Rabu, 21 Agu 2019

Kejaksaan Agung Terima Pemberitahuan Penyidikan Beras PT IBU

Oleh: admin
Selasa, 08 Agu 2017 19:24
BAGIKAN:
istagram
Beras PT IBU.
JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus beras Ayam Jago dan beras Maknyuss sejak 3 Agustus 2017 dari Bareskrim Polri dengan nama tersangka TW dkk.

"Diterima di kejaksaan pada 3 Agustus 2017 dengan tersangka TW dkk," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) Noor Rochmad di Jakarta, Selasa 8 Augustus 2017.

Ia menyebutkan sebenarnya SPDP perkara tindak pidana perdagangan beras itu dan perlindungan konsumen sudah diterima pada 17 Juli 2017, namun belum ada tersangkanya.

Kemudian disusuli penetapan tersangka pada 3 Agustus 2017 dengan pasalnya UU Perlindungan Konsumen, UU Pangan, TPPU, dan Pasal 382 bis KUHP, katanya.

Secara rinci, tersangka TW akan dijerat dengan pelanggaran Pasal 144 jo Pasal 100 (2) UU Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan, Pasal 62 jo Pasal 8 (1) huruf e, f, i dan atau Pasal 9 (h) UU Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Pelindungan Konsumen, Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, Pasal 382 bis KUHP, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan beras merek Maknyuss dan Ayam Jago produksi PT Indo Beras Unggul (PT IBU) telah mencurangi konsumen dengan mencantumkan label palsu.

"Pelanggarannya yakni dari sistem pelabelan," kata Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, produk beras PT IBU tidak sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). "Sistem pelabelan, mutunya tidak sesuai SNI," katanya.

Martinus menjelaskan sebenarnya produk beras tidak perlu pencantuman SNI. Tetapi bila mencantumkan paten SNI, harus mengikuti aturan SNI yang berlaku.

"Jadi misal menggunakan SNI 2008, harus mengikuti prosedur SNI 2008," katanya.

Lebih rinci ia menjelaskan PT IBU berani menggunakan paten SNI 2008 tetapi tidak mencantumkan mutu beras sebagaimana peraturan dalam SNI 2008.

Dalam SNI 2008, tidak dikenal istilah beras medium atau premium melainkan menggunakan istilah mutu beras satu hingga mutu beras lima.

"PT IBU mencantumkan kategori beras medium premium. Padahal dalam SNI 2008 tidak dikenal istilah medium dan premium melainkan menggunakan mutu 1, mutu 2, hingga mutu 5," katanya.

Menurut dia, pencantuman kategori medium dan premium itu baru ada dalam peraturan SNI 2015.

"Setelah dicek di laboratorium, ternyata kualitas beras jauh di bawah kualitas beras medium," katanya.

Pelanggaran lainnya, PT IBU menggunakan informasi nilai gizi beras dalam Angka Kecukupan Gizi (AKG). Padahal pencantuman AKG itu seharusnya untuk produk olahan, bukan produk mentah seperti beras.

Dalam kemasan beras, Martinus mengatakan, seharusnya tercantum komposisi saja.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 11 bulan lalu

    Alex Noerdin Penuhi Panggilan Kejaksaan Agung

    JAKARTA (EKSPOSnews): Mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) untuk diperiksa sebagai saksi dugaan korup

  • 11 bulan lalu

    Kejaksaan Agung tahan Pejabat KPP Semarang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung menahan pejabat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Semarang, Jawa Tengah, berinisial PAW atas dugaan menerima gratifikasi penjualan faktur pajak mulai 2007 hingga 2013.

  • 12 bulan lalu

    OTT KPK Diapresisasi Kejaksaan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Jaksa Agung M Prasetyo mengapresiasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Medan Merry Purba ter

  • 12 bulan lalu

    Kejaksaan Agung Tahan Frederik Siahaan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, menahan eks Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Frederik Siahaan, tersangka dugaan korupsi investasi perusahaan tersebut di B

  • tahun lalu

    Kejaksaan Agung Tahan Bayu Kristanto

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menahan Bayu Kristanto, tersangka korupsi penyalahgunaan investasi pada PT Pertamina (Persero) di

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99