Rabu, 18 Sep 2019

Karutan Tangerang Dicopot karena Jual Beli Kamar Tahanan

Oleh: alex
Kamis, 11 Apr 2019 15:32
BAGIKAN:
istimewa.
Rumah tahanan (rutan).
JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Komisi III DPR RI, Taufiqulhadi, menilai langkah Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Sri Puguh Budi Utami yang mencopot Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tangerang, Provinsi Banten, adalah tepat.

Pencopotan jabatan Karutan Kelas I Tangerang dilakukan setelah yang bersangkutan terbukti melakukan transaksi jual beli kamar tahanan.

"Kami mengapresiasi, itu langkah tegas yang diambil oleh Dirjen PAS, karena tidak boleh ada jual beli kamar tahanan. Itu sangat tidak pantas dilakukan," kata Taufiqulhadi melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Kamis 11 April 2019.

Kebijakan Dirjen PAS tersebut dinilai Taufiqulhadi merupakan tindakan yang tegas dan tepat.

Kebijakan itu dikeluarkan sebelum Ombudsman menerima pengaduan dari keluarga salah satu tahanan yang menyebutkan diminta Rp15 juta oleh sesama penghuni rutan.

Sebanyak Rp6 juta digunakan untuk mendapatkan kamar atau sel selepas masa pengenalan lingkungan, dan sisanya untuk mengurus yang lain.

"Tetapi Dirjen PAS perlu lebih mengetatkan pengawasan kepada pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rutan, untuk mencegah adanya praktik serupa di dalam Lapas dan Rutan," ujar Taufiqulhadi.

Hal senada juga disampaikan oleh pengamat kebijakan publik Syafuan Rozi, yang menyebutkan bahwa kebijakan pencopotan itu adalah sanksi moral bagi pejabat yang melakukan pelanggaran etika.

Kendati demikian, dugaan tindak pidana tersebut dinilai Syafuan harus diserahkan kepada penegak hukum.

"Sehingga hukuman bagi pejabat yang bersangkutan cukup berat. Ditambah kewajiban mengembalikan apa yang diterima,” ujar Syafuan.

Menurut Syafuan, dugaan jual beli di rutan Kelas 1 Tangerang atau Rutan Jambe ini adalah pukulan berat bagi Ditjenpas yang belum lama menghadapi kasus serupa.

Dalam kasus sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (8/4) menghukum mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas I A Sukamiskin Bandung, Wahid Husen, delapan tahun penjara.

"Ada dua peristiwa sama dan hampir bersamaan waktunya, tentu ini pukulan berat bagi Ditjenpas, namun kebijakan yang ditempuh sudah tepat,” lanjut Syafuan.

Oleh sebab itu Syafuan menyarankan hukuman berat bagi pegawai lembaga itu yang melakukan tindak pidana untuk menimbulkan efek jera.

Selain itu sistem pengawasan pegawai Ditjenpas dikatakan Syafuan juga harus dibenahi oleh Kementerian Hukum dan HAM, sehingga tidak terjadi peristiwa serupa karena tertutupnya peluang untuk hal tersebut. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Kelalaian Hartatik Berbuntut Pencopotan dari Jabatan Kepala Sekolah

    PROBOLINGGO (EKSPOSnews): Polemik pawai karnaval di Kota Probolinggo beberapa waktu lalu, akhirnya berbuntut panjang. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menilai, Hartatik lalai dalam m

  • 2 tahun lalu

    Garuda Rugi, Direksinya Harus Dicopot Semua

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan total kerugian sebesar 213,4 juta dolar AS (setara Rp2,88 triliun, kurs Rp13.500) pada tahun kinerja 2017, turun 2.378 persen diban

  • 2 tahun lalu

    Kepala Rutan Mandailing Natal Dicopot

    MEDAN (EKSPOSnews): Kementerian Hukum dan HAM menonaktifkan Kepala Cabang Rumah Tahanan Negara Mandailing Natal Armi Siregar dari jabatannya, karena terbukti mengeluarkan narapidana kasus narkoba Arif

  • 2 tahun lalu

    Kaplres Waykanan Agar Dicopot

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Puluhan wartawan di Kota Bandarlampung menuntut Kapolres Waykanan AKBP Asrul Budi Kurniawan dicopot dari jabatannya, karena dianggap telah melecehkan profesi wartawan di La

  • 2 tahun lalu

    Kepala LP Batu Dicopot, Jadi Staf Biasa

    SEMARANG (EKSPOSnews): Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mencopot Abdul Haris dari jabatan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, terkait narapidan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99