Sabtu, 26 Mei 2018

Kejahatan Anak di Medan Melonjak

Oleh: marsot
Selasa, 02 Jan 2018 03:32
BAGIKAN:
istimewa.
Pelaku kejahatan (ilustrasi).
MEDAN (EKSPOSnews): Pusat Kajian dan Perlindungan Anak Sumatera Utara mencatat kasus kejahatan dan kekerasan terhadap anak di daerah itu mengalami peningkatan drastis selama tahun 2017.

Direktur Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Sumut, Misran Lubis di Medan, mengatakan, berdasarkan advokasi dan pemantauan selama ini mencatat adanya 295 kasus kejahatan anak pada 2017.

"Jumlah tersebut meningkat 100 persen lebih dibandingkan kasus kejahatan dan kekerasan terhadap anak pada 2016 yang berjumlah 144 kasus," ujarnya, Senin 1 Januari 2018.

Peningkatan tersebut semakin besar jika dibandingkan dengan tahun 2013 dengan 93 kasus, tahun 2014 sebanyak 95 kasus, dan tahun 2015 dengan 144 kasus.

Dari jenis kasus, kata Misran, kejahatan anak di Sumut paling banyak berupa kekerasan seksual (33 persen), perebutan hak asuh anak (27 persen), kekerasan pisik (26 persen).

Sedangkan kasus lain berupa perdagangan anak (8 persen), kekerasan psikis (2 persen), pelibatan anak dalam penyalahgunaan narkoba (2 persen), dan pidana lain (2 persen).

Dari jumlah tersebut, pihaknya menilai kekerasan dan eksploitasi anak masih menjadi masalah serius di Sumut, apalagi jumlahnya secara statistik mengalami peningkatan signifikan.

Menurut dia, dari analisa yang dilakukan, cukup banyak faktor yang menjadi penyebab meningkatnya kasus kejahatan terhadap anak di Sumut tersebut.

Diantaranya, penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap anak dan kejahatan seksual belum sejalan dengan keseriusan UU.

Ia mencontohkan dengan bebasnya pelaku kejahatan seksual seperti yang terjadi di PN Lubuk Pakam, dan adanya penangguhan penahanan terjadap pelaku kejahatan seksual seperti yang terjadi di Polrestabes Medan.

Kemudian, masih belum maksimalnya upaya-upaya preventif yang dilakukan pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk meminimalisir terjadinya kejahatan seksual terhadap anak.Demikian juga dengan masih adanya praktik-praktik sosial di kalangan masyarakat yang berupaya melindungi atau menutupi adanya kejahatan seksual terhadap anak.

Menurut Misran, untuk mencegah dan memperkecil peluang terjadinya kasus kekerasan terhadap anak tersebut, dibutuhkan sinergi yang serius dari unsur pemerintah, organisasi keagamaan, dunia usaha, LSM, dan media massa menuju "Sumut Layak Anak".

Terkait 2018 sebagai tahun politik di Sumut, pihaknya mengharapkan para calon pemimpin di Sumut mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat, dan membuat agenda perlindungan anak sebagai salah satu agenda prioritas dalam rencana pembangunan daerah kedepan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Penjualan Pertalife Melonjak

    PEKANBARU (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) 1 area Sumatera bagian Utara mencatat pertumbuhan penjualan produk Pertalite meningkat cukup tajam sebesar 65 persen pad

  • 4 bulan lalu

    Kasus Perceraian di PN Bengkalis Melonjak

    BENGKALIS (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Kelas II Bengkalis, Provinsi Riau mencatat kasus perceraian pada tahun 2017 di daerah itu meningkat tinggi dibandingkan tahun 2016."Sidang kasus perceraian me

  • 5 bulan lalu

    Pelanggan Data XL Melonjak

    DENPASAR (EKSPOSnews): PT XL Axiata Tbk. pada pergantian tahun 2017 ke 2018 pelayanan data mengalami peningkatan mencapai 160 persen lebih dibanding hari biasa."Jaringan data provider kami mengalami p

  • 5 bulan lalu

    Permintaan Bright Gas Melonjak

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mengklaim terjadi lonjakan konsumsi Bright Gas yang signifikan hingga 206 persen pada masa libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di

  • 7 bulan lalu

    Pengguna Internet Melonjak

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Jumlah pengguna internet di Indonesia rata-rata naik 51 persen per tahun, kata General Manager External Corporate Communication PT Telkomsel Pusat Denny Abidin."Dari pengguna in

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99