Kamis, 21 Mar 2019

KPK Periksa Sandiaga Uno

Oleh: Jallus
Selasa, 23 Mei 2017 11:15
BAGIKAN:
istimewa
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno diperiksa sebagai mantan komisaris PT Duta Graha Indah dalam dua kasus yang disidik KPK.

"Kasus-kasus ini dulu berawal dari OTT (operasi tangkap tangan) di Kementerian Pemuda dan Olah Raga. Kemudian berkembang ke Nazaruddin dan proyek-proyek yang terkait Group Permai.DGI (Duta Graha Indah) termasuk perusahaan yang saat itu menangani beberapa proyek," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Selasa 23 Mei 2017.

Pada Selasa pukul 10.00 WIB, Sandiaga sudah tiba di gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan dalam dua kasus yaitu pertama kasus dugaan tindak pidana korupsi RS Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana tahun anggaran 2009-2011 dan kasus dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan Wisma Atlet dan Gedung Serba Guna pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2010-2011.

Tersangka dalam dua kasus itu adalah mantan Direktur Utama PT DGI Dudung Purwadi.

"Sandiaga saat itu berada dalam posisi sebagai komisaris," tambah Febri.

Saat tiba di gedung KPK, Sandiaga mengaku bahwa ia sudah mundur sebagai komisaris PT DGI beberapa tahun yang lalu.

"Pemeriksaan ini berkaitan dengan posisi saya sebagai komisaris di PT DGI, saya sudah mundur beberapa tahun lalu. Jadi ini untuk dua kasus, satu pukul 10.00 WIB dan pukul 13.00 nanti," kata Sandiaga yang datang ditemani sekitar 10 orang pendukungnya.

Namun ia meyakini bahwa dirinya tidak terlibat dalam kasus itu.

"Saya meyakini dalam kedua kasus itu tak terlibat. Untuk itu saya akan mengklarifikasi secara menyeluruh ke KPK hari ini," tambah Sandiaga.

Sandiaga enggan menjelaskan detail peran perusahaan yang pernah dipimpinnya itu dalam dua pengadaan tersebut.

"Untuk detail nanti ya. Materi biar diberikan ke penyidik, saya juga tidak kenal dengan Pak Nazaruddin, saya tidak berkomunikasi dengan beliau," ungkap Sandiaga.

Walau begitu, Sandiaga mengaku kenal dengan Anas Urbaningrum yang juga aktif di Permai Grup.

"Sama Anas saya kenal, beliau adalah tokoh pemuda, saya ketua umum Hipmi (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) saat itu, dalam diskusi kami tentang peran pemuda," kata Sandiaga.

Dalam putusan Manager Marketing PT Duta Graha Indah Tbk Muhammad El Idris disebutkan bahwa PT DGI memberikan uang sebesar Rp4,34 miliar kepada Nazaruddin agar PT DGI menjadi pemenang dalam pengadaan proyek pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Sumatera Selatan.

Dudung Purwadi disangkakan pasal pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dudung sudah ditahan pada 6 Maret 2017.

Pasal tersebut mengatur tentang orang yang melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara dan memperkaya diri sendiri, orang lain atau korporasi dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp1 miliar.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    KPK Temukan Uang Ratusan Juta di Ruang Menteri Agama

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang dari hasil penggeledahan di ruang kerja Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin di gedung Kementerian Agama, Jakarta

  • 2 hari lalu

    KPK Kembangkan Keterlibatan Romahurmuzhy dalam Kasus di Daerah Lain

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri kemungkinan keterlibatan Romahurmuzhy alias Rommy dalam kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2

  • 2 minggu lalu

    KPK Terima Pengembalian Uang dari Taufik Kurniawan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima pengembalian uang senilai Rp3,65 miliar dari Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan (TK) yang merupakan tersangka kasus suap.Taufik

  • 2 minggu lalu

    KPK Dalami Pendirian Perusahaan Subkontraktor Fiktif

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi mendalami keterangan saksi soal pendirian perusahaan subkontraktor fiktif dalam penyidikan kasus suap pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada

  • 4 minggu lalu

    KPK Serahkan Barang Rampasan kepada BNN

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (20/2) akan menyerahkan sejumlah barang rampasan dari proses hukum terpidana kasus korupsi yang ditangani KPK kepada Kejaksaan Agung

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99