Rabu, 21 Nov 2018

KPK Ikuti Kasus Pertamina

Oleh: Jallus
Kamis, 18 Okt 2018 04:06
BAGIKAN:
istimewa.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
JAKARTA (EKSPOSnews): Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami dugaan tindak pidana korupsi investasi PT Pertamina (Persero) di luar negeri.

Namun demikian, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang meminta publik bersabar sampai proses penyelidikan selesai.

"Intinya KPK masih mengerjakan tahapannya. Sabar dulu, kalau ada kemajuan nanti kami laporkan ke publik," kata Saut di Jakarta, Rabu 17 Oktober 2018.

Sebelumnya, Saut pernah menyampaikan KPK mengikuti perkembangan penanganan kasus investasi Pertamina di luar negeri pada masa lalu. Bahkan, KPK juga sudah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung terkait kasus ini sejak awal. Namun Saut tidak mau menjelaskan lebih detail proses penelusuran kasus tersebut.

"Saya tidak boleh sebut detil dulu. Tapi yang jelas, memang dari awal ada koordinasi itu untuk (kasus dugaan korupsi investasi) Pertamina (di luar negeri) 'kan," katanya.

Indikasi dugaan korupsi investasi yang sedang diusut KPK terkait akuisisi 65 persen saham ConocoPhillips Algeria Ltd di Blok 405a, Aljazair oleh PT Pertamina (Persero) pada 23 November 2013 senilai 1,75 miliar dolar AS.

Dalam proses akuisisi itu diduga ada kelebihan pembelian hingga 900 juta dolar AS dari nilai aset bersih ConocoPhillips saat itu karena diketahui aset bersih ConocoPhillips Algeria per 31 Oktober 2012 hanya sebesar 850 juta dolar AS.

Pertamina diduga tidak membeli saham langsung kepada ConocoPhillips, namun melalui Blacstone, perusahaan cangkang (Special Purpose Vehicle/SPV).

Keterlibatan Blacstone yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, itu diduga karena ada campur tangan Gary Hing. Gary diketahui menjadi konsultan di Pertamina sejak 2008-2014.

Dalam kasus dugaan korupsi investasi PT Pertamina (Persero) di Blok BMG Australia tahun 2009, penyidik Pidana Khusus Kejagung telah menetapkan empat tersangka, yakni mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan dan Chief Legal Councel and Compliance PT Pertamina (Persero) Genades Panjaitan (GP).

Selain itu, mantan Direktur Keuangan PT Pertamina (Persero) Frederik Siahaan (FS) dan mantan Manager Merger&Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT Pertamina (Persero) berinisial BK.

Kasus korupsi ini mengemuka ketika PT Pertamina (Persero) mengakuisisi (investasi non-rutin), yakni pembelian sebagian aset (Interest Participating/IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan Agreement for Sale and Purchase-BMG Project tanggal 27 Mei 2009.

Namun diduga dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, yakni dalam pengusulan investasi tidak sesuai dengan pedoman investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya studi kelayakan berupa kajian secara lengkap dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 hari lalu

    Remigo Yolanda Berutu Ditangkap KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Pakpak Bharat, Sumatera Utara, Remigo Yolanda Berutu."Benar ada giat dini hari tadi di Medan dan Jakarta. KPK lakukan k

  • 2 minggu lalu

    KPK Panggil Ketua DPRD Labuhanbatu

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Dahlan Bukhari dalam penyidikan kasus suap proyek-proyek di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara.Da

  • 2 minggu lalu

    KPK Limpahkan Kasus Eni Saragih

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan proses penyidikan ke tahap penuntutan terhadap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih (

  • 2 minggu lalu

    KPK Bantu Kajaksaan Tinggi Tangkap DPO Koruptor

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantu Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam pencarian dan penangkapan terpidana perkara korupsi atas nama Didi Supriadi (DS) yang telah masuk da

  • 2 minggu lalu

    KPK Tahan Mantan Wakil Bupati Malang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menahan mantan Wakil Bupati Malang Ahmad Subhan bersama empat orang lainnya yang telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap.

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99