Selasa, 22 Jan 2019

KPK Bidik Tersangka Baru

Oleh: marsot
Jumat, 14 Sep 2018 05:00
BAGIKAN:
istimewa.
KPK.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sinyal akan adanya penetapan tersangka baru dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah kepada wartawan di Pekanbaru, mengatakan saat ini lembaga antirasuah itu masih menunggu finalisasi penghitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Dia mengatakan sejauh ini penghitungan awal menunjukkan ada indikasi kerugian negara lebih dari Rp100 miliar.

Selanjutnya, apabila BPK menyatakan telah menyelesaikan penghitungan kerugian negara dalam dugaan kasus korupsi tersebut, maka penyidik akan melakukan pengembangan termasuk penetapan tersangka lainnya.

"Jika audit BPK tersebut sudah selesai, maka (dilakukan) proses lebih lanjut di penyidikan ini. Termasuk pengembangan pada pelaku lain akan lebih memungkinkan dilakukan," kata Febri, Kamis 13 September 2018.

Sementara menunggu finalisasi dari BPK, dia menuturkan penyidik terus mendalami proyek tersebut, termasuk memeriksa saksi-saksi lainnya.

Dalam perkara ini, penyidik KPK diketahui telah menetapkan dua orang tersangka. Pertama adalah mantan Kepala Dinas PUPR Bengkalis, Muhammad Nasir yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kota Dumai. Satu tersangka lagi yakni, Hobby Siregar selaku Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction (MRC), rekanan proyek tersebut.

Sebagai bagian dari penyidikan, KPK telah memeriksa sejumlah saksi dalam perkara tersebut. Bahkan, Bupati Bengkalis Amril Mukminin tak luput dari pemeriksaan, begitu juga sejumlah legislator dan kalangan pejabat pemerintahan setempat lainnya.

Penyidik KPK juga turut melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi. Diantaranya adalah Kantor DPRD Bengkalis, rumah dinas Bupati Bengkalis dan Kantor Dinas PU Bengkalis. Di Dumai, KPK menggeledah Kantor Sekda Dumai, Kantor LPSE dan rumah subkontraktor di Dumai.

KPK juga menggeledah kantor kontraktor di Pekanbaru, yakni di salah satu kantor di Kecamatan Tenayan Raya dan di Kecamatan Marpoyan Damai. Dari penggeledahan, KPK sudah mengamankan banyak dokumen terkait proyek jalan tersebut.

Dari penggeledahan di rumah dinas bupati, KPK menyita uang Rp1,9 miliar. KPK juga membawa beberapa koper yang diduga berisi dokumen terkait proyek Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih.

Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, ini merupakan proyek peningkatan jalan sepanjang 51 kilometer dan lebar 6 meter. Dianggarkan dengan dana APBD 2013-2015 sebesar Rp494 miliar.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    KPK Perpanjang Penahanan Bupati Pakpak Bharat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang penahanan terhadap tiga tersangka suap terkait proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2018."Hari ini,

  • 2 minggu lalu

    Polisi Cari Pelaku Teror Pimpinan KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Polisi mencari pelaku teror bom palsu di kediaman Ketua KPK Agus Rahardjo pada Rabu (9/1) pagi dengan sidik jari yang ditemukan di bom palsu tersebut."Dari Inafis coba akan menda

  • satu bulan lalu

    KPK Dalami Kontrak Waskita Karya

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami proses pengadaan kontrak dalam pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Perser

  • satu bulan lalu

    KPK Catat Rekor Terbanyak OTT. Jajaran Kepolisian Belum Disentuh!

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia mencatat operasi tangkap tangan terbanyak sejak institusi penegak hukum itu berdiri pada 2003 adalah pada tahun ini sebanyak 28 ka

  • satu bulan lalu

    KPK Sita Aset Mustofa Kamal Pasa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset dan dokumen terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99