Minggu, 27 Mei 2018

Kejaksaan Akan Telisik Keterlibatan Ahmad Bambang dalam Kasus Pertamina

Oleh: marsot
Kamis, 21 Des 2017 04:29
BAGIKAN:
istimewa.
Kejaksaan.
JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) akan mempelajari keterangan saksi persidangan dugaan korupsi pengadaan kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) tahun 2011 di Pengadilan Tipikor.

Ada saksi yang menyebutkan nama mantan dirut Pertamina Kontinental Ahmad Bambang dalam kasus itu.

"Nanti dipelajari. Dipelajari setelah ada putusan biar tidak parsial," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) pada JAM Pidsus, Warih Sadono di Jakarta, Rabu 20 Desember 2017.

Warih Sadono juga menyebutkan Ahmad Bambang sendiri sudah pernah diperiksa oleh penyidik pada tahap penyidikan untuk tersangka Suherimanto mantan Dirut Pertamina Kontinenal. Ahmad Bambang sendiri menjabat posisi dirut menggantikan Suherimanto.

Dalam persidangan,Direktur Utama PT Vries Maritime Shipyard (VMS) Aria Odman yang menjadi saksi perkara dugaan korupsi pengadaan kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) tahun 2011 dengan terdakwa mantan direktur utama Pertamina Kontinental Suherimanto, menyebut nama Ahmad Bambang yang juga mantan direktur utama Pertamina Kontinental setelah Suherimanto.

Aria Odman menyatakan jika Ahmad Bambang dengan sengaja menghapus denda keterlambatan pengiriman kapal AHTS yakni berupa kapal Transko Andalas dan kapal Transko Celebes.

"Ya benar, Ahmad Bambang yang menghapus denda keterlambatan pengiriman kapal," ungkap Aria Odman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Kasus tersebut berawal pada 2012 PT Pertamina Trans Kontinental mengadakan dua kapal Anchor Handling Tug and Supply (AHTS) (kapal Transko Andalas dan kapal Transko Celebes) melalui perjanjian dengan PT Vries Maritime Shipyard (VMS) dengan harga 28.400.000 dolar AS atau setara Rp254, miliar dengan kurs satu dolar AS Rp9.000.

Pengadaan itu dilakukan tanpa lelang sebagaimana ketentuan yang berlaku. Owner Estimate (OE) atas pengadaan dua kapal tersebut disusun dan ditetapkan setelah proses perundingan harga dan penandatangan perjanjian jual beli kapal kemudian, tanggal OE dibuat backdate seolah-olah dibuat sebelum proses pembicaraan harga.

PT VMS ditetapkan sebagai pelaksana pengadaan meskipun tidak memenuhi persyaratan berupa pengalaman tertentu, sumber daya manusia, modal, peralatan, dan fasilitas lain yang sesuai dengan kriteria perusahaan. PT VMS juga belum memiliki SIUP, TDP, Nomor Identitas Kepabeanan, dan Angka Pengenal Impor Produsen saat ditetapkan sebagai pelaksana pengadaan.

Tersangka S selaku direktur utama PT Pertamina Trans Kontinental menyetujui permohonan PT VMS untuk memberikan pinjaman sebesar 3,5 juta dolar AS meski bertentangan dengan Surat Perjanjian dan tanpa persetujuan Dewan Komisaris. Tersangka S telah beberapa kali memberikan perpanjangan jangka waktu penyerahan kapal tanpa dikenakan denda keterlambatan meskipun tidak memenuhi alasan force majeure. Terkait dengan pengadaan dua kapal AHTS, tersangka S selaku direktur utama PT. Pertamina Trans Kontinental telah menerima uang dari Aria Odman selaku Direktur Utama PT VMS sebesar 517.561,97 dolar AS dan Rp900 juta.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Kejagung Periksa Pejabat Pertamina

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) memeriksa dua pejabat PT Pertamina (Persero) sebagai saksi dugaan korupsi investasi perusahaan tersebut di Blok B

  • 5 hari lalu

    Kejaksaan Selidiki Korupsi Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Riau menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi pengadaan laboratorium bahasa pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti."Masih dalam penye

  • 3 minggu lalu

    Kejaksaan Agung Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Pertamina

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung akan menetapkan tersangka baru dugaan korupsi investasi PT Pertamina di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009 yang merugikan keuangan negara Rp568 mi

  • satu bulan lalu

    Kejaksaan Amankan Sejumlah Buronan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan sampai sekarang telah berhasil menangkap 68 orang buronan sejak digulirkannya program Tangkap Buron (31.1) atau 31 kejaksaan tinggi menangkap 1 buron setiap bulannya pa

  • 2 bulan lalu

    Kejaksaan Agung Periksa Karyawan Deutsche Bank

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Kejaksaan Agung memeriksa karyawan Deutsche Bank AG, Wieke Widiastuti sebagai saksi dugaan korupsi pengelolaan Dana Pensiun PT Pertamina (Persero) tahun anggaran 2014-20

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99