Rabu, 24 Jul 2019

KPK Panggil Pejabat Krakatau Steel

Oleh: alex
Kamis, 11 Apr 2019 14:05
BAGIKAN:
istimewa.
KPK.
JAKARTA (EKSPOSnews): KPK memanggil lima pejabat PT Krakatau Steel dalam penyidikan kasus suap terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel (Persero) tahun 2019.

"Kelima orang saksi diperiksa untuk tersangka WNU," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis 11 April 2019.

Kelima orang yang dipanggil sebagai saksi tersebut adalah General Manager Blast Furnace Complex PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Hernanto Wiryomijoyo, Manager Maintance Service Blast Furnace Complex PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Fahrurozi, General Manager Central Maintenance and Facilities PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Hery Susanto, Manager Workshop Mechanic & FSA PT Krakatu Industrial Estate Cilegon Adi Triwododo dan General Manager Procurement PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Wahyu Wirawan.

KPK telah menetapkan empat tersangka kasus suap terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel (Persero) Tahun 2019 yaitu Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel  WNU dan seorang pihak swasta AMU sebagai tersangka penerima suap.

Sedangkan tersangka pemberi suap yaitu KSU dan KET, keduanya dari pihak swasta.

Dalam perkara ini AMU diduga menawarkan beberapa rekanan untuk melaksanakan pekerjaan kepada Wisnu Kuncoro dan disetujui.

Pekerjaan yang dimaksud itu adalah perencanaan kebutuhan barang dan peralatan masing-masing bernilai Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar. Adapun pengadaan barang dan peralatan itu berupa kontainer dan boiler atau ketel uap.

Selanjutnya, AMU menyepakati "commitment fee" dengan rekanan yang disetujui untuk ditunjuk, yakni PT Grand Kartech (GK) dan Group Tjokro (GT) senilai 10 persen dari nilai kontrak.

AMU diduga bertindak mewakili dan atas nama WNU sebagai Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel.

Kemudian, AMU meminta Rp50 juta kepada KSU dari PT Grand Kartech dan Rp100 juta kepada KET dari PT Grand Kartech.

Pada 20 Maret 2019, AMU menerima cek Rp50 juta dari Kurniawan Eddy Tjokro kemudian disetorkan ke rekening AMU. Selanjutnya, ia juga menerima uang 4 ribu dolar AS dan Rp45 juta di sebuah kedai kopi di Jakarta Selatan dari Kenneth Sutarja.

Uang tersebut kemudian disetorkan ke rekening AMU. Pada 22 Maret 2019, Rp20 juta diserahkan oleh AMU ke Wisnu Kuncoro di kedai kopi di daerah Bintaro. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 35 menit lalu

    KPK Periksa Sejumlah Pejabat Provinsi Kepulauan Riau

    BATAM (EKSPOSnews): Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus perizinan reklamasi yang melibatkan Gubernur Kepri nonaktif Nurdin

  • kemarin

    Mencari Pimpinan KPK yang Berani

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani meyakini Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi mampu menemukan calon pimpinan KPK terbaik dari 104 nama yang lulus uji

  • 4 hari lalu

    KPK Sita Aset Rita Widyasari

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita aset-aset milik mantan Bupati Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Rita Widyasari senilai Rp70 Miliar terkait kasus tindak pidana

  • 5 hari lalu

    KPK Diminta Buka Kasus-Kasus Besar

    JAKARTA (EKSPOSnews): Mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri, Rizal Ramli, meminta pimpinan KPK saat ini segera tuntaskan kasus-kasus besar yang belum terselesaikan."Saya in

  • 3 minggu lalu

    Uji Publik Bagi Pendaftar Capim Baru KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Para pendaftar Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang lulus syarat administrasi, uji kompetensi serta pemeriksaan kesehatan akan menjalani uji publik yang

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99