Kamis, 18 Apr 2019

KPK Perpanjang Penahanan Bupati Pakpak Bharat

Oleh: marsot
Sabtu, 16 Feb 2019 05:13
BAGIKAN:
istimewa.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan terhadap tiga tersangka kasus tindak pidana korupsi suap proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara Tahun Anggaran 2018.

"Hari ini, dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari dimulai 17 Februari sampai 18 Maret 2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Jumat 15 Februari 2019.

Tiga tersangka itu, yakni Bupati Pakpak Bharat periode 2016-2021 Remigo Yolanda Berutu (RYB), Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat David Anderson Karosekali (DAK), dan seorang pihak swasta Hendriko Sembiring (HSE).

Sebelumnya, KPK telah mengumumkan tiga orang itu sebagai tersangka pada 18 November 2018.

Ketiga tersangka disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Remigo diduga menerima Rp550 juta yang diberikan pada 16 November 2018 sebesar Rp150 juta dan pada 17 November 2018 sebesar Rp400 juta.

Uang tersebut diduga digunakan untuk keperluan pribadi bupati, termasuk untuk mengamankan kasus yang melibatkan istri bupati yang saat ini sedang ditangani penegak hukum di Medan.

Dari jumlah tersebut, pemberian Rp150 juta dari David Anderson kepada Remigo terkait fee pelaksanaan proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Pakpak Bharat yang diduga berasal dari mitra yang sedang mengerjakan proyek-proyek di lingkungan pemkab setempat.

Diduga Remigo menginstruksikan kepada para kepala dinas untuk mengamankan semua pengadaan proyek pada dinas masing-masing.

Remigo juga menerima pemberian lain terkait proyek di Pemkab Pakpak Bharat melalui para perantara dan orang dekatnya yang bertugas mengumpulkan dana.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    KPK Panggil Pejabat Krakatau Steel

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK memanggil lima pejabat PT Krakatau Steel dalam penyidikan kasus suap terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel (Persero) tahun 2019."Kelima orang saksi diperiksa

  • satu minggu lalu

    KPK Telusuri Kepentingan Korporasi dalam Kasus Transportasi Pupuk

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri soal kepentingan korporasi dalam kasus suap pelaksanaan kerja sama pengangkutan bidang pelayaran antara PT Pupuk Indonesia Logistik

  • satu minggu lalu

    KPK Tahan Sekda Kota Malang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Cipto Wiyono (CWI) yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka dalam pengembangan kasus su

  • 2 minggu lalu

    Siapa Pihak Lain yang Kerja Sama dengan Romahurmuziy?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengindikasikan adanya pihak lain di Kementerian Agama yang bekerja sama dengan tersangka Romahurmuziy (RMY) alias Rommy melakukan tindak pidan

  • 2 minggu lalu

    KPK Tahan Markus Nari

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golangan Karya Markus Nari (MN), tersangka kasus tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99