Rabu, 15 Agu 2018

Kejaksaan Agung Tahan Bayu Kristanto

Oleh: marsot
Jumat, 10 Agu 2018 03:28
BAGIKAN:
istimewa.
Ditahan.
JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menahan Bayu Kristanto, tersangka korupsi penyalahgunaan investasi pada PT Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2012.

Bayu adalah mantan Manager Merger dan Investasi (M&A) pada Direktorat Hulu PT Pertamina bersama tiga tersangka lainnya yakni Karen Agustiawan, Ferederik ST Siahaan dan Genades Panjaitan.

Mereka diduga merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp568,07 miliar.

"Kami berkomitmen mengusut tuntas perkara ini, semua proses penyidikan terus berjalan," kata Jampidsus Adi Toegarisman melalui siaran persny, Kamis 9 Augustus 2018.

Bayu dijerat Pasal 2 ayat 1 Undang-undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.

Ia juga dikenakan Pasal 3 UU No31 Tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.

Atas perbuatannya, Bayu terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar.

Adi Toegarisman mengatakan untuk memudahkan proses penyidikan, Bayu ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung hingga 20 hari ke depan.

Penahanan dilakukan agar ia tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta mempengaruhi orang lain atau saksi.

Dari penyidikan, diketahui Bayu mengajukan usulan akuisisi Blok BMG Australia tidak berdasarkan hasil 'due diligence'.

Dia juga mengabaikan hasil keputusan Tim Pengembangan dan Pengelolaan Portofolio Usaha Hulu (TP3UH) yakni hasil keputusan akhir menunda hasil 'due diligence' dan 'upside potential' tidak dimasukkan dalam evaluasi.

Pada 2009 Pertamina melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengakuisisi sepuluh persen saham ROC Oil Ltd, untuk menggarap Blok BMG.

Perjanjian dengan ROC Oil atau Agreement for Sale and Purchase -BMG Project ditandatangani 27 Mei 2009 dengan nilai transaksi mencapai US$31 juta.

Akibat akuisisi itu, Pertamina harus menanggung biaya yang timbul (cash call) dari Blok BMG sebesar US$26 juta, dengan harapan dapat memproduksi minyak hingga 812 barrel per hari.

Namun kenyataannya jauh panggang dari api, Blok BMG hanya bisa menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pte Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.

Pada 5 November 2010, Blok BMG ditutup, setelah ROC Oil memutuskan penghentian produksi minyak mentah. Alasannya, blok ini tidak ekonomis jika diteruskan produksi.

Investasi yang sudah dilakukan Pertamina akhirnya tidak memberikan manfaat maupun keuntungan dalam menambah cadangan dan produksi minyak nasional.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Pencucian Uang BBM Ilegal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tim Intelijen Kejaksaan Agung, di Pelabuhan Tanjung Benoa, Denpasar, Bali, Sabtu menangkap Deki Bermana, buronan pencucian uang kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) ilega

  • 2 minggu lalu

    Kejaksaan Agung Tangkap Buronan Korupsi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tim Intelijen Kejaksaan Agung menangkap buronan penyimpangan pemberian fasilitas kredit modal kerja oleh PD BPR LPK Pancoran Mas sebesar Rp4 miliar."Tersangka Bunyamin diamankan

  • 4 minggu lalu

    Kejaksaan Agung Perintahkan Direksi PTPN II Batalkan SK Penghapusan Eks HGU

    MEDAN (EKSPOSnews): Penyidik Kejaksaan Agung diduga telah memerintahkan Direktur Utama PTPN II Teten Jaka agar membatalkan Surat Keputusan Persetujuan Penghapusbukuan lahan seluas 106 hektare eks hak

  • satu bulan lalu

    Kejaksaan Tahan Mantan Dirut Sang Hyang Seri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) Saiful Bahri terkait dugaan korupsi penggunaan kred

  • 2 bulan lalu

    Kejaksaan Agung Minta Tambahan Senjata Api

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kejaksaan Agung segera mengajukan anggaran tambahan untuk pengadaan penambahan senjata api organik sebagai sarana pengamanan dan bela diri dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu.

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99