Sabtu, 19 Jan 2019

KPK Ikuti Kasus Pertamina

Oleh: Jallus
Kamis, 18 Okt 2018 04:06
BAGIKAN:
istimewa.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami dugaan tindak pidana korupsi investasi PT Pertamina (Persero) di luar negeri.

Namun demikian, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang meminta publik bersabar sampai proses penyelidikan selesai.

"Intinya KPK masih mengerjakan tahapannya. Sabar dulu, kalau ada kemajuan nanti kami laporkan ke publik," kata Saut di Jakarta, Rabu 17 Oktober 2018.

Sebelumnya, Saut pernah menyampaikan KPK mengikuti perkembangan penanganan kasus investasi Pertamina di luar negeri pada masa lalu. Bahkan, KPK juga sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung terkait kasus ini sejak awal. Namun Saut tidak mau menjelaskan lebih detail proses penelusuran kasus tersebut.

"Saya tidak boleh sebut detil dulu. Tapi yang jelas, memang dari awal ada koordinasi itu untuk (kasus dugaan korupsi investasi) Pertamina (di luar negeri) 'kan," katanya.

Indikasi dugaan korupsi investasi yang sedang diusut KPK terkait akuisisi 65 persen saham ConocoPhillips Algeria Ltd di Blok 405a, Aljazair oleh PT Pertamina (Persero) pada 23 November 2013 senilai 1,75 miliar dolar AS.

Dalam proses akuisisi itu diduga ada kelebihan pembelian hingga 900 juta dolar AS dari nilai aset bersih ConocoPhillips saat itu karena diketahui aset bersih ConocoPhillips Algeria per 31 Oktober 2012 hanya sebesar 850 juta dolar AS.

Pertamina diduga tidak membeli saham langsung kepada ConocoPhillips, namun melalui Blacstone, perusahaan cangkang (Special Purpose Vehicle/SPV).

Keterlibatan Blacstone yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, itu diduga karena ada campur tangan Gary Hing. Gary diketahui menjadi konsultan di Pertamina sejak 2008-2014.

Dalam kasus dugaan korupsi investasi PT Pertamina (Persero) di Blok BMG Australia tahun 2009, penyidik Pidana Khusus Kejagung telah menetapkan empat tersangka, yakni mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan dan Chief Legal Councel and Compliance PT Pertamina (Persero) Genades Panjaitan (GP).

Selain itu, mantan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Frederik Siahaan (FS) dan mantan Manager Merger&Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) berinisial BK.

Kasus korupsi ini mengemuka ketika PT Pertamina (Persero) mengakuisisi (investasi non-rutin), yakni pembelian sebagian aset (Interest Participating/IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009.

Namun diduga dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, yakni dalam pengusulan investasi tidak sesuai dengan pedoman investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya studi kelayakan berupa kajian secara lengkap dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    KPK Perpanjang Penahanan Bupati Pakpak Bharat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan terhadap tiga tersangka suap terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2018."Hari ini,

  • 7 hari lalu

    Polisi Cari Pelaku Teror Pimpinan KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Polisi mencari pelaku teror bom palsu di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo pada Rabu (9/1) pagi dengan sidik jari yang ditemukan di bom palsu tersebut."Dari Inafis coba akan menda

  • 4 minggu lalu

    KPK Dalami Kontrak Waskita Karya

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami proses pengadaan kontrak dalam pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Perser

  • 4 minggu lalu

    KPK Catat Rekor Terbanyak OTT. Jajaran Kepolisian Belum Disentuh!

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia mencatat operasi tangkap tangan terbanyak sejak institusi penegak hukum itu berdiri pada 2003 adalah pada tahun ini sebanyak 28 ka

  • 4 minggu lalu

    KPK Sita Aset Mustofa Kamal Pasa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset dan dokumen terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99