Minggu, 19 Mei 2019

Kasus Korupsi Garuda Kapan Disidangkan?

Oleh: marsot
Rabu, 20 Feb 2019 17:24
BAGIKAN:
istimewa.
Garuda.
JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata berjanji lembaganya akan melimpahkan kasus suap Garuda Indonesia ke penuntutan sebelum masa pimpinan KPK jilid IV berakhir pada Desember 2019.

"Mudah-mudahan sebelum selesai, sudah kami limpahkan," kata Alexander di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK RI, Jakarta, Rabu 20 Februari 2019.

Ia juga menyatakan bahwa lembaganya juga berkoordinasi dengan otoritas di Singapura dalam penyidikan kasus tersebut.

"Kami koordinasi dengan otoritas Singapura, perusahaan yang digunakan ada di Singapura untuk menerima uang. Kami kerja ama dan sejauh ini baik-baik saja, yakinlah itu akan kami limpahkan," ucap Alexander.

Sebelumnya, KPK menetapkan dua tersangka dalam kasus itu suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia.

Dua tersangka itu, yakni Direktur Utama PT Garuda Indonesia periode 2005 s.d. 2014 Emirsyah Satar (ESA) dan Presiden Komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo (SS).

Emirsyah Satar dalam perkara ini diduga menerima suap 1,2 juta euro dan 180.000 dolar AS atau senilai total Rp20 miliar serta dalam bentuk barang senilai dua juta dolar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce dalam pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005 s.d. 2014 pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Pemberian suap itu dilakukan melalui seorang perantara Soetikno Soedarjo selaku "beneficial owner" dari Connaught International Pte. Ltd. yang berlokasi di Singapura. Soektino diketahui merupakan presiden komisaris PT Mugi Rekso Abadi (MRA), satu kelompok perusahaan di bidang media dan gaya hidup.

Rolls Royce oleh pengadilan di Inggris berdasarkan investigasi Serious Fraud Office (SFO) Inggris sudah dikenai denda sebanyak 671 juta pounsterling (sekitar Rp11 triliun) karena melakukan pratik suap di beberapa negara antara lain Malaysia, Thailand, Cina, Brasil, Kazakhstan, Azerbaizan, Irak, dan Anggola.

KPK awalnya menerima laporan dari SFO dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) Singapura yang sedang menginvestigasi suap Rolls Royce di beberapa negara, SFO dan CPIB pun mengonfirmasi hal itu ke KPK termasuk memberikan sejumlah alat bukti.

KPK melalui CPIB dan SFO juga sudah membekukan sejumlah rekening dan menyita aset Emirsyah yang berada di luar negeri.

Namun, sampai saat ini KPK belum menahan keduanya meskipun telah ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 16 Januari 2017.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 minggu lalu

    Mengembangbiakkan Burung Garuda

    CISARUA (KICAU): aman Safari Indonesia (TSI) Bogor, Jawa Barat resmi mengoleksi sepasang Elang Jawa bernama Hanum dan Riska. Satwa yang kerap diidentikan dengan burung Garuda ini siap dikembangbiakkan

  • 4 minggu lalu

    Sofyan Basir Punya Peran Sentral dalam Kasus Korupsi PLTU Riau-1

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan terdapat empat peran tersangka Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir (SFB) terkait proyek PLTU Riau-1."Sebelumnya sampai Jun

  • 2 bulan lalu

    Garuda Cetak Laba RP11,3 miliar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) selama  2018 mencatat laba bersih sebesar 809,85 ribu dolar AS atau setara  Rp11,33 miliar (asumsi kurs Rp14.000

  • 2 bulan lalu

    Boeing Tolak Usulan Garuda Tukar Seri MAX

    NUSA DUA (EKSPOSnews): Perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat Boeing belum menyetujui usulan penukaran 49 unit pesawat Boeing 737 Max 8 yang dipesan oleh Garuda Indonesia.“Mereka masih h

  • 2 bulan lalu

    Garuda Batalkan Pemesanan Boeng Seri MAX?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara juga tidak mau berkomentar mengenai hasil pertemuan dengan petinggi The Boeing Company yang digelar di kawasan perkantoran Bandara Int

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99