus Pertamina

Oleh: marsot
Kamis, 21 Des 2017 04:29
BAGIKAN:
istimewa.
Kejaksaan.
JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) akan mempelajari keterangan saksi persidangan dugaan korupsi pengadaan kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) tahun 2011 di Pengadilan Tipikor.

Ada saksi yang menyebutkan nama mantan dirut Pertamina Kontinental Ahmad Bambang dalam kasus itu.

"Nanti dipelajari. Dipelajari setelah ada putusan biar tidak parsial," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) pada JAM Pidsus, Warih Sadono di Jakarta, Rabu 20 Desember 2017.

Warih Sadono juga menyebutkan Ahmad Bambang sendiri sudah pernah diperiksa oleh penyidik pada tahap penyidikan untuk tersangka Suherimanto mantan Dirut Pertamina Kontinenal. Ahmad Bambang sendiri menjabat posisi dirut menggantikan Suherimanto.

Dalam persidangan,Direktur Utama PT Vries Maritime Shipyard (VMS) Aria Odman yang menjadi saksi perkara dugaan korupsi pengadaan kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) tahun 2011 dengan terdakwa mantan direktur utama Pertamina Kontinental Suherimanto, menyebut nama Ahmad Bambang yang juga mantan direktur utama Pertamina Kontinental setelah Suherimanto.

Aria Odman menyatakan jika Ahmad Bambang dengan sengaja menghapus denda keterlambatan pengiriman kapal AHTS yakni berupa kapal Transko Andalas dan kapal Transko Celebes.

"Ya benar, Ahmad Bambang yang menghapus denda keterlambatan pengiriman kapal," ungkap Aria Odman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus tersebut berawal pada 2012 PT Pertamina Trans Kontinental mengadakan dua kapal Anchor Handling Tug and Supply (AHTS) (kapal Transko Andalas dan kapal Transko Celebes) melalui perjanjian dengan PT Vries Maritime Shipyard (VMS) dengan harga 28.400.000 dolar AS atau setara Rp254, miliar dengan kurs satu dolar AS Rp9.000.

Pengadaan itu dilakukan tanpa lelang sebagaimana ketentuan yang berlaku. Owner Estimate (OE) atas pengadaan dua kapal tersebut disusun dan ditetapkan setelah proses perundingan harga dan penandatangan perjanjian jual beli kapal kemudian, tanggal OE dibuat backdate seolah-olah dibuat sebelum proses pembicaraan harga.

PT VMS ditetapkan sebagai pelaksana pengadaan meskipun tidak memenuhi persyaratan berupa pengalaman tertentu, sumber daya manusia, modal, peralatan, dan fasilitas lain yang sesuai dengan kriteria perusahaan. PT VMS juga belum memiliki SIUP, TDP, Nomor Identitas Kepabeanan, dan Angka Pengenal Impor Produsen saat ditetapkan sebagai pelaksana pengadaan.

Tersangka S selaku direktur utama PT Pertamina Trans Kontinental menyetujui permohonan PT VMS untuk memberikan pinjaman sebesar 3,5 juta dolar AS meski bertentangan dengan Surat Perjanjian dan tanpa persetujuan Dewan Komisaris. Tersangka S telah beberapa kali memberikan perpanjangan jangka waktu penyerahan kapal tanpa dikenakan denda keterlambatan meskipun tidak memenuhi alasan force majeure. Terkait dengan pengadaan dua kapal AHTS, tersangka S selaku direktur utama PT. Pertamina Trans Kontinental telah menerima uang dari Aria Odman selaku Direktur Utama PT VMS sebesar 517.561,97 dolar AS dan Rp900 juta.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Kejaksaan Agung Tahan Bayu Kristanto

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menahan Bayu Kristanto, tersangka korupsi penyalahgunaan investasi pada PT Pertamina (Persero) di

  • 2 minggu lalu

    Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Pencucian Uang BBM Ilegal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tim Intelijen Kejaksaan Agung, di Pelabuhan Tanjung Benoa, Denpasar, Bali, Sabtu menangkap Deki Bermana, buronan pencucian uang kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilega

  • 2 minggu lalu

    Kejaksaan Pariaman Musnahkan Narkoba

    PARIAMAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman, Sumatera Barat memusnahkan sekitar 21 kilogram barang bukti narkotika dari 36 perkara yang telah inkrah berdasarkan putusan Pengadilan Negeri

  • 2 minggu lalu

    Kejaksaan Tinggi Periksa Bupati Gorontalo

    GORONTALO (EKSPOSnews): Bupati Gorontalo, Indra Yasin diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pasar Pontolo tahap satu dan dua.Asisten Bidang Tind

  • 2 minggu lalu

    Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tim Intelijen Kejaksaan Agung menangkap buronan penyimpangan pemberian fasilitas kredit modal kerja oleh PD BPR LPK Pancoran Mas sebesar Rp4 miliar."Tersangka Bunyamin diamankan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99