Rabu, 18 Jul 2018

KPK Tetapkan Kadis PU Bengkalis Jadi Tersangka Korupsi

Oleh: Alex
Jumat, 11 Agu 2017 20:37
BAGIKAN:
istimewa
Febri Diansyah, Jubir KPK.
JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkalis, Riau M Nasir (MNS) sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Tahun Anggaran 2013-2015.

"KPK menetapkan dua tersangka terkait kasus tersebut, yaitu Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis M Nasir (MNS) dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar (HOS)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat 11 Augustus 2017.

Febri menjelaskan keduanya diduga secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negata atau perekonomian negara dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau Tahun Anggaran 2013-2015.

"Diduga terkait kerugian negara sekurangnya Rp80 miliar," kata Febri.

KPK menyangkakan kepada keduanya melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengatur tentang orang yang melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara dan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

"Untuk kebutuhan pengembangan penyidikan, selama tiga hari pada Senin (7/8) sampai Rabu (9/8) penyidik melakukan penggeledahan di empat daerah, yaitu Pekanbaru, Bengkalis, Dumai, dan Pulau Rupat," kata Febri.

Untuk di Pekanbaru, kata dia, penyidik menggeledah rumah mantan Bupati Bengkalis Herlyan Saleh dan rumah tersangka M Nasir.

"Di Kabupaten Bengkalis digeledah kantor Dinas PU, kantor Pemda, kantor LPSE, dan rumah milik saksi Hurry Agustianri. Di kota Dumai digeledah rumah saksi, yaitu Hermanto sebagai subkontraktor dan penyegelan ruangan di rumah dinas Sekda Dumai," kata Febri.

Sementara di Pulau Rupat digeledah kantor PT Mawatindo Road Construction dan rumah atau kantor saksi Hasyim sebagai subkontraktor.

"Dari penggeledahan penyidik menyita sejumlah dokumen, barang bukti elektronik seperti handphone dan harddisk dan dua sepeda motor dari PT Mawatindo," ucap Febri.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 14 jam lalu

    Bupati Labuhanbatu Kena OTT KPK

    RANTAUPRAPAT (EKSPOSnews): Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Pangonal Harahap dikabarkan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait sejumlah fee proyek d

  • 14 jam lalu

    Tekanan Massa Agar Bebaskan Gubernur Aceh dari Tahanan KPK

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Massa dari Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) sebelumnya berunjuk rasa menuntut Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dibebaskan, bertahan di kantor gubernur Aceh.Massa KMA

  • kemarin

    KPK Tahan Arifin Nainggolan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan anggota DPRD Sumatera Utara 2014-2019 Arifin Nainggolan yang telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap kepada DPRD

  • 3 hari lalu

    KPK Tahan Wakil Ketua Komisi VII Eni Saragih

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih yang telah ditetapkan sebagai tersangka suap kesepakatan kerja sama pembangunan Pemba

  • 5 hari lalu

    KPK Amankan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Eni M Saragih bersama delapan orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT)

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99